Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti peran strategis mineral kritis dalam mendukung transisi energi global dan pengembangan teknologi masa depan. Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Ernowo mengungkapkan bahwa keberlanjutan pasokan mineral menjadi faktor kunci dalam mencapai net zero emission pada tahun 2050, sesuai dengan Paris Agreement.
Ernowo menjelaskan bahwa mineral kritis, yang mencakup bahan-bahan seperti kobalt, litium, tembaga, grafit, dan neodimium, sangat diperlukan untuk berbagai teknologi energi terbarukan dan perangkat teknologi tinggi, termasuk turbin angin, panel surya, dan kendaraan listrik. Namun, pasokan mineral ini berisiko terganggu akibat kelangkaan sumber daya, teknologi ekstraksi yang belum memadai, dan fluktuasi pasar.
"Transisi energi yang kita hadapi saat ini membutuhkan peningkatan signifikan dalam penggunaan mineral kritis. Misalnya, permintaan mineral untuk green hydrogen diproyeksikan meningkat hingga 500 kali lipat, sementara kebutuhan untuk kendaraan listrik akan naik 60 kali lipat," jelas Ernowo, Jumat (23/8).
Baca juga : RUPTL Terbaru akan Menjadi yang Terhijau Sepanjang Sejarah
Untuk mengatasi tantangan ini, Ernowo menekankan pentingnya strategi hilirisasi komoditas utama seperti nikel, timah, bauksit, dan besi. Hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk mineral dalam negeri, tetapi juga memastikan optimalisasi sumber daya yang ada, sehingga dapat mendukung ketahanan energi dan teknologi Indonesia di masa depan.
Selain itu, BRIN juga mendorong langkah-langkah inovatif dalam eksplorasi dan pengolahan mineral guna meningkatkan cadangan mineral nasional. Inovasi teknologi dan pengelolaan sumber daya mineral yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan pasokan yang memadai bagi kebutuhan energi hijau dan teknologi masa depan.
Melalui pendekatan ini, BRIN berkomitmen untuk mendukung tercapainya net zero emission dan pengembangan teknologi masa depan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri global yang semakin kompetitif.
"Pengelolaan mineral kritis harus dilakukan dengan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari eksplorasi, pengolahan, hingga penerapan teknologi baru. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan pasokan mineral yang diperlukan dalam era transisi energi," pungkas Ernowo. (H-2)
Pengamat energi Elrika Hamdi menilai kinerja positif PGEO menunjukkan industri energi panas bumi di Indonesia semakin mendapat tempat dalam bauran energi nasional.
Pengembangan PLTS dapat difokuskan pada optimalisasi potensi yang telah ada, termasuk PLTS terapung di waduk-waduk strategis serta peningkatan kapasitas pembangkit yang telah beroperasi.
PLN EPI mendorong pengembangan gasifikasi biomassa sebagai solusi percepatan program dedieselisasi, khususnya di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik interkoneksi.
Di Kalsel potensi EBT diperkirakan mencapai 3.270 mega watt yang berasal dari energi tenaga surya, bayu, air, biogas serta biomassa.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Ernest Gunawan menyampaikan alokasi program mandatori B40 pada 2026 ditetapkan sebesar 15,646 juta kiloliter.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Ketua Umum PLN Watch KRT Tohom Purba menilai proyek PLTS 100 GWp sebagai langkah strategis Indonesia hadapi krisis energi global dan konflik geopolitik.
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) mengumpulkan minyak jelantah di Pendopo Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Indonesia dan Korea Selatan menandatangani 10 MoU strategis dalam kunjungan Presiden Prabowo. Simak daftar lengkap kerja sama dari AI hingga energi bersih.
Transformasi menuju praktik green mining semakin menjadi perhatian di sektor pertambangan Indonesia seiring meningkatnya tuntutan global terhadap dekarbonisasi.
Tujuan utama inisiatif ini ialah merespons krisis iklim global yang dampaknya semakin terasa di Indonesia, lewat pendekatan moral, spiritual, dan aksi kolektif berbasis nilai-nilai Islam.
Pemerintah mendorong pemanfaatan energi yang lebih efisien dan rendah emisi di sektor industri melalui pengoperasian pabrik mini liquefied natural gas (LNG) di Pasuruan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved