Suplemen Vitamin D Murah Mampu "Memperkuat" Efek Kemoterapi Kanker Payudara

Thalatie K Yani
29/4/2026 11:46
Suplemen Vitamin D Murah Mampu
Ilustrasi(freepik)

SEBUAH terobosan medis sederhana muncul dari Brasil. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa suplemen Vitamin D dosis rendah yang dikonsumsi setiap hari dapat secara signifikan memperkuat efek kemoterapi pada pasien kanker payudara. Temuan ini menjadi angin segar karena menawarkan opsi pendukung pengobatan yang jauh lebih terjangkau dibandingkan obat-obatan penguat kemoterapi yang mahal.

Peluang Remisi Meningkat Hampir Dua Kali Lipat

Studi yang dilakukan di Botucatu School of Medicine, São Paulo State University (FMB-UNESP), melibatkan 80 perempuan berusia di atas 45 tahun yang sedang menjalani kemoterapi neoadjuvant, perawatan untuk mengecilkan tumor sebelum operasi.

Para peserta dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok menerima 2.000 IU Vitamin D setiap hari, sementara kelompok lainnya menerima plasebo. Hasilnya mengejutkan. Setelah enam bulan, sebanyak 43% perempuan yang mengonsumsi Vitamin D mengalami penghilangan kanker secara total setelah kemoterapi. Sebagai perbandingan, hanya 24% dari kelompok plasebo yang mencapai hasil serupa.

"Bahkan dengan sampel peserta yang kecil, terlihat perbedaan signifikan dalam respons terhadap kemoterapi. Selain itu, dosis yang digunakan dalam penelitian ini [2.000 IU per hari] jauh di bawah dosis target untuk memperbaiki defisiensi vitamin D, yang biasanya sebesar 50.000 IU per minggu," ujar Eduardo Carvalho-Pessoa, salah satu penulis studi tersebut.

Solusi Murah di Tengah Defisiensi Vitamin D

Selain menjaga kesehatan tulang, Vitamin D diketahui berperan penting dalam sistem imun manusia. Pada awal studi, sebagian besar partisipan memiliki kadar Vitamin D yang rendah (di bawah 20 ng/mL), jauh dari angka ideal yang direkomendasikan sebesar 40-70 ng/mL.

Seiring berjalannya kemoterapi, pemberian suplemen berhasil meningkatkan kadar vitamin dalam darah para pasien. Carvalho-Pessoa menjelaskan bahwa Vitamin D adalah pilihan yang sangat mudah diakses dan murah dibandingkan dengan obat-obatan peningkat respons kemoterapi lainnya yang sering kali tidak masuk dalam daftar jaminan kesehatan nasional.

Perlunya Penelitian Lebih Lanjut

Meski hasilnya sangat menjanjikan, para peneliti menekankan perlunya kewaspadaan. Pasien diingatkan bahwa asupan vitamin yang berlebihan dapat memicu efek samping seperti muntah, nyeri tulang, hingga batu ginjal. Oleh karena itu, penelitian dengan skala yang lebih besar sangat diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini secara lebih luas.

"Ini adalah hasil yang menggembirakan yang membenarkan adanya putaran studi baru dengan jumlah peserta yang lebih besar. Hal ini akan memungkinkan pemahaman yang lebih besar tentang peran vitamin D dalam meningkatkan respons terhadap pengobatan kemoterapi dan, akibatnya, dalam kemungkinan remisi kanker payudara yang lebih besar," tutup Carvalho-Pessoa.

Studi ini telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah Nutrition and Cancer, memberikan fondasi kuat bagi pengembangan terapi pendukung kanker yang lebih inklusif dan ekonomis di masa depan. (Science DAily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya