Upaya Memperkuat Infrastruktur Pusat Data di Indonesia Timur Terus Digencarkan

Putri Rosmalia Octaviyani
12/4/2026 13:47
Upaya Memperkuat Infrastruktur Pusat Data di Indonesia Timur Terus Digencarkan
Peresmian pusat data nasional untuk Indonesia Timur.(Dok. DCI)

UPAYA untuk memperkuat infrastruktur pusat data di Indonesia Timur harus terus digencarkan. Hal itu seiring dengan kebutuhan untuk mendorong pemerataan kapasitas pusat data nasional yang selama ini masih terkonsentrasi di Jakarta.

Pertumbuhan komputasi, layanan cloud, serta kecerdasan buatan (AI) mendorong peningkatan kebutuhan pemrosesan dan penyimpanan data dalam skala besar, menjadikan infrastruktur pusat data sebagai elemen fundamental dalam berbagai aktivitas ekonomi digital. Dalam konteks tersebut, pengembangan kapasitas pusat data perlu dilakukan secara berkelanjutan dan merata.

Untuk menghadirkan infrastruktur pusat data berstandar global di kawasan Indonesia Timur tersebut, PT DCI Indonesia Tbk hari ini meresmikan E2 Data Center Surabaya, fasilitas pusat data terbaru Perseroan dengan kapasitas IT sebesar 9 megawatt (MW). Surabaya dipilih sebagai lokasi E2 karena perannya yang strategis sebagai pusat perdagangan dan gerbang konektivitas untuk kawasan Indonesia bagian timur.

Dengan beroperasinya E2, pusat data Perseroan kini tersebar di Jakarta, Cibitung, Karawang, dan Surabaya. Peresmian ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, bersama para pimpinan perusahaan lintas industri, mitra industri, dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan apresiasi atas kehadiran fasilitas pusat data berstandar global tersebut di Jawa Timur.

Infrastruktur pusat data memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing daerah dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru. Kehadiran E2 Surabaya diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem teknologi di Jawa Timur dan Indonesia bagian timur,” ujar Emil Dardak, dalam keterangan resminya, Minggu, (12/4).

Sejalan dengan peran strategis tersebut, juga dihadirkan standar layanan pusat data berkelas global di kawasan Indonesia Timur, dengan tingkat keandalan tertinggi melalui Service Level Agreement (SLA) sebesar 99.999% atau maksimal 5 menit downtime per tahun. Selama lebih dari satu dekade beroperasi, Perseroan mencatatkan rekam jejak tanpa downtime sejak awal operasional.

Kehadiran fasilitas ini memperkuat distribusi infrastruktur pusat data nasional, menyiapkan skalabilitas untuk kebutuhan AI workloads yang haus daya (high-density) sekaligus menyediakan redundansi terhadap Jakarta, sehingga memungkinkan untuk meminimalkan risiko melalui diversifikasi geografis (geo-resilience) dan distribusi lalu lintas data berlatensi rendah bagi kebutuhan layanan digital di wilayah Jawa Timur dan Indonesia Timur.

DCI E2 Surabaya dibangun dalam waktu kurang dari 12 bulan sejak tahap greenfield hingga siap beroperasi, mencerminkan keunggulan time-to-market dalam menghadirkan kapasitas pusat data secara cepat dan efisien. Proyek ini mencatatkan lebih dari satu juta safe man hours serta melibatkan partisipasi luas industri dan tenaga kerja lokal, sekaligus mendorong penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kompetensi talenta nasional dalam pengembangan infrastruktur pusat data berstandar global.

“Kami percaya bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperluas kehadiran infrastruktur pusat data berstandar global di luar Jakarta, sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan kapasitas pusat data nasional yang selama ini masih terkonsentrasi di Jakarta. Seiring dengan ekosistem digital di kawasan Indonesia Timur yang tengah mengalami perkembangan, Perseroan melihat pentingnya menghadirkan kapasitas dan kualitas layanan sejak dini sebagai fondasi untuk mendukung pertumbuhan tersebut ke depan.” ujar Founder dan CEO PT DCI Indonesia Tbk, Toto Sugiri. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya