Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BAHASA Indonesia kembali menorehkan sejarah. Setelah sebelumnya mencatat sejarah sebagai bahasa yang digunakan secara resmi dalam sidang-sidang UNESCO (ditandai dengan penyampaian National Statement atau pidato dalam bahasa Indonesia oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti), kali ini bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai program studi di Fakultas Bahasa dan Terjemahan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.
Aktor yang menandai sejarah pun sama, yakni Mendikdasmen Mu'ti Ali. Bersama dengan Rektor Al Azhar Kairo Prof Dr Salamah Daud, Mendikdasmen menandatangani perjanjian kerja sama (MoU) pada Kamis (6/11), atau dua hari setelah pidato Mu'ti di Konferensi Umum Ke-43 di Samarkand, Uzbekistan.
Rektor Al Azhar Salamah Daud menilai peresmian prodi itu merupakan sejarah penting bagi Indonesia dan kampus tertua di dunia itu. Syaikh Salamah menginginkan agar prodi bahasa Indonesia di Al Azhar bisa berkelanjutan, tidak bubar di tengah jalan karena ketiadaan pengajar atau sepinya peminat.
"Seperti yang pernah terjadi dengan prodi bahasa Jepang di Al Azhar ini, yang akhirnya kami hentikan karena tidak ada dosen dan tidak ada yang berminat mempelajari bahasa Jepang," papar Salamah.
Namun, soal peminat, Salamah yakin bahwa peminat prodi bahasa Indonesia di kampus yang ia pimpin sangat besar. "Seperti ketika kami buka prodi saat ini, peminatnya 350 mahasiswa. Ini suatu situasi yang membuat kita semua optimistis. Tinggal bagaimana ketersediaan tenaga dosennya," paparnya.
Banyaknya mahasiswa dan warga asal Indonesia di Al Azhar dan di Mesir secara keseluruhan membuat minat orang Mesir untuk belajar bahasa Indonesia sangat tinggi. Hingga kini tercatat lebih dari tiga ribu mahasiswa Indonesia berkuliah di Mesir, termasuk di Al Azhar.
Saat menanggapi hal itu, Mendikdasmen Abdul Mu'ti berjanji akan mengurus kebutuhan tenaga kerja itu dengan KBRI di Kairo serta dengan Badan Bahasa Kemendikdasmen. "Kami memiliki program BIPA, Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing, yang dikola oleh Badan Bahasa di 57 negara di dunia. Itu merupakan bagian penting dari gerakan penginternasionalan bahasa Indonesia," papar Abdul Mu'ti dalam penandatanganan MoU didampingi Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf dan Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin.
"Kami menyadari bahwa bahasa bukan alat komunikasi belaka. Bahasa merupakan jembatan yang menghubungkan antarmanusia, antarbangsa, dan antarkebudayaan. Bahasa juga menjadi sarana kerja sama di bidang ekonomi karena bisa digunakan untuk mempererat perdagangan. Karena itulah kami hadir di universitas yang amat bersejarah ini," Mu'ti menambahkan.
Baik Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin maupun Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf menyatakan kesiapan mereka untuk menjalankan amanat menjaga kelangsungan prodi bahasa Indonesia di Al Azhar tersebut. "Ini merupakan momentum bersejarah yang harus dijaga. Apa yang terjadi di UNESCO kemarin maupun di Umiversitas Al Azhar Kairo hari ini merupakan pengakuan yang membanggakan dan mesti dijaga kelangsungannya," tandas Hafidz.
Ia lalu menceritakan mengapa bahasa Indonesia sampai diakui sebagai bahasa kesepuluh yang digunakan dalam sidang-sidang UNESCO. Beberapa alasan penting itu, Hafidz menjelaskan, ialah bahasa Indonesia telah menjadi bahasa persatuan yang dijunjung tinggi oleh para pemuda dalam Sumpah Pemuda di tahun 1928 yang menjadi tonggak kedaulatan bahasa Indonesia menuju kemerdekaan Indonesia di tahun 1945.
Kedua, bahasa Indonesia menunjukkan diri sebagai bahasa besar yang terus dikembangkan, sebagai bahasa pergaulan yang menjembatani komunikasi antaretnis di seluruh wilayah Indonesia, dan menjadi rumah bagi lebih dari 1.340 kelompok etnis serta 718 bahasa daerah yang beragam. "Alasan ketiga, bahasa Indonesia telah dituturkan oleh lebih dari 275 juta penutur di Indonesia, dan juga diajarkan di 56 negara mencapai 170 ribu pemelajar, serta dituturkan 3,3% penduduk dunia," Hafidz menjelaskan.
Sementara itu, Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf menyatakan pihaknya segera menindaklanjuti MoU antara Kemendikdasmen dan Universitas Al Azhar tersebut. "Di sini ada Pak Muta'ali (Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir Abdul Muta'ali) dan tim yang sudah bekerja keras selama lebih dari satu tahun terakhir untuk mewujudkan berdirinya prodi bahasa Indonesia ini," papar penerima penghargaan dari Badan Bahasa pada 27 Oktober lalu, tersebut.
Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir Abdul Muta'ali, sebenarnya sudah sejak 2016 bahasa Indonesia telah menjadi bahasa pilihan di Fakulyas Bahasa dan Terjemahan Universitas Al Azhar Kairo. "Namun, sejak awal 2024, mata kuliah ini nyaris ditutup. Kami lalu memhanalisis berbagai kemungkinan. Hasil analisis kami, bahasa Indonesia harus dinaikkan levelnya dari sekadar mata kuliah pilihan menjadi program studi tersendiri," paparnya.
Ia dan tim KBRI lalu berkoordinasi dengan pihak dekan Fakultas Bahasa dan Terjemahan, senat fakultas, Rektor Al Azhar, presentasi di depan senat Universitas Al Azhar, bahkan hingga negosiasi dengan Grand Syeikh Al Azhar (GSA) Dr Ahmad Muhammad Ahmad At-Thayyeeb selama satu tahun lebih. Setelah melalui jalan berliku turunlah Keputusan Majelis Tinggi Al Azhar Nomor 343 tanggal 12 Juli 2025 yang berisi diizinkannya pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar tahun akademik 2025/2026.
Puncaknya terjadi pada 6 November 2025 dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama yang diteken Mendikdasmen Abdul Mu'ti mewakili pemerintah Indonesia dan Rektor Prof Dr Syaikh Salamah Daud mewakili Universitas Al Azhar.
Berikut isi pokok-pokok perjanjian kerja sama tersebut:
Sebagian Poin-Poin Kerja Sama Pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir:
(M-3)
Abdul Mu’ti mengaku termasuk mudiker militan. Sejak masuk Jakarta tahun 2002, selama 24 kali mudik tidak pernah mengalami pengalaman yang sama.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peran guru tidak berhenti pada kegiatan mengajar di kelas, tetapi juga mencakup pembimbingan secara menyeluruh.
Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, Abdul Mu’ti mengajak para pelajar untuk bersungguh-sungguh mengembangkan potensi diri, serta taat pada arahan orang tua dan guru.
Peserta difabel menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari hadroh, pembacaan surat Al-Qur’an, mengaji dengan bahasa isyarat, dongeng, hingga pembacaan puisi.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti kembali meraih penghargaan nasional. Kali ini, ia dianugerahi predikat Tokoh Pencetak Karakter Unggul Pelajar Indonesia.
Menteri Mu’ti juga menyoroti peran pendidikan vokasi dalam membekali peserta didik dengan keahlian yang relevan dan dinamis.
Studi terbaru mengungkap sistem pertahanan Venesia memiliki batas waktu. Pilihannya sulit, membangun tembok raksasa atau memindahkan kota ke daratan.
Meskipun menyandang status warisan budaya UNESCO, konsumsi baguette di Prancis terus merosot. Dari persaingan roti Amerika hingga tren 'neobaker'.
Dampak konflik Timur Tengah di Iran akibatkan kerusakan 56 situs budaya, 30 universitas, dan 55 perpustakaan. UNESCO konfirmasi kerusakan warisan dunia akibat serangan udara.
Gerakan perempuan Indonesia memiliki keunggulan global yang khas, yaitu tumbuh dalam keberagaman agama, etnis, budaya, dan sosial.
Namun, transformasi ini harus dilakukan selektif dan berbasis kesiapan institusi agar tetap menjaga karakter utama pendidikan vokasi.
Serangan udara AS dan Israel di pusat Teheran menyebabkan kerusakan pada Istana Golestan, situs warisan dunia UNESCO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved