Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melaporkan peningkatan signifikan kasus influenza di berbagai daerah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Jawa Timur menjadi yang tertinggi. Lonjakan ini mulai terlihat sejak September 2025 dan diperkirakan akan berlangsung hingga awal tahun depan, sejalan dengan pola musim influenza yang rutin terjadi setiap tahunnya.
Diketahui, Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, disusul oleh Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Menurut data Kemenkes, peningkatan kasus terjadi secara konsisten selama empat minggu terakhir, yakni pada minggu ke-33 hingga minggu ke-37 tahun 2025.
"Pola penyakit serupa influenza fluktuatif tapi cenderung meningkat," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman dalam keterangannya, Senin (13/10).
Ia menambahkan bahwa gejala yang umum muncul, seperti batuk pilek (Bapil) yang sulit sembuh, kini menjadi salah satu tanda meningkatnya penyebaran influenza di masyarakat. Kondisi ini juga berpotensi memperbesar risiko terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dari hasil pemantauan, Jawa Timur menjadi provinsi dengan laporan kasus influenza dan ISPA tertinggi di Indonesia. Meskipun data rinci per kabupaten/kota belum dipublikasikan, Kemenkes menilai temuan ini menunjukkan perlunya kewaspadaan ekstra dan penguatan fasilitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Selain faktor cuaca, peningkatan kasus juga dikaitkan dengan tingginya mobilitas masyarakat. Influenza diketahui sangat mudah menular melalui droplet atau percikan air liur, terutama di area ramai dan tertutup.
1. Jawa Timur: 344.664 kasus
2. Jawa Tengah: 174.058 kasus
3. Jawa Barat: 171.198 kasus
4. Sumatera Utara: 145.052 kasus
5. Aceh: 48.589 kasus
Kemenkes pun mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan gejala flu atau batuk pilek yang berkepanjangan. Upaya pencegahan disebut sebagai kunci utama untuk menekan penyebaran penyakit, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Adapun langkah-langkah pencegahan yang disarankan Kemenkes, yakni terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gunakan masker saat sakit, lakukan vaksinasi influenza secara berkala, dan istirahat dan isolasi mandiri.
Kemenkes memastikan terus memantau perkembangan kasus di seluruh Indonesia. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Kesehatan Provinsi, terutama di Jawa Timur, guna memastikan ketersediaan obat serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi lonjakan kasus influenza yang tengah berlangsung. (H-4)
KESADARAN terhadap pencegahan penyakit menular dinilai perlu terus diperkuat, terutama untuk penyakit infeksi saluran pernapasan seperti influenza yang masih kerap terjadi di Indonesia.
Dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Sp.A menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Vaksin influenza trivalen memberikan perlindungan terhadap tiga jenis virus flu utama. Simak manfaat dan efektivitasnya bagi kesehatan tubuh.
Vaksin influenza trivalen kembali menjadi standar global setelah WHO merekomendasikan penghapusan komponen garis keturunan B/Yamagata.
IDAI menyatakan vaksin influenza trivalen aman bagi balita mulai usia 6 bulan, ibu menyusui, dan komorbid. Simak dosis dan rekomendasi WHO terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved