Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Negeri Jakarta (UNJ) mengukuhkan empat guru besar baru, terdiri atas tiga dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan satu dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH). Sidang Terbuka Pengukuhan Guru Besar ini berlangsung khidmat di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A Rawamangun, pada hari ini, Selasa (11/11).
Momentum ini merupakan bagian dari rangkaian ke-6 Pengukuhan Guru Besar UNJ Tahun 2025, setelah lima gelaran sebelumnya digelar pada Juni lalu. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen UNJ dalam memperkuat tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui peningkatan mutu sumber daya dosen, produktivitas riset, dan kontribusi keilmuan yang berdampak bagi masyarakat nasional maupun global.
Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pengukuhan empat guru besar ini. “Dengan bertambahnya tiga guru besar dari FMIPA dan satu dari FISH, UNJ semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang bereputasi dan berdampak,” ujarnya.
Prof. Komarudin menegaskan bahwa pengukuhan ini tidak hanya menandai capaian individu, tetapi juga mencerminkan budaya akademik UNJ yang terus berkembang menuju World Class University dan kampus yang mengedepankan riset unggul, inovasi solutif, dan kontribusi nyata bagi peradaban manusia.
Sementara itu, Ketua Senat Akademik UNJ, Prof. Ahman Sya, menyampaikan apresiasi atas capaian para guru besar. “Pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum penting untuk mempromosikan gagasan ilmiah yang bermanfaat bagi bangsa,” kata dia.
“Orasi-orasi ilmiah yang disampaikan hari ini mencerminkan semangat inovasi, keberlanjutan, dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas keilmuan UNJ,” sambung Prof. Ahman.
Adapun tiga Guru Besar dari FMIPA UNJ yang dikukuhkan, yaitu Prof. Bagus Sumargo yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Statistika Lingkungan, Prof. Dalia Sukmawati yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Mikrobiologi, dan Prof. Umiatin yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Fisika Instrumentasi Kesehatan, dan satu Guru Besar dari FISH atas nama Prof. Cahyadi Setiawan yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Geografi Tanah.
Pada orasi ilmiah pertama, Prof. Bagus Sumargo mengangkat tema “Integrasi Model Mental Persamaan Simultan dan Sistem Dinamik untuk Kompleksitas Pengelolaan Kesehatan Lingkungan.” Ia menekankan bahwa permasalahan kesehatan lingkungan dewasa ini bersifat kompleks, saling berkelindan, dan tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan linier. Melalui model integratif berbasis sistem dinamik dan persamaan simultan, Prof. Bagus menawarkan pendekatan ilmiah yang lebih holistik untuk memahami serta mengelola tantangan kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.
Selanjutnya, Prof. Dalia Sukmawati menyampaikan orasi berjudul “Peluang Bioprospeksi Khamir Indonesia dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Bioindustri Berkelanjutan.” Dalam paparannya, ia menyoroti potensi luar biasa khamir sebagai sumber inovasi bioteknologi pangan. Mikroorganisme ini berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai gizi, dan mengonversi limbah organik menjadi produk bernilai tambah, menjadikannya kunci dalam transisi menuju bioindustri yang ramah lingkungan.
Sementara itu, Prof. Cahyadi Setiawan dalam orasinya “Penerapan Ilmu Geografi dalam Identifikasi Penurunan Muka Tanah di Jakarta” mengungkapkan fakta mengkhawatirkan bahwa penurunan muka tanah di Ibu Kota bukan sekadar isu teknis, melainkan krisis ekologis. Ia menegaskan pentingnya kebijakan strategis berbasis geospasial untuk mencegah dampak lebih besar, termasuk potensi tenggelamnya wilayah pesisir Jakarta dalam beberapa dekade mendatang.
Orasi terakhir disampaikan oleh Prof. Umiatin, yang mengusung tema “Internet of Medical Things (IoMT) untuk Mendorong Layanan Kesehatan 4.0 di Indonesia.” Ia menampilkan berbagai inovasi alat kesehatan hasil risetnya, mulai dari alat ukur tanda vital tubuh portabel hingga Anjungan Tes Kesehatan Mandiri (ATKM) dan smart antropometri untuk digitalisasi layanan Posyandu. Melalui teknologi IoMT, Prof. Umiatin menunjukkan bagaimana sains dan teknologi dapat menghadirkan layanan kesehatan yang lebih personal, prediktif, dan preventif.(H-2)
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
BINUS University mengukuhkan Prof. Rindang Widuri sebagai Guru Besar. Ia memperkenalkan konsep Audit 5.0 yang memadukan kecerdasan buatan dan nurani manusia.
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/Al) dan meningkatnya tekanan isu lingkungan kini mulai mengubah wajah dunia teknik sipil.
Universitas Mercu Buana (UMB) mengukuhkan dua Guru Besar perempuan tepat di Hari Kartini, simbol emansipasi dan kepemimpinan intelektual perempuan.
Universitas Pelita Harapan (UPH) mengukuhkan lima guru besar baru untuk memperkuat kontribusi akademik dalam menjawab tantangan strategis nasional.
Prof. Tanty Oktavia memaparkan pentingnya kolaborasi Human-AI dalam orasi ilmiahnya di BINUS University. Fokus pada sistem cerdas yang berorientasi manusia.
UNIVERSITAS Kristen Indonesia (UKI) secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Hulman Panjaitan, S.H., M.H. sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Hukum Perlindungan Konsumen.
Demokrasi seringkali terjebak dalam konteks elitis yang seakan-akan merupakan milik para petinggi dan partai politik.
Dalam orasinya, Hadi menegaskan bahwa tantangan utama pelayanan kesehatan saat ini bukan semata pada aspek teknis, melainkan pada nilai yang menopang kepemimpinan
Lulusan pendidikan akuntansi masa depan tidak hanya disiapkan menjadi akuntan, auditor, konsultan, analis keuangan, atau pendidik, melainkan juga pemimpin dan wirausahawan sosial.
Semakin tinggi kredibilitas seorang kreator, semakin besar pula potensi pengaruh positif yang dapat diberikan kepada masyarakat luas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved