Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ARTIFICIAL intelligence atau akal imitasi (AI) dinilai memiliki potensi yang sangat besar dalam membentuk karakter bangsa. Untuk itu, AI tidak perlu dihindari, melainkan dirangkul agar menjadi kapabilitas diri.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi Istiqlal Technology Talks: Akal Imitasi (AI) dan Penguatan Karakter Bangsa di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (9/7).
Direktur Utama Bakti Komdigi Fadhilah Mathar menyampaikan, kita dapat memanfaatkan AI dengan maksimal sembari berusaha mengikis hal-hal negatif.
Ia memberikan dua contoh praktik yang bisa digunakan sehari-hari. Pertama, Fadhilah mencontohkan, penggunaan Google Maps dengan menggunakan AI sudah bisa menambahkan banyak sekali parameter ketika seseorang mau menuju suatu titik.
Google Maps tanpa AI misalnya hanya menawarkan pilihan-pilihan seperti mau menggunakan kendaraan umum atau pribadi.
“Tetapi begitu saya memasukkan Gemini untuk Google Maps ini, saya bisa menambahkan parameter lagi, masjid-masjid yang saya lalui sebelum saya sampai ke istiqlal. Misalnya orang-orang yang buru-buru mau ke Istiqlal, salat Jumat, tapi tidak sampai, mereka akan diberikan pilihan-pilihan seperti ini,” paparnya.
Hal kedua Fadhilah mencontohkan dirinya yang menggunakan aplikasi tartil Al-Quran dengan AI. Hal itu memudahkannya mengetahui tajwid yang paling sering salah berdasarkan warnanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusdatin Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha menyebut ada empat tingkatan bagaimana membangun literasi AI untuk penguatan karakter bangsa.
Pertama adalah find (menemukan), yakni bagaimana menemukan AI ini bermanfaat bagi kita. “Ini tahapan yang sangat basic yaitu lebih kepada mencari kemampuan-kemampuan dari masing-masing AI atau large language model (LLM) tersebut,” kata Yudhis.
Kedua adalah think (berpikir). Dalam konteks pendidikan misalnya bagaimana melatih peserta didik untuk berpikir kritis. Jangan sampai apa yang disampaikan AI langsung terima sebagai kebenaran.
“Contoh anak saya kalau apa-apa kan pakai salah satu AI. Tapi saya tanya, apakah jawaban itu benar. Coba bandingkan dengan membandingkan dengan model LLM lain, misalkan Copilot, Gemini, dan seterusnya. Di situ dia bisa melihat, oh ada perbedaan. Nah kenapa perbedaan itu berarti ada behind the scene-nya,” tuturnya.
Tahap ketiga adalah apply (menerapkan). Yudhis menjelaskan, dalam hal ini jangan langsung menggunakan AI tanpa tahu konteks atau apa manfaatnya, serta bagaimana menerapkannya untuk kebutuhan.
“Misalkan sebagai murid, sebagai researcher, oh ternyata AI itu membantu kita bisa menulis dalam bahasa Inggris yang baik. Kita menggunakan itu dengan bijak dan etis,” jelasnya.
Terakhir adalah develop (mengembangkan). “Bukan hanya sebagai pengguna. Artinya bagaimana kita ke depan membangun produk-produk AI sesuai dengan konteksnya kebutuhan kita,” ujarnya.
Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional Ilham Akbar Habibie mengatakan alangkah baiknya AI digunakan untuk memperkuat karena dia adalah alat.
“Tentu AI sebagai alat bantu untuk manusia, bukan sebagai pengganti. Jadi kalau kita mendengar misalnya pendiri Open AI, Sam Altman, mengatakan tidak pernah dari awal AI dimaksudkan untuk menggantikan, itu lebih sebagai pelengkap,” kata Ilham.
Yang menurutnya perlu dilakukan dengan AI adalah untuk memperkuat program-program untuk kepentingan bangsa. “Kita cari yang kita mau. Kedaulatan pangan, kedaulatan air, kedaulatan energi. Misalnya makan begizi gratis dan sebagainya. Ini semuanya bisa kita majukan dengan menggunakan AI,” ungkapnya.
“Dia menjadi tool untuk memperbaiki kinerja daripada negara bangsa kita, khususnya buat pemerintah. Ada beberapa prioritas, itulah yang harus diperbaiki, disempurnakan. Bisa akselerasi atau bisa dibuat lebih efisien,” pungkas Ilham. (H-3)
Teknologi AI kini memperkuat layanan dialisis atau cuci darah dengan analisis data real-time untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien penyakit ginjal kronis.
Ben Horwitz, mahasiswa Harvard, ciptakan Sinceerly. AI unik yang sengaja masukkan typo agar email terlihat manusiawi dan lolos deteksi AI slop.
Google resmi memperkenalkan generasi terbaru Tensor Processing Units (TPU) untuk melatih model AI dan mendukung asisten digital cerdas. Simak keunggulannya di sini.
Teknologi AI dalam dunia medis ini mulai terintegrasi dalam berbagai metode pencitraan jantung dan membawa perubahan besar dalam cara dokter mendiagnosis serta menangani pasien.
UPAYA untuk memperkuat infrastruktur pusat data di Indonesia Timur harus terus digencarkan. Hal itu seiring dengan kebutuhan untuk mendorong pemerataan kapasitas pusat data nasional.
Wamenkomdigi Nezar Patria tegaskan pentingnya tata kelola AI untuk hadapi tantangan synthetic reality dan menjaga kedaulatan data masyarakat Indonesia.
Anak-anak diajak menyelami nilai-nilai penting seperti sikap saling menolong, rasa syukur, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia lewat dongeng.
Berbagi Berkah Ramadan Bersama Anak-Anak Yatim Piatu di Masjid Istiqlal
Pada momentum Ramadan, Asuransi Jasindo mengadakan program Berbagi Berkah Ramadan yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/3).
Anak-anak diajak memahami nilai-nilai seperti saling menolong, rasa syukur, serta kepedulian terhadap manusia, hewan, dan lingkungan.
Habib Ja'far menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan selama berpuasa, termasuk memastikan sahur yang cukup dan bergizi lengkap.
IMAM Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengungkapkan sejumlah rencana besar pembenahan dan pengembangan, mulai dari penataan, pencahayaan, hingga perbaikan kawasan sekitar masjid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved