Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengingatkan para orangtua bahwa anak harus dirangsang untuk banyak bergerak karena akan berpengaruh positif terhadap tumbuh kembang mereka.
"Dari aspek tumbuh kembang anak, anak harus dirangsang untuk beraktivitas fisik entah kejar-kejaran, main sepeda, bahkan nge gym dan latihan beban," kata Piprim, dikutip Senin (5/9).
Menurut Piprim, dalam mengajak anak berolahraga, orangtua harus mengetahui minat dan kecenderungan anak terhadap aktivitas olahraga tertentu.
Baca juga: Deteksi Dini Gangguan Tiroid, Cegah Gangguan Perkembangan Bayi
Bahkan, menurut dia, tidak masalah jika anak lebih menyukai olahraga berat seperti latihan beban selama intensitasnya tidak berlebihan dan sesuai dengan usianya.
"Enggak usah kita paksa maunya kita, kita cukup mengarahkan saja. Tetapi pada prinsipnya, anak-anak itu boleh latihan beban sepanjang itu sesuai dengan usianya," ujar Piprim.
Piprim kemudian mengambil contoh anak-anak di Rusia yang sudah latihan beban sejak dini. Mereka tumbuh menjadi anak yang sehat dan memiliki postur tubuh tinggi.
Hal tersebut, kata dia, merupakan bukti bahwa tidak ada masalah jika anak melakukan latihan beban.
Sayangnya, pandemi telah membuat segala aktivitas harus dilakukan di rumah, dan, menurut Piprim, anak-anak menjadi jarang bergerak sehingga tubuh mereka tidak bugar.
"Anak-anak yang dikurung terus di rumah, ini sangat bermasalah karena kalau dikurung biasanya larinya ke gadget dan snacking," imbuh Piprim.
Menurut Piprim, terlalu banyak snacking, apalagi yang berupa junk food, akan menyebabkan gula darah meningkat kemudian membuat seseorang berada dalam kondisi sugar crash.
"Akan ada sugar crash, gula darahnya menurun, pada saat itu kita lapar lagi, merangsang snacking lagi. Terus begitu. Padahal snack itu terus akan menimbun kalori di tubuh kita lebih banyak," kata Piprim.
Oleh karena itu, Piprim mengingatkan orangtua untuk mulai mengarahkan anak untuk aktif bergerak dan berolahraga agar tubuh mereka tetap bugar. Tidak lupa, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan jika aktivitas dilakukan di luar rumah.
"Jangan sampai anak-anak itu dikurung saja dan ini nantinya akan ada banyak masalah, karena exercise is a treatment sebetulnya. Jadi sangat bagus (sebagai langkah) promotif, preventif, juga kuratif," pungkas Piprim. (Ant/Ol-1)
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Roblox memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia untuk melindungi pengguna di bawah 16 tahun dengan kontrol orang tua yang lebih ketat.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Pengumuman SNBP 2026 memicu refleksi mendalam bagi orang tua. Fokus kini bergeser dari sekadar nama besar kampus ke relevansi kurikulum dan kesiapan kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved