Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UDARA yang semakin sejuk dan hujan yang lebih sering turun menjadi penanda datangnya musim hujan. Namun, musim ini juga membawa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah pneumonia.
Musim hujan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan virus dan bakteri. Udara lembap yang menyertainya dapat mempermudah penyebaran kuman melalui udara, sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, termasuk pneumonia.
Menurut Kementerian Kesehatan, pneumonia adalah peradangan akut pada jaringan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur. Penyakit ini juga dikenal sebagai paru-paru basah.
Infeksi ini menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) di salah satu atau kedua paru-paru, yang kemudian terisi cairan atau nanah. Akibatnya, penderita mengalami kesulitan bernapas.
Pneumonia dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat. Berdasarkan penyebabnya, pneumonia terbagi beberapa jenis di bawah ini:
Pneumonia yang disebabkan oleh virus, seperti influenza, RSV, atau COVID-19, menyebar melalui droplet pernapasan yang dikeluarkan saat penderita batuk atau bersin, serta melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi virus. Penyakit ini bersifat menular hingga demam penderita turun.
Pneumonia bakteri disebabkan oleh mikroorganisme seperti Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae. Penyakit ini dapat menular melalui droplet pernapasan atau kontak langsung dengan penderita. Penularan terus berlangsung hingga penderita mengonsumsi antibiotik minimal selama lima hari. Gejalanya lebih berat dibanding pneumonia virus, termasuk demam tinggi.
Pneumonia bisa menyerang siapa saja, tetapi ada beberapa kelompok yang lebih berisiko. Bayi dan anak-anak di bawah usia dua tahun, serta lansia di atas 65 tahun, memiliki kekebalan tubuh yang lebih rentan.
Perokok juga lebih mudah terinfeksi karena kebiasaan merokok yang merusak sistem pernapasan. Orang dengan sistem imun yang lemah, seperti penderita HIV atau pasien kemoterapi, juga lebih rentan terhadap pneumonia.
Selain itu, pengidap penyakit kronis, seperti asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), memiliki risiko lebih tinggi karena gangguan pada paru-paru mereka.Pasien rumah sakit, terutama yang menggunakan ventilator, juga menghadapi risiko lebih besar terkena pneumonia karena paparan kuman di lingkungan medis.
Untuk mewaspadai pneumonia, Perlu untuk mengenali gejalanya. Berikut 10 gejala umum yang muncul pada penderita pneumonia antara lain:
Menyadari bahwa musim hujan telah tiba dan meningkatkan risiko pneumonia, kita perlu lebih waspada. Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat diterapkan:
Mari jaga kesehatan agar kita dapat menikmati musim hujan dengan lebih nyaman dan aman. Dengan kewaspadaan yang tinggi dan penerapan langkah-langkah pencegahan, kita dapat meminimalkan risiko pneumonia. (Z-9)
Gejala pneumonia berbeda dengan flu dan pada kasus berat, penyakit bisa menyebar ke organ tubuh lain.
Arie mengungkapkan bahwa istrinya tersebut masuk rumah sakit setelah pulang dari Jepang pada 10 Januari lalu akibat pneumonia.
Infeksi pneumonia bisa menjadi sangat berat jika seseorang tidak menjaga kebugaran tubuh dan tidak cukup istirahat.
Musim hujan meningkatkan risiko pneumonia. Penyakit ini menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan, yang dapat berakibat fatal tanpa penanganan tepat.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Sp.A menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
Campak kembali mengancam anak-anak di Indonesia. IDAI ungkap satu penderita bisa menulari hingga 18 orang, risiko pneumonia hingga kematian meningkat.
Prof. Tjandra Yoga Aditama membagikan tips menangani gejala ISPA ringan di rumah dan kapan waktu yang tepat untuk segera ke dokter.
Produksi dahak yang minim pada lansia serta penggunaan antibiotik yang luas sebelum diagnosis sering kali menghambat identifikasi agen penyebab.
KETUA Majelis Kehormatan PDPI Tjandra Yoga Aditama menyampaikan duka atas meninggalnya dokter muda akibat campak di Cipanas,Cianjur. Campak berisiko menyebabkan fatal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved