Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
STUDI pada tahun 2022 oleh World Cancer Research Fund membawakan hasil peninjauan yang cukup besar untuk menemukan faktor-faktor kunci yang dapat memengaruhi risiko kematian bagi perempuan setelah diagnosis kanker payudara.
Tinjauan ini bertujuan untuk memahami hubungan antara berat badan, aktivitas fisik, diet, dan risiko kematian setelah diagnosis kanker payudara.
Dari studi tersebut, terdapat beberapa temuan utama terkait faktor gaya hidup setelah diagnosis kanker payudara dan pengaruhnya terhadap peluang kesembuhan ataupun kelangsungan hidup pasien.
Terdapat bukti mengenai hubungan antara kelebihan lemak tubuh setelah diagnosis dengan hasil kesehatan yang lebih buruk. Studi ini menunjukkan hasil yang kuat yang mana Indeks Massa Tubuh (BMI) yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sebesar 10%.
Sebanyak 226 studi dari seluruh dunia menunjukkan bahwa lebih dari 456 ribu perempuan terdiagnosis kanker payudara dan sebanyak tiga puluh enam ribu diantaranya meninggal.
Selain itu, terdapat bukti kuat bahwa BMI yang lebih tinggi meningkatkan risiko munculnya kanker payudara baru.
Dari hasil studi ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik dinilai memberikan manfaat perlindungan, meskipun kualitas buktinya dikategorikan terbatas.
Aktivitas fisik dapat menurunkan risiko kematian kanker payudara sebesar 14% dan penurunan ini terjadi secara linear hingga tingkat aktivitas mencapai 20 jam per minggu.
Sebagian besar penelitian meneliti aktivitas fisik, seperti aerobik, berjalan kaki, dan berlari dengan penelitian terbatas pada aktivitas lainnya. Namun, melakukan aktivitas fisik ringan pun akan tetap memberikan manfaat kelangsungan hidup.
Hasil studi memperlihatkan bahwa bukti untuk faktor diet masih terbatas, tetapi beberapa poin menunjukkan hasil positif.
Beberapa poin tersebut mencakup pola makan sehat, konsumsi kedelai, asupan serat yang tinggi, serta konsumsi vitamin D. Poin-poin ini dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah dan penurunan risiko kekambuhan kanker payudara.
Untuk itu, penting bagi penyintas kanker payudara untuk menjaga berat badan yang sehat setelah diagnosis, melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan dan saran medis, serta mengonsumsi makanan tinggi serat dan pola makan sehat.
Hasil penelitian ini telah diterbitkan di International Journal of Cancer.
Sumber: World Cancer Research Fund
Peneliti Brasil menemukan konsumsi Vitamin D dosis rendah setiap hari dapat meningkatkan peluang hilangnya kanker payudara hingga 43% selama kemoterapi.
Data BPJS Kesehatan 2021-2025 menunjukkan lonjakan kasus kanker payudara hingga 860 ribu kasus. Simak pentingnya deteksi dini dan layanan JKN bagi perempuan.
Peneliti meluncurkan proyek BRIDGE untuk mengungkap cara kanker payudara mengelabui sistem imun. Temukan harapan baru bagi pengobatan personalisasi yang lebih akurat.
Peneliti Universitas Airlangga mengembangkan turunan pinostrobin dari temu kunci yang berpotensi lebih efektif dan aman untuk terapi kanker payudara.
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved