Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu momen paling menyakitkan bagi keluarga penderita Alzheimer adalah ketika orang terkasih tak lagi mengenali wajah mereka. Kini, penelitian terbaru dari University of Virginia (UVA) menawarkan penjelasan ilmiah mengapa hal itu bisa terjadi? Bagaimana cara memperlambatnya?
Tim peneliti yang dipimpin Dr. Harald Sontheimer, bersama mahasiswa pascasarjana Lata Chaunsali, menemukan kerusakan pada “perineuronal nets”, yaitu lapisan pelindung di sekitar sel otak, dapat menghapus memori sosial. Dalam uji coba pada tikus, menjaga struktur ini tetap utuh membantu hewan mengenali satu sama lain.
“Menemukan perubahan struktural yang menjelaskan hilangnya ingatan spesifik pada Alzheimer sangat menarik,” kata Sontheimer. “Ini adalah target terapi baru, dan kami sudah memiliki kandidat obat yang sesuai.”
Perineuronal nets merupakan lapisan protein dan gula berbentuk jaring yang membungkus neuron tertentu, berfungsi sebagai penopang dan pelindung yang membantu menstabilkan koneksi dan menjaga informasi yang telah dipelajari.
Dalam eksperimen, peneliti melemahkan jaring ini secara selektif. Hasilnya, tikus masih mampu mempelajari hal baru dan mengenali objek, tetapi gagal mengenali sesama tikus yang pernah mereka temui sebelumnya, pola yang mirip dengan gejala awal Alzheimer pada manusia, ketika nama dan wajah lebih dulu dilupakan dibanding benda atau tempat.
Saat ini, Alzheimer memengaruhi sekitar 55 juta orang di seluruh dunia, dan jumlah tersebut diperkirakan meningkat lebih dari sepertiga dalam lima tahun ke depan. Temuan ini menjadi bagian dari upaya Pusat Penelitian Translasi Harrison Family di UVA untuk mengembangkan terapi baru di luar fokus tradisional pada plak amiloid.
Menariknya, penelitian ini menunjukkan bahwa kerusakan jaring otak terjadi tanpa keterlibatan plak amiloid, menandakan jalur kerusakan yang berbeda.
Peneliti kemudian mencoba menghambat enzim penyebab kerusakan jaring dengan matrix metalloproteinase (MMP) inhibitors, obat yang sebelumnya dikembangkan untuk kanker dan radang sendi. Hasilnya positif, jaring otak tetap terjaga dan memori sosial pada tikus bertahan lebih lama.
“Ketika kami menjaga struktur otak ini tetap aman sejak dini, tikus penderita penyakit tersebut lebih mampu mengingat interaksi sosialnya,” ujar Chaunsali. “Penelitian ini membawa kita lebih dekat pada cara baru untuk mengobati atau bahkan mencegah Alzheimer.”
Meski hasilnya menjanjikan, Sontheimer menegaskan perlunya penelitian lanjutan. “Kami memiliki obat yang dapat memperlambat hilangnya jaring otak dan menunda kehilangan memori, tetapi kami perlu memastikan keamanan dan efektivitasnya sebelum diterapkan pada manusia,” ujarnya.
Tahapan selanjutnya mencakup uji pada model Alzheimer lain, pemetaan neuron paling rentan, serta pengembangan biomarker untuk mendeteksi kerusakan jaring sejak dini.
Jika berhasil, terapi ini dapat membantu menunda hilangnya kemampuan mengenali orang terdekat, memberikan waktu lebih lama bagi penderita dan keluarga untuk mempertahankan hubungan mereka. (Earth/Z-2)
Peneliti temukan rasio neutrofil dalam darah berkaitan dengan risiko Alzheimer. Simak bagaimana tes darah biasa bisa jadi deteksi dini demensia sebelum gejala muncul.
Temukan bagaimana latihan beban atau resistance training dapat menurunkan risiko demensia dan Alzheimer berdasarkan temuan jurnal penelitian medis terbaru.
Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko demensia seperti Alzheimer.
5 kebiasaan sehari-hari seperti kurang tidur hingga pola makan buruk diam-diam merusak otak dan meningkatkan risiko demensia, menurut studi ilmiah terbaru.
Terminal lucidity adalah lonjakan kesadaran sesaat sebelum meninggal. Ini penjelasan ilmiah, tanda-tanda, dan fakta medisnya.
Terminal lucidity adalah fenomena kejernihan mendadak sebelum kematian pada pasien demensia. Simak penjelasan, ciri, dan fakta ilmiahnya.
Riset terbaru menunjukkan makanan ultra-proses (UPF) seperti camilan kemasan tidak hanya berdampak pada fisik, tapi juga merusak kemampuan konsentrasi otak.
Penelitian terbaru mengungkap asam lemak EPA dalam minyak ikan justru bisa menghambat pemulihan cedera otak ringan dan memicu penurunan kognitif.
Studi University College London menunjukkan olahraga meningkatkan protein BDNF yang berperan penting dalam fungsi otak, memori, dan kesehatan mental.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved