Waspada Cedera Lari, Kenali Faktor Risiko dari Sepatu hingga Anatomi Kaki

Basuki Eka Purnama
21/4/2026 10:38
Waspada Cedera Lari, Kenali Faktor Risiko dari Sepatu hingga Anatomi Kaki
Ilustrasi(Freepik)

OLAHRAGA lari kian digemari masyarakat urban, namun di balik tren ini terdapat risiko cedera yang mengintai jika tidak dilakukan dengan benar. Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Zeth Boroh, Sp.KO, ALK, mengungkapkan bahwa pemilihan perlengkapan dan pemahaman terhadap kondisi tubuh menjadi kunci utama dalam mencegah cedera.

Dalam sebuah acara temu media di Jakarta, dikutip Selasa (21/4), Zeth menekankan bahwa salah satu pemicu utama cedera adalah penggunaan sepatu yang tidak tepat. Menurutnya, banyak pelari yang terjebak pada tren tanpa mempertimbangkan aspek fungsionalitas.

"Pemilihan sepatu tidak bisa hanya karena mahal atau sedang hype. Sesuaikan dengan kondisi kaki. Jika dipakai terasa nyaman, berarti sepatu itu pas untuk kaki Anda," ujar dokter lulusan spesialis kedokteran olahraga Universitas Indonesia tersebut.

Faktor Anatomi dan Berat Badan

Selain faktor eksternal seperti sepatu, Zeth menjelaskan bahwa anatomi kaki memegang peranan vital. Bentuk telapak kaki, seperti kaki datar (flat foot) atau lengkungan tinggi, sangat rentan terhadap plantar fasciitis, yaitu peradangan pada jaringan lunak dari tumit hingga jari kaki.

Kondisi fisik lainnya seperti bentuk kaki X atau O juga memengaruhi keseimbangan beban saat berlari. Hal ini diperparah jika pelari memiliki berat badan berlebih (obesitas).

"Pembebanan pada lutut dan pergelangan kaki menjadi lebih tinggi, apalagi lari adalah olahraga dengan high impact," tambahnya.

Bahaya Overtraining

Faktor terakhir yang sering diabaikan adalah pola latihan. Zeth menyoroti fenomena pelari yang memaksakan diri mengikuti berbagai perlombaan (race) setiap minggu tanpa memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih.

"Ada pasien yang latihan hampir setiap hari karena jadwal race yang padat. Tanpa recovery yang cukup, terjadi overtraining yang berujung pada cedera," tegasnya.

Berikut adalah ringkasan faktor-faktor risiko cedera saat berlari menurut dr. Zeth Boroh:

Kategori Faktor Detail Risiko
Sepatu Lari Ukuran tidak sesuai, hanya mengikuti tren, atau sepatu yang sudah terlalu sering dipakai (aus).
Anatomi Kaki Telapak kaki datar (flat foot), lengkungan tinggi, serta bentuk kaki X atau O.
Kondisi Fisik Kelebihan berat badan (obesitas) yang meningkatkan beban pada lutut dan engkel.
Pola Latihan Latihan berlebihan (overtraining), kurangnya waktu pemulihan (recovery), dan teknik lari yang tidak efisien.

Sebagai langkah preventif, Zeth menyarankan para pelari untuk melakukan pemeriksaan anatomi kaki dan memastikan pola latihan yang seimbang guna menghindari risiko cedera jangka panjang. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya