Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Apa yang terlintas dipikiranmu ketika membayangkan makanan khas Sukabumi, Jawa Barat?
Apakah itu mochi atau justru kamu sama sekali belum tahu?
Jangan khawatir, berikut ini tersedia beberapa rekomendasi makanan khas Sukabumi yang dapat kamu coba.
Baca juga : Ayep Zaki dan NasDem Bangun Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan untuk Sejahterakan Sukabumi
Mencoba makanan khas daerah akan memberikan pengalaman kuliner yang unik dan tak terlupakan.
Pasalnya, setiap daerah memiliki makanan dengan ciri khas dan rasa yang berbeda.
Keunikan dan perbadaan dari makanan tersebut akan membuat kamu memiliki cerita yang tak terlupakan.
Baca juga : Sukabumi Diguncang Gempa Magnitudo 4,5
Bukan hanya itu, mengonsumsi makanan daerah juga termasuk ke dalam tindakan menjaga warisan budaya dan mendukung ekonomi lokal.
Rasanya nggak lengkap kalau kamu nggak mencicipi mochi saat sedang berlibur ke Sukabumi.
Apalgi mochi merupakan salah satu makanan khas Sukabumi yang banyak dicari para wisatawan.
Baca juga : Pacu Kualifikasi Petani Muda, Kementan Lakukan Pendampingan di Sukabumi
Makanan ini memiliki pengaruh dari Jepang.
Jika dilihat dari sejarahnya, mochi berawal dari masa penjajahan Jepang.
Saat itu, para penjajah meminta para penduduk setempat untuk membuat mochi.
Baca juga : Ayep Zaki Terima Aspirasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia
Seiring dengan berkembangnya waktu, masyarakat setempat membuat mochi sendiri dan akhirnya terkenal sampai saat ini.
Walaupun memiliki pengaruh dari Jepang, mochi Sukabumi tetap memiliki ciri khas.
Salah satunya yaitu isian kacang tanah yang tidak ditemukan pada mochi Jepang.
Baca juga : Ayep Zaki Komitmen Bangun Sukabumi dengan Resmikan Jalan Kampung Purwasari
Selain itu, mochi Jepang juga tidak mengenal pembungkus mochi dari bambu.
Mochi Kaswari Lampion merupakan salah satu toko mochi yang banyak diincar para wisatawan.
Toko yang sudah berdiri sejak tahun 1983 itu menyediakan berbagai varian rasa mochi yang menggugah selera.
Baca juga : 10 Makanan Khas Bandung yang Wajib Dicoba, Unik dan Harganya Terjangkau!
Bingung nyari sarapan saat berlibur ke Sukabumi?
Lebih baik coba makan bubur ayam Bunut deh.
Makana khas Sukabumi yang satu ini sangat populer di antara para wisatawan.
Baca juga : Ada Seblak! Ini 10 Makanan Khas Jawa Barat yang Rugi Kalau Nggak Dicoba
Kamu bisa menemui bubur ayam ini di dekat RSUD R Syamsudin SH, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.
Atau, kamu juga dapat mencicipi kuliner khas yang satu ini di dekat Lapang Merdeka Kota Sukabumi.
Sebenarnya, makanan ini tidak jauh berbeda denganbubur pada umumnya.
Baca juga : Timnas AMIN Temui Ratusan Relawan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di Sukabumi
Namun, bubur ayam bunut tetap memilki ciri khas, yaitu topping yang banyak.
Kamu bisa menikmati berbagai macam topping bubur, seperti cakwe, suwiran ayam, kacang kedelai, irisan seledri dan bawang goreng.
Untuk memperkaya citarasa, kamu dapat melengkapi bubur ayam bunut dengan sambal dan juga kerupuk.
Baca juga : Liburan, Kawasan Pantai Palabuhanratu Dipadati Wisatawan
Makanan khas Sukabumi yang berikutnya yaitu Bandros Atta.
Kamu wajib mencoba camilan yang satu ini, mengingat bandros Atta termasuk ke dalam makanan yang legendaris karena sudah eksis sejak puluhan tahun yang lalu, tepatnya 1960.
Citarasa yang ditawarkan tidak berubah sejah dahulu.
Baca juga : Tim Universitas Pakuan Kunjungi Kasepuhan Ciptagelar
Pasalnya, resep bandros Atta diwariskan secara turun menurun.
Dilihat dari bentuknya, bandros mirip dengan kue pancong khas Betawi.
Bedanya, bandros memiliki tambahan bahan lain, seperti tepung beras, santan, dan potongan kelapa ukuran kecil.
Baca juga : Gempa Berpusat di Sukabumi, Terasa Hingga Depok
Hal ini membuat bandros memiliki kombinasi citarasa gurih dan manis yang pas.
Ketika masuk ke dalam mulut, kamu akan merasa renyah di luar dan lembut di dalam.
Bandros Atta disajikan dengan berbagai pilihan rasa, yaitu original, keju, dan cokelat.
Baca juga : Sukabumi Minta PVMBG Kaji Retakan Tanah akibat Gempa di Kota Bogor
Kamu bisa menikmati makanan khas ini seharga belasan ribu rupiah. Dijamin kenyang karena porsinya cukup besar dan padat.
Lokasi Bandros Atta yaitu di pinggir Jalan Gudang, Cikole, Kota Sukabumi.
Bandros Atta cocok buat kamu yang ingin kuliner malam. Pasalnya, Bandros Atta buka mulai 16:00 hingga 00:00 WIB.
Baca juga : Kementan Gencar Ajak Petani Percepat Masa Tanam
Bukan hanya Bandros Atta, Sekoteng Singapore juga bisa menjadi pilihan wisata kuliner di Sukabumi pada malam hari.
Sekoteng Singapore berlokasi di sekitar Jalan Ahmad Yani dan buka sejak 16:00 hingga 01:00 WIB.
Merasakan cuaca dingin di malam hari, memang cocoknya ditemani sekoteng Singapore yang menghangatkan.
Baca juga : Satu Rumah Ambruk Terdampak Pergerakan Tanah di Sukabumi
Apalagi ketika sedang hujan, sekoteng Sukabumi pas banget untuk menemanimu.
Seperti sekoteng pada umumnya, sekoteng Sukabumi juga dibuat dari air jahe.
Yang menjadi pembedanya yaitu topping yang digunakan.
Baca juga : 38 Jiwa Terdampak Tanah Longsor di Kabupaten Sukabumi
Dalam satu porsi, sekoteng Sukabumi berisi roti, kolang-kaling, kacang-kacangan, mutiara, dan biskuit.
Tenang saja jika kamu tidak kuat dengan citarasa yang dihasilklan oleh jahe. Kamu akan diberikan segelas teh tawar untuk menetralisir rasa.
Kamu bisa menikmati kuliner khas ini dengan harga mulai dari Rp15.000 untuk satu porsinya.
Baca juga : Cikole Paling Sering Dilanda Bencana di Kota Sukabumi
Makanan khas Sukabumi yang berikutnya yaitu mi goreng Mang Udin Nusantara.
Bukan hanya bandros Atta, Mi Goreng Mang Udin Nusantara juga termasuk kuliner legendaris di Sukabumi.
Makanan ini sudah eksis sejak tahun 1978 dan masih digandrungi oleh banyak orang hingga saat ini.
Baca juga : Relawan Mas Gibran Gelar Dua Kegiatan Pembagian Sembako di Sukabumi
Di sini, hanya ada satu varian mi sebagai menu utama, yaitu mi goreng dengan toping sayur dan suwiran ayam.
Yang membuat makanan ini berbeda yaitu penggunaan mi tebal dan kecap khas Sukabumi.
Kamu akan merasakan citarasa gurih dan manis yang pas. Selain itu, potongan daging ayamnya juga juicy dan tidak alot.
Baca juga : Lapis Bogor Sangkuriang dan IPB Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi Petani Talas
Satu porsi mi goreng ini cukup besar, bisa dikonsumsi hingga 3 orang.
Uniknya, jika kamu menyantap makanan ini di tempat, mi goreng akan dihidangkan di atas daun pisang.
Untuk menikmati makanan ini, kamu bisa mengunjungi Jalan Arif Rahman Hakim dan mengeluarkan uang Rp50.000 untuk satu porsi.
Baca juga : Mulai Senin, 16 Oktober, Jembatan Cikereteg di Bogor Berfungsi Penuh
Jangan lupa untuk mencoba nasi uduk ungu saat sedang berada di Sukabumi.
Pasalnya, makanan ini telah menjadi salah satu ikon Kota Sukabumi.
Nasi uduk ungu ini sama seperti nasi uduk pada umumnya yang bercitarasa gurih.
Baca juga : Pj Gubernur Jawa Barat Ikut Bersih-Bersih Pantai Cibutun Sukabumi
Namun, yang menjadi pembeda adalah warnanya, yaitu ungu.
Bukan sekadar warna saja, warna ungu yang berasal dari ubi ungu yang dihaluskan ini juga menciptakan rasa manis yang membuat citarasa sajian ini beda dari yang lainnya.
Biasanya, nasi uduk ungu khas Sukabumi akan disajikan dengan berbagai lauk, seperti tahu, ayam goreng, tempe, telur dadar, dan lalapan.
Baca juga : Enam Penjabat Kepala Daerah di Jawa Barat akan Dilantik Pekan Depan
Jika kamu menyukai pedas, kamu juga menambahkan sambal.
Ada banyak tempat makan yang menyediakan nasi uduk ungu.
Namun, salah satu tempat yang paling terkenal yaitu Mamih Ungu di Jalan Brawijaya Nomor 16, Kecamatan Gunungpuyuh, Sukabumi.
Baca juga : Komisi VI DPR Apresiasi Tol Bocimi Mampu Tingkatkan Perekonomian Sukabumi
Makanan khas Sukabumi yang terakhir dalam daftar ini yaitu geco.
Geco sendiri merupakan singkatan dari tauge dan tauco.
Dalam satu porsinya, geco terdiri dari tauge, tauco, tahu, ketupat, dan mi.
Baca juga : Tol Bocimi Bakal Dongkrak Bisnis Properti di Kota Sukabumi
Saat mencicipi geco, kamu akan merasakan perpaduan citarasa asam dan manis.
Kamu dapat menikmati hidangan khas Sukabumi dengan harga terjangkau dan dapat ditemukan salah satunya di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Baros.
Dengan porsi yang pas, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, kamu akan merasa kenyang dengan pengalaman kuliner yang otentik.
Baca juga : DKP Kabupaten Sukabumi Rancang Pembangunan Unggulan Perikanan
Demikianlah beberapa makanan khas Sukabumi, Jawa Barat, yang bisa kamu cicipi ketika sedang berada di daerah tersebut.
Walaupun Sukabumi adalah kota yang kecil, jangan ragukan kelezatan dan keunikan dari makanan khasnya.
Makanan khas Sukabumi sangat beragam, bahkan kamu bisa menikmatinya di malam hari dengan pilihan kuliner yang tersedia.
Baca juga : SDG Latih Santri Milenial untuk Ternak dan Budi Daya Nila
Setelah membaca ulasan di atas, kamu tertarik untuk mencoba makanan khas Sukabumi yang mana?
Proses perbaikan masih berlangsung secara intensif dengan fokus pada perkuatan tubuh ban rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. U
Hasil asesmen di lapangan, panjang rekahan tanah sekitar 8 meter dengan kedalaman 50 sentimeter.
Di Kampung Cibolang RT 03/06 Desa/Kecamatan Curugkembar, dampak cuaca ekstrem mengakibatkan sebuah jembatan tergerus longsor.
Berdasarkan hasil monitoring di Pasar Pelita dan Tipar Gede, harga komoditas yang cenderung masih stabil antara lain beras.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Sukabumi meminta bantuan Pemprov Jabar memperbaiki ruas Jalan Merbabu di Kecamatan Gunungpuyuh.
Penerapan WFH merupakan bagian dari efisiensi. Terutama upaya menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved