Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NYERI pinggang, menurut dokter spesialis ortopedi Andra Hendriarto, bisa terjadi karena banyak hal, termasuk di antaranya tumor dan kanker.
"Penyebab sakit pinggang itu banyak, salah satunya penyebaran tumor dari satu kanker, salah satunya kanker darah," kata Andra, dikutip Sabtu (20/9).
Menurut Andra, masalah di bagian tulang belakang di area pinggang paling sering dikeluhkan karena bagian itu yang paling banyak bergerak saat beraktivitas.
Dokter lulusan Universitas Indonesia itu mengemukakan bahwa nyeri pinggang bisa jadi merupakan gejala kanker kelenjar getah bening atau limfoma.
"Yang paling sering nyeri tulang belakang tuh limfoma, kanker darah. Dan biasanya, tidak cuma kena yang tua tapi juga kadang-kadang
umurnya masih muda banget," katanya.
Limfoma adalah kanker darah yang bisa menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening. Kanker ini bermula saat sel kanker menyerang limfosit, satu sel darah putih yang berperan penting bagi kekebalan tubuh.
Andra menyampaikan bahwa nyeri pinggang yang perlu dicurigai sebagai gejala kanker darah adalah nyeri pinggang yang bersifat
non-mekanikal.
Ia menjelaskan, nyeri pinggang nonmekanikal terjadi karena ketidakmampuan tulang belakang menopang berat tubuh.
Kondisi yang demikian membuat orang yang mengalami nyeri pinggang non-mekanikal kesulitan duduk atau berdiri bahkan dalam waktu singkat.
Nyeri pinggang nonmekanikal bisa disertai kelemahan atau kelumpuhan, biasanya karena penyakit serius seperti infeksi serta tumor dari tempat lain yang menyebar ke tulang belakang.
Pasien yang mengalami nyeri pinggang non-mekanikal biasanya juga mengalami gejala lain seperti demam, penurunan nafsu makan, serta penurunan berat badan secara drastis.
Andra, yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Bintaro Jaya, mengatakan bahwa nyeri pinggang semacam itu biasanya dirasakan pada
saat istirahat.
"Jadi, paling sering, biasanya terbangun tengah malam karena nyeri. Kalau sudah terbangun tengah malam karena nyeri, paling sering tumor
atau kanker," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Kenali ciri nyeri pinggang yang menjadi tanda kanker ginjal. Dokter peringatkan nyeri di satu sisi yang tak hilang saat istirahat wajib diwaspadai.
Karena ginjal terletak di bagian belakang rongga perut, tumor kecil sulit dideteksi tanpa teknologi terkini di bidang kesehatan.
Dokter spesialis ortopedi konsultan sendi, Andra Hendriarto, Sp.OT (K), mengingatkan pentingnya mengenali gejala nyeri pinggang yang sebaiknya tidak diabaikan
Penderita sakit pinggang direkomendasikan tidurnya dengan posisi telentang kasurnya jenis medium sampai medium firm, jangan terlalu keras.
Nyeri pinggang bisa disebabkan oleh kelelahan otot, postur yang salah, cedera, hingga penyakit ginjal atau saraf. Jadi jika nyeri berlangsung lama, jangan hanya diatasi sendiri
KONSUMSI alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang diketahui meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.
KANKER merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia.
Kepastian diagnosis adalah kunci keberhasilan terapi kanker. Mayapada Hospital hadirkan PET-CT dan SPECT-CT untuk hasil diagnosis yang akurat dan presisi.
Lonjakan kanker HPV pada pria mencapai 46% menurut CDC 2026. Kanker tenggorokan jadi ancaman utama, vaksin terbukti turunkan risiko hingga 50%.
Konser amal Greatest Love of All sukses digelar di TIM, mengumpulkan dana Rp60 juta untuk perluasan Rumah Singgah Lions bagi anak pejuang kanker.
Tiga bahan alami yang mudah ditemukan di Indonesia, yakni kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam, berhasil dikombinasikan oleh peneliti BRIN menjadi formula kandidat antikanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved