Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG Grace E Sameve menyarankan orang-orang melakukan teknik pernapasan 456 guna membantu menenangkan diri saat mengalami emosi yang intens sekaligus mengatur napas.
"Tujuannya meregulasi ulang pernapasan agar lebih teratur, untuk menghadapi emosi-emosi intens atau tiba-tiba muncul dan kita tidak tahu itu apa," ujar dia dalam webinar Cegah dan Atasi Tantrum pada Anak, Tingkatkan Performa si Kecil di Sekolah, Rabu (24/8).
Dia mengatakan, pertama, pastikan dulu anak sudah dalam situasi aman misalnya dengan menitipkan pada pasangan.
Baca juga: Tiga Trik agar Cepat Tertidur di Malam Hari
Anak yang berada dalam kondisi aman akan memudahkan orangtua yang ingin melakukan teknik pernapasan 456 berkonsentrasi dan menenangkan diri.
Langkah berikutnya, dalam posisi duduk atau berdiri, seseorang dapat mencoba menutup mata agar konsentrasinya tidak terganggu.
Selanjutnya, cobalah menarik napas lewat hidung empat detik hitungan, lalu menahannya selama lima detik hitungan kemudian buang napas lewat mulut selama enam detik hitungan.
"Ini umumnya perlu dilakukan beberapa kali karena kalau pertama kali masih agak kagok atau menghitungnya kecepatan karena emosinya masih tinggi banget," tutur Grace
Grace menegaskan, tujuan melakukan teknik pernapasan ini untuk mengatur ulang keteraturan pernapasan.
Menurut dia, saat seseorang mengalami emosi yang intens atau meluap-luap disadari atau tidak biasanya menyebabkan napas menjadi tidak teratur (biasanya lebih cepat).
Cara ini, sambung dia, mungkin tidak dapat menyelesaikan semua masalah tetapi menjadi langkah awal atau pertolongan pertama dalam mencari solusi misalnya berlatih mengenali emosi atau menjalani konseling.
"Umumnya akan lebih tenang supaya kita bisa mengambil keputusan apa yang harus dilakukan selanjutnya dengan lebih wise atau tidak dipengaruhi emosi intens yang kita rasakan," kata Grace.
Berbagai penelitian menunjukkan pengalaman emosi seseorang kompleks dan ini terkadang menyebabkan detak jantung jadi lebih cepat, pipi menjadi merah, dan pernapasan tidak teratur. (Ant/OL-1)
Japanese Walking Exercise adalah latihan sederhana yang memadukan postur tubuh tegap dengan teknik pernapasan panjang (tarik 3 detik - hembus 7 detik) saat berdiri atau berjalan
Riset terbaru ungkap High Ventilation Breathwork (HVB) mampu memicu rasa bahagia, tenang, hingga pengalaman spiritual mirip efek psikedelik tanpa obat.
Optimalkan kualitas vokalmu! Temukan tips ampuh meningkatkan suara penyanyi agar lebih baik, merdu, dan memukau. Raih nada tinggi dengan mudah! Tips untuk Meningkatkan Kualitas
3 Teknik Pernapasan Penting dalam Seni Bernyanyi. Kuasai vokal! Temukan 3 teknik pernapasan esensial untuk penyanyi. Tingkatkan kontrol, resonansi, dan performa bernyanyi Anda sekarang!
Pertolongan pertama pada kasus gawat darurat dapat diberikan oleh siapa saja yang terlatih untuk melakukan pertolongan bahkan oleh orang awam sekalipun.
Polusi udara Jakarta meningkatkan resiko penyakit paru-paru terutama bagi kelompok rentan.
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved