Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU soal Jakarta tenggelam sudah lama mengemuka. Terakhir, Presiden AS Joe Biden mengungkap hal tersebut dengan prediksi 10 tahun ke depan Jakarta berpotensi tenggelam lantaran perubahan iklim yang memicu naiknya permukaan air laut.
Menanggapi hal itu, Pakar Geodesi Institut Teknologi Bandung Heri Andreas menyebut model prediksi itu sebenarnya telah disampaikan pihaknya sejak 2010. Apalagi dari data-data ukuran hingga potensinya memang ada, terlebih selama ini penurunan permukaan tanah di Jakarta mencapai 10-15cm.
Sementara itu, di pesisir Jakarta sudah berada di dataran rendah yang relatif tidak terlalu tinggi sama laut. Karena tanahnya terus turun, otomatis suatu saat lautnya akan lebih tinggi dari daratan.
"Saat ini dari data ukuran sudah confirm, 14% wilayah Jakarta terutama pesisirnya sudah di bawah laut. Berarti kan ada potensinya untuk tenggelam. Sekarang ada muka air laut meskipun tidak terlalu tinggi ya, hanya 6 mm per tahun sehingga itu menambah risiko," kata Heri kepada Media Indonesia, Sabtu (7/8).
Dia menambahkan meskipun potensi Jakarta tenggelam ada tetapi tidak sebesar yang disampaikan Presiden Joe Biden hingga tenggelam pada 10 tahun mendatang.
"Ketika kita berprediksi itu hal yang belum tentu terjadi, jadi potensi itu ada. Kita bicara 10 tahun lagi nanti berapa persen yang tenggelam, bicara di 2040 berapa persen, 2050 berapa persen, itu ada hitungan. Sebenarnya 10 tahun ke depan, itu potensi ada tetapi tidak mengkhawatirkan dibandingkan 2050," sebutnya.
Baca juga: Tepis Pernyataan Biden, Pakar ITB Sebut Jakarta tidak Mungkin Tenggelam
Berdasarkan kajian ada tiga faktor yang mempengaruhi penurunan permukaan tanah di Jakarta, yakni eksploitasi air tanah, Jakarta dan pesisir Pantura secara umum memiliki tipe tanah lunak sehingga kemungkinan mengalami penurunan atau kompaksi alamiah.
Selanjutnya, ketika tanah lunak mendapatkan beban dari infrastruktur dan urugan tentunya akan mengalami penurunan.
"Ketiga faktor itu yang menyebabkan tanah di Jakarta turun, dengan porsi dan persentase masing-masing," pungkasnya.(OL-5)
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved