Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMUNITAS Koi menggelar Koi Expo & Koi Festival mulai 26 April hingga 28 April 2024 di Gedung Innovation Convention Center (ICC) BRIN Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Acara tahunan yang diinisiasi komunitas penggemar ikan koi tersebut telah memasuki penyelenggaraan ke-16.
“16th Koi’s Festival 2024 merupakan acara terbesar dari Koi Show atau Festival yang diselenggarakan sejak tahun 2006. Tema yang diusung tahun ini adalah 16th Chapter of Koi Grandeur,” ujar President Koi Indonesia, Slamet Kurniawan, usai pembukaan 16th Koi’s Festival 2024, Jum’at (26/4).
Menurut Slamet, Komunitas Koi mengangkat budaya Jepang dalam gelaran tahun ini untuk menjalin persahabatan yang lebih erat antara Indonesia dan Jepang serta mengingat ikan koi berasal dari Jepang. Selain pameran dan lomba ikan Koi, kegiatan ini juga diramaikan dengan adanya pameran bonsai, suiseki (seni batu) lokal, cosplay serta booth kuliner Jepang. Yang istimewa dalam lomba koi adalah adanya penghargaan tertinggi untuk ikan koi Indonesia yakni Karomul Wahid Award.
Baca juga : Impactnation Japan Festival 2023 Siap Meriahkan GBK Mulai Besok
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, mengaku senang dengan Nishikigoi- sebutan ikan koi dalam bahasa Jepang- dalam Koi Expo dan Koi Festival yang menampilkan budaya Jepang dan dapat diselenggarakan terus-menerus secara berkelanjutan.
Masaki menuturkan, sebelumnya menghadiri Indonesia-Japan Koi Show yang diadakan di Bogor pada bulan Januari lalu. "Saya ingat saat itu koi yang ditampilkan tidak hanya berasal dari Jawa melainkan juga dari Kalimantan dan Sumatra. Saya senang ikan koi dicintai di seluruh Indonesia," jelasnya.
Ikan koi merupakan salah satu produk ekspor utama Jepang ke Indonesia. "Kami berharap banyak pecinta dapat menikmati Nishikigoi yang lahir di Jepang di kolam-kolam Indonesia," kata dia.
Secara lengkap, gelaran Koi Expo dan Koi Festival adalah 16th KOI’S Festival Opening Ceremony, Talkshow Peran Dokter Ikan di Indonesia, . Pameran Bonsai dan Suiseki, Kompetisi Ikan KOI yang dinilai oleh 15 Juri dari Jepang, Tiongkok, Malaysia dan Vietnam, seminar hewan Indonesia, talkshow bonsai dan suiseki, live auction, cosplay budaya Jepang, serta hari terakhir 28 April adalah opening awarding, awarding, serta selebrasi dan Cheersup para Juara 16th KOI’S Festival. (H-2)
Grab Indonesia dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta gelar GrabX Mini Festival 2026 di Kota Tua, hadirkan inovasi AI untuk dukung UMKM dan budaya lokal.
Di tengah arus globalisasi, wisatawan tidak lagi hanya mencari hiburan, tetapi juga nilai dan makna dari destinasi yang dikunjungi.
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Kegiatan ini berlangsung 2 hari pada 24 - 25 Januari 2026 berlokasi di Ex Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan..
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Festival ini lahir bukan sebagai seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
Pameran ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana titik awal pergerakan kebangsaan dimulai dari Kota Bandung
Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Australia mendorong hadirnya pameran wisata yang menawarkan beragam kemudahan, promo menarik, dan inspirasi perjalanan.
Di tengah dinamika dan ketidakpastian industri, kolaborasi dengan mitra global menjadi faktor krusial dalam memperkuat daya saing industri garmen dan tekstil.
FHTB 2026 hadir kembali di BNDCC Bali pada 28-30 April 2026. Menampilkan 200+ perusahaan global, kompetisi kuliner, dan tren pariwisata berkelanjutan.
ARCH:ID kembali hadir sebagai salah satu agenda paling dinantikan oleh pelaku industri arsitektur, interior hingga material bangunan di Indonesia.
Seluruh karya diseleksi melalui proses kuratorial yang cermat oleh dewan juri yang terdiri dari Wiyu Wahono (kolektor seni), Heri Pemad (Founder ArtJog) dan Angga Aditya (CEO Grey Art Gallery).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved