Pengusaha Tekstil Indonesia dan India Kerja Sama Hadapi Tantangan Dunia

Sugeng Sumariyadi
13/4/2026 20:52
Pengusaha Tekstil Indonesia dan India Kerja Sama Hadapi Tantangan Dunia
Pertemuan pengusaha tekstil dan garmen asal India dan Indonesia berlangsung di Hotel Sheraton, Kota Bandung(MI/SUMARIYADI)

KOLABORASI menjadi pilihan bagi para pengusaha tekstil dan garmen India dan Indonesia untuk menghadapi ketatnya persaingan global. Upaya kerja sama itu dimulai India International Textile Machinery Exhibition (ITME) dan Asosiasi Pertekstilan di Kota Bandung, Senin (13/4).

Dalam Interactive Business Session itu, Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa mengungkapkan di tengah kekhawatiran akan kenaikan harga energi dunia dan dinamika konflik geopolitik yang memengaruhi rantai pasok tekstil garmen dunia, pengusaha Indonesia dan India bekerja sama. Tujuannya untuk mewujudkan pertumbuhan utama industri tekstil dan garmen dunia.

"Gejolak perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah mengakibatkan melambungnya harga bahan bakar dunia, termasuk
meningkatkan harga bahan baku tesktil dan garmen. Apalagi dengan kegagalan perundingan Iran dan Amerika Serikat di Pakistan, mendorong perlunya antisipasi jangka pendek menengah," ungkapnya.

Untuk itu, pertemuan dilakukan antara API dengan India ITME Society di Bandung. Tujuannya untuk mengatasi kendala peningkatan produktifitas tekstil dan garmen.

Pertemuan pengusaha kedua negara ini dihadiri sekitar 50 pelaku usaha pertekstilan India dan Indonesia.


Tingkatkan kinerja


Pada kesempatan itu, Ketua India ITME Society, Mr Ketan Sanghvi, menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan API. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia ke dunia.

"Kehadiran kami bersama perusahaan-perusahaan produsen mesin tekstil India ke Indonesia ini untuk berkolaborasi dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia. Kami siap bekerja sama dalam inovasi dan modernisasi permesinan industri pertekstilan di Indonesia," paparnya.

Indonesia dan India, lanjutnya, adalah mitra yang sangat penting untuk menjalin kerja sama perdagangan antar negara.

Menurut dia, kolaborasi antara India dan Indonesia menjadi kunci menghadapi tantangan global saat ini.

"Kita bersama akan mampu mengatasi disrupsi rantai pasok, tekanan biaya energi, dan kebutuhan akan mesin mesin hemat energi dan bertehnologi tinggi. Kemitraan strategis menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri tekstil masa depan,” ujarnya.

Lebih jauh, Ketua Umum API Jemmy Kartiwa menyambut baik kehadiran delegasi permesinan tekstil India. Saat ini India maju dalam industri permesinan tekstil dan garmen, sehingga produktifitas negara itu tergolong tinggi.

"Kami menyambut baik kehadiran para pengusaha mesin tekstil India. Semoga banyak anggota API bisa memanfaatkan kunjungan dan kerja sama ini untuk saling belajar," tandasnya.


Digitalisasi rantai pasok

 

Jemmy menambahkan seluruh industri tekstil dan produk tekstil Indonesia
akan melakukan berbagai jenis corporate action demi efisiensi energi dan peningkatan produktifitas.

"Kami juga mengapresiasi pemerintah yang telah mendukung iklim investasi padat karya yang semakin baik," paparnya.

Forum Interactive Business Session ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku industri India dengan mitra lokal dalam rangka memperluas investasi, perdagangan, serta kolaborasi teknologi.

Indonesia dilirik sebagai destinasi strategis, terutama seiring berkembangnya tren sustainable fashion dan digitalisasi rantai pasok global. Indonesia didukung jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan kelas menengah yang signifikan, serta komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan ekspor sektor tekstil nasional yang saat ini mampu menunjukkan resiliensi.

Pertemuan teknologi mesin ramah energi di Bandung antara India dan Indonesia ini membahas bagaimana transformasi teknologi dan otomatisasi bisa diaplikasikan tanpa mengorbankan tenaga kerja padat karya yang saat ini masih sangat dibutuhkan baik di India
maupun Indonesia.

“Produktifitas penting, tetapi lapangan kerja padat karya juga urgen,” tambah Jemmy.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner