Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis kedokteran olahraga Antonius Andi Kurniawan menjelaskan beberapa jenis cedera di sekitar kaki yang paling sering dialami oleh para pelari.
Riset yang diterbitkan di jurnal Sports Medicine pada 2014 menyebutkan overuse injury atau penggunaan berlebihan merupakan cedera yang paling sering dialami para pelari. Cedera karena penggunaan berlebihan muncul dari akumulasi mikrotrauma dan disebabkan oleh ketegangan berulang.
"Kalau bicara sendi dan otot, paling sering adalah overuse injury. Tipe cedera ada dua, trauma dan overuse. Kalau trauma itu seperti keseleo. Kalau overuse karena ada repetitif movement dan akumulasi mikrotrauma ketegangan tulang sehingga menyebabkan cedera pada pelari," kata Andi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) di Jakarta, Rabu (7/9).
Baca juga: Cara Mencegah dan Mengatasi Cedera Usai Olahraga atau Bertanding
Overuse injury biasanya menimbulkan rasa sakit di bagian depan lutut atau di sekitar tempurung lutut yang disebut dengan cedera runners knee.
Nyeri pada bagian lutut ini juga dapat terjadi karena total kilometer jarak lari yang ditempuh per minggu cukup tinggi (higher mileage).
Andi menjelaskan olahraga lari memiliki hukum 10% peningkatan weekly mileage atau total kilometer dalam satu minggu tidak boleh melebihi 10% dibandingkan minggu sebelumnya.
Ia mengatakan pelari yang peningkatan total kilometer per minggu lebih dari 10% memiliki risiko cedera yang lebih tinggi.
"(Hukum 10 persen) misalnya saya lari (total) empat kali (seminggu). Yang weekday, saya larinya 5 kilometer kali tiga hari, kemudian yang weekend 10 kilometer. Berarti total 25 kilometer. Minggu depan itu saya tidak boleh lebih dari 27,5 km total kilometernya," terang Andi.
Kembali ke cedera runners knee, Andi menambahkan cedera jenis ini juga dapat disebabkan oleh otot paha depan yang kaku, otot bokong (glutes) yang lemah, serta permukaan lari yang keras.
Ada pula cedera plantar fasciitis, yang tidak hanya dialami pelari tetapi juga orang-orang pada umumnya. Salah satu penyebab cedera ini adalah nyeri di tulang tumit, baik di bagian bawah atau belakang tumit.
Plantar fasciitis juga timbul karena faktor berat badan berlebih (overweight), faktor otot betis yang kaku atau lemah, berhubungan
dengan telapak kaki datar (flat foot), dan otot hamstring yang lemah.
Jenis cedera yang lain adalah shin splint yang dapat terjadi ketika kaki mendarat pada tumit saat berlari sehingga menimbulkan nyeri di tulang kering bagian depan.
"Biasanya (shin splint) berhubungan dengan heel strike runners, kadar kelemahan dari sendi ankle dan otot tibialis aterior atau otot yang ada di depan. Kemudian biasanya pada saat sering downhill running, ada ketidakseimbangan otot kaki, dan biasanya di permukaan keras," kata Andi.
Selain itu, ada juga cedera illiotibial band syndrome (ITBS) berupa nyeri di sisi luar dari lutut. Cedera ini biasanya timbul karena lari terlalu cepat atau terlalu jauh, pemanasan yang kurang, berlari turun, otot bokong yang lemah, panjang kaki yang berbeda atau panjang tungkai antara kanan dan kiri berbeda beberapa sentimeter.
Terakhir, cedera achilles tendinitis, yaitu nyeri pada belakang tumit atau otot betis bagian bawah.
Cedera ini, kata Andi, biasanya terjadi karena otot betis yang kaku dan atau lemah, serta kenaikan jarak kilometer lari mingguan yang cukup tinggi. (Ant/OL-1)
Adhyaksa International Run 2026 di Bali diikuti 3.500 pelari internasional. BNI dorong sport tourism, ekonomi lokal, dan digitalisasi keuangan.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Zeth Boroh mengungkap faktor pemicu cedera lari, mulai dari salah pilih sepatu hingga masalah anatomi kaki.
HUAWEI WATCH GT Runner 2 resmi hadir di Indonesia. Smartwatch lari dengan GPS presisi, fitur Intelligent Marathon, dan desain titanium ringan.
Sebagai perangkat yang difokuskan untuk olahraga lari, Amazfit Active 3 Premium dilengkapi dengan training plan berbasis sains.
Masalah utama yang sering dihadapi pelari urban adalah sepatu yang cepat rusak, hilangnya daya responsif, serta rasa cepat lelah akibat penggunaan rutin.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
Menurutnya, kondisi sekarang membuat penggemar bulu tangkis harus realistis dalam beberapa tahun ke depan karena regenerasi tidak bisa instan.
Jonatan Christie yang turun di partai pertama menyerah 19-21, 14-21 dari Christo Popov, disusul kekalahan Alwi Farhan dari Alex Lanier.
Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, menjelaskan bahwa rangkaian persiapan ini sengaja dimulai lebih awal untuk menyelaraskan dengan jadwal pengundian grup.
Kekalahan langsung menjatuhkan Indonesia ke posisi ketiga klasemen grup dan tersingkir meski mengantongi dua kemenangan atas Aljazair dan Thailand.
Hobi olahraga ini diakui Acha bukan sekadar untuk menjaga penampilan, melainkan demi kesehatan jangka panjang dan menjaga stamina sebagai seorang ibu.
PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) terus mempererat hubungan kemitraan dengan 19 instansi yang berasal dari sektor pemerintah dan dunia usaha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved