Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PUASA intermiten atau intermittent fasting adalah pola makan dengan membatasi waktu makan hanya pada jam-jam tertentu. Cara ini dapat mendukung penurunan berat badan karena saat tubuh tidak mendapat asupan makanan dalam waktu lama, cadangan lemak akan digunakan sebagai sumber energi. Selama berpuasa, disarankan tetap mengonsumsi air putih atau minuman bebas kalori lainnya.
Adapun tiga metode umum dalam menjalani puasa intermiten:
Makan dalam rentang waktu yang lebih pendek berarti Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori. Mengurangi kalori dapat menyebabkan penurunan berat badan. Dan bagi orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, mencapai indeks massa tubuh (IMT) yang sehat dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan jantung.
Menurut Julia Zumpano, RD, LD, selaku ahli diet menyatakan bahwa kebanyakan orang justru mengalami penurunan rasa lapar dengan jenis puasa tertentu. Ini terjadi karena puasa memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar, sehingga mengubah sinyal lapar tubuh.
Manfaat lainnya bagi kesehatan jantung:
Penelitian awal yang dipresentasikan pada konferensi American Heart Association 2024 menunjukkan bahwa membatasi waktu makan hingga delapan jam atau kurang per hari memiliki efek jangka panjang. Orang yang menerapkan pola ini ternyata memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi.
Sebagai permulaan, peserta survei hanya melaporkan waktu makan mereka beberapa kali selama periode delapan tahun, dan survei tersebut juga tidak memperhitungkan jenis makanan maupun faktor gaya hidup lain yang memengaruhi kesehatan jantung, seperti aktivitas olahraga dan kebiasaan sehat lainnya.
Studi tersebut tidak membuktikan adanya hubungan sebab-akibat. Untuk menilai efek jangka panjang, idealnya penelitian dilakukan pada sekelompok orang yang secara sengaja menjalani puasa intermiten dengan pemantauan atau pengendalian asupan makanan mereka, termasuk makanan yang mendukung kesehatan jantung. Dengan cara ini, hasil penelitian dapat dievaluasi secara lebih akurat. Namun, hingga kini penelitian berkualitas tinggi mengenai puasa intermiten dengan pendekatan tersebut masih belum dilakukan.
Secara keseluruhan, efek jangka panjang puasa intermiten pada kesehatan jantung masih perlu diteliti lebih mendalam. Meski begitu, dengan adanya banyak bukti mengenai manfaat puasa, ini bisa dipertimbangkan sebagai salah satu cara untuk mendukung kesehatan jantung.
Dr. Parveen Garg, MD, spesialis penyakit kardiovaskular menyatakan, ada beberapa kelompok yang tidak dianjurkan melakukan intermittent fasting:
Puasa ini tidak selalu sesuai untuk setiap orang karena terdapat berbagai jenis metode yang dapat dipilih. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan terlebih dahulu guna menentukan apakah puasa tersebut boleh dilakukan serta jenis puasa apa yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing individu. (keckmedicine/health.clevelandclinic/Z-2)
Intermittent fasting atau puasa intermiten adalah pola makan yang mengatur waktu antara makan dan berpuasa. Artinya, kamu fokus pada kapan makan, bukan apa yang dimakan.
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang membuktikan bahwa variasi jenis olahraga lebih efektif memperpanjang usia dibandingkan sekadar menambah durasi latihan.
Studi Johns Hopkins mengungkap posisi lengan yang tidak ditopang meja saat cek tekanan darah bisa menaikkan angka tensi hingga 7 mmHg.
Menopause meningkatkan risiko osteoporosis dan penyakit jantung pada perempuan. Pelajari cara menjaga kesehatan tulang dan jantung pasca-menopause di sini.
Teknologi AI dalam dunia medis ini mulai terintegrasi dalam berbagai metode pencitraan jantung dan membawa perubahan besar dalam cara dokter mendiagnosis serta menangani pasien.
Studi terbaru mengungkap olahraga intensitas tinggi (vigorous) jauh lebih efektif cegah demensia hingga diabetes dibanding olahraga biasa.
OLAHRAGA dikenal sebagai cara efektif menjaga kesehatan jantung. Namun di sisi lain, aktivitas fisik juga bisa memicu serangan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved