Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PLASTIK-PLASTIK berukuran kecil berisi daging kurban terlihat berjejer di bentangan terpal dan siap dibagikan kepada warga. Pemandangan itu terlihat di sejumlah tempat pemotongan hewan kurban yang ada di wilayah Bogor, Jawa Barat.
Melihat hal tersebut, upaya untuk mengurangi sampah plastik saat pelaksanaan kurban di masa Idul Adha nampaknya masih sulit dilakukan oleh warga. Hal itu dibenarkan oleh Dodi, salah satu pengurus pemotongan hewan kurban di wilayah Ciomas, Bogor.
Baca juga: Mulai 17 Juli, Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Vaksin Booster
"Ya, saat ini kami memang masih pakai plastik untuk distribusi hewan kurban ke warga karena lebih praktis," kata Dodi saat ditemui, Minggu (10/7).
Ia mengungkapkan, di Idul Adha kali ini, pihaknya menerima hewan kurban kambing sebanyak 10 ekor dan sapi 6 ekor. Dengan demikian, diperkirakan akan ada lebih dari 50 bungkus hewan kurban yang akan dibagikan kepada warga sekitar.
Ia mengakui, sebenarnya telah ada imbauan dari pemerintah daerah untuk menghindari penggunaan kantong plastik sekali pakai untuk distribusi hewan kurban. Namun, ia mengungkapkan bahwa wadah lainnya seperti daun, besek atau plastik ramah lingkungan harganya mahal dan masih sulit untuk didapatkan.
"Sebenarnya dari dua tahun lalu kami sudah punya niatan untuk menggunakan wadah ramah lingkungan. Tapi memang setelah disurvei, harganya lebih mahal daripada plastik sekali pakai," ucap dia.
Hal senada juga dikeluhkan oleh pengurus pemotongan kurban di wilayah Salabenda, Bogor. Ia menyatakan bahkan sosialisasi pemerintah daerah terkait imbauan untuk menghindari plastik sekali pakai saat Idul Adha belum dilakukan secara masif.
"Kami malah belum mengetahui adanya imbauan itu. Mungkin diharapkan nantinya pemda bisa lebih masif melakukan sosialisasi dan memberikan percontohan untuk pelaksanaan di tingkat masyarakat," pungkas dia.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri LHK tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tanpa Sampah Plastik. Berdasarkan perkiraan KLHK, jumlah konsumsi hewan kurban 2022 diprediksi sebanyak 1.814.403 ekor. Dengan demikian, Idul Adha kali ini berpotensi menghasilkan sampah plastik sebanyak 124.265.950 lembar.
Karenanya, KLHK mengimbau masyarakat untuk menggunakan wadah ramah lingkungan saat distribusi hewan kurban.
"Kami mohon gubernur, walikota dan bupati dapat menyebarluaskan Idul Adha tanpa plastik ini kepada lingkungannya. Hal itu dilakukan untuk menjaga semangat kondisi minim sampah dan antisipasi jumlah timbulan sampah yang melonjak dan menjaga lingkungan yang bersih dan sehat," tegas Direktur Pengurangan Sampah KLHK Sinta Saptarina. (OL-6)
Pemerintah resmi membebaskan bea masuk bahan baku plastik selama enam bulan untuk menekan dampak kenaikan harga global dan menjaga stabilitas industri, terutama sektor kemasan.
Dukungan pendanaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) berperan penting dalam menjaga keberlangsungan pasokan bahan baku produsen makanan.
Pemahaman masyarakat terkait jenis dan fungsi plastik dinilai masih terbatas, padahal penggunaan yang tidak tepat dapat berdampak pada keamanan serta kualitas produk.
Budi Santoso menyebut pemerintah tengah mengupayakan impor bahan baku plastik dari negara alternatif. Hal itu untuk mengatasi terganggunya pasokan dari Timur Tengah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, usulkan penggunaan daun pisang sebagai alternatif plastik, merespons kenaikan harga plastik yang berdampak pada masyarakat.
Di Pasar Kite Sungailiat Bangka harga cabai rawit saat ini dijual Rp75 ribu per kg untuk lokal, sedangkan cabai rawit luar Rp75 ribu per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved