Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIRJEN Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) HIlmar Farid mengungkap pihaknya bakal mengirim tim ahli untuk meneliti Prasasti Pucangan yang bercerita tentang silsilah Raja Erlangga di Museum India.
"Tim ahli mungkin dua orang, satu substansi dari prasasti itu, satunya lagi yang fokus pada penelitian asal-usul prasasti itu kenapa sampai bisa ke sana," katanya di Magelang, Rabu (7/9).
Ia menyampaikan hal tersebut usai meninjau hasil karya seni pada Festival Indonesia Bertutur yang dipamerkan di Museum H. Widayat Kabupaten Magelang. Menurut Hilmar, nantinya penelitian itu sampai pada kesimpulan dan menghasilkan rekomendasi.
Berbicara mengenai pengembalian prasasti tersebut sebenarnya sudah dimulai tiga tahun yang lalu oleh KBRI. Pihak KBRI berbicara dengan pejabat Kementerian Kebudayaan India dan dalam pertemuan itu sudah dinyatakan oleh pihak India tidak ada keberatan seandainya Indonesia meminta benda itu dikembalikan ke Indonesia.
Ia menyampaikan prosesnya tentu akan secepat mungkin, seperti lazimnya pengembalian dalam kasus benda-benda dari Belanda yang memakan waktu. Hilmar berharap November tahun depan yang bertepatan dengan berlangsungnya KTT G20 di India, prasasti itu sudah bisa dieksekusi.
"Ada teman-teman yang ingin lebih cepat, kalau saya maunya besok, tetapi kenyataan di lapangan segala macam proses perlu menyiapkan dokumentasi, melakukan riset yang benar, kesepakatan dan seterusnya memerlukan waktu," tuturnya.
Ia mengatakan prasasti di India ada di dalam gudang dan dalam kondisi baik.
"Paling tidak waktu kemarin saya ke sana itu ada di dalam gudang, tetapi di bagian koleksi yang sedang disiapkan untuk dipamerkan," ungkapnya.
Baca juga: Kembalikan Prasasti Pucangan Demi Keutuhan Peradaban Bangsa
Berdasarkan keterangan pihak Museum India, awalnya ada rencana untuk memamerkan Prasasti Pucangan. Namun, setelah mengetahui arti penting dari prasasti itu, pihaknya mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanannya, keutuhannya, sehingga dalam keadaan terawat.
Hilmar menjelaskan prasasti itu berisi silsilah Raja Erlangga dan berbagai peristiwa yang terjadi pada masa kepemimpinan Raja Erlangga abad XI. Prasasti itu dalam dua bahasa, satu sisi bahasa Sansekerta dan satu sisi lagi bahasa Jawa Kuno.
"Hal itu justru menunjukkan kerja sama memang mutlak diperlukan karena pihak India yang bisa Sansekerta dan pihak Indonesia yang Jawa Kuno. Jadi nanti lihat kesimpulan dari para ahli itu beserta rekomendasi, tentu kami komunikasikan ke teman-teman media," pungkasnya.
Ia menyampaikan prasasti itu sudah 208 tahun di India, karena dibawa dengan kapal pada tahun 1814.(Ant/OL-5)
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
HMD Global bersiap meluncurkan HMD Vibe 2 5G pada Mei. Smartphone ini diprediksi hadir dengan harga terjangkau dan fitur 5G untuk segmen entry-level.
Pertemuan dilakukan antara API dengan India ITME Society di Bandung. Tujuannya untuk mengatasi kendala peningkatan produktifitas tekstil dan garmen.
Sembilan polisi di India dijatuhi hukuman mati setelah terbukti menyiksa ayah dan anak hingga tewas di dalam tahanan. Kasus ini membongkar sisi gelap brutalitas polisi.
Peradangan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk jantung.
Strategi ekspansi yang akan dilakukan kedua belah pihak yakni pengembangan way-side amenities (fasilitas peristirahatan) sebanyak 500 gerai dalam 5 tahun ke depan.
Sidang putusan kasus korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek dijadwalkan 30 April 2026. Kerugian negara disebut capai Rp2,1 triliun.
Meski demikian, jaksa penuntut umum tetap menuntut Ibrahim dengan hukuman 15 tahun penjara serta uang pengganti sebesar Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara.
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), sosok Ibrahim Arief alias Ibam, konsultan teknologi sekaligus CTO GovTech Edu, dituding sebagai arsitek utama di balik terpilihnya produk Google
Pendanaan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendukung peran CESGS sebagai PUI-PT Bisnis Berkelanjutan.
Saksi proyek pengadaan Chromebook Kemendikbudristek akui raup untung Rp10,2 miliar dan kembalikan Rp5,1 miliar ke Kejagung dalam sidang Tipikor Jakarta.
Nadiem menyampaikan bahwa dirinya tetap siap mengikuti persidangan, meski masih menjalani perawatan medis berdasarkan rekomendasi dokter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved