Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EPIDEMOLOG UGM, Bayu Satria Wiratama, S.Ked., MPH., mengatakan, pemberian vaksin dosis ketiga sebenarnya belum mendesak. Menurut dia, penelitian lebih lanjut terkait yang menjadi penyebab kematian bagi nakes perlu dilakukan.
Menurut dia, penyebab pasti banyak tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal dunia lebih penting untuk diungkap. Pasalnya, berdasarkan asumsi, para Nakes sudah banyak yang mendapatkan vaksinasi, tapi kenapa masih terkena dan angka kematiannya masih tinggi?
"Apakah memang efektivitas vaksin yang rendah atau ada penyebab lain?" kata Bayu, Sabtu (10/7), dalam siaran pers dari UGM.
Ia mengungkapkan, bukti yang ada belum kuat bahwa dosis ketiga apakah ini diperlukan terutama untuk varian Delta. Selain itu, bukti yang ada juga masih sangat sedikit terkait varian Delta menyebabkan Covid-19 lebih parah daripada varian sebelumnya masih sangat sedikit. Oleh sebab itu, varian delta belum bisa disimpulkan lebih ganas.
Bukti yang lebih kuat, menurut dia, adalah varian delta lebih menular. Hal ini yang menyebabkan kenapa lebih banyak kasus yang berat ketika varian Delta muncul. Varian Delta menyebabkan lebih banyak orang sakit dan hal ini akan berbanding lurus dengan meningkatnya orang yang bergejala sedang-berat.
Terkait banyaknya angka kematian pasien positif Covid-19, hal tersebut tidak lepas dari tingginya kasus positif Covid-19. Lonjakan kasus positif Covid-19 menyebabkan kebutuhan akan tempat perawatan pasien juga meningkat. Padahal kapasitas rumah sakit tidak bisa bertambah dengan cepat.
Akibatnya, banyak pasien yang tidak mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan. "Kondisi ini menyebabkan angka kematian meningkat," terang dia.
Dari data Kemenkes, sekitar 90 persen kasus kematian Covid-19 lebih banyak terjadi pada orang yang belum divaksinasi. Bayu menilai, angka tersebut terlalu optimis karena angka sebenarnya masih di bawah itu.
"Namun, bagi saya, masih cukup bagus untuk mengurangi fatalitas pada Covid-19," kata dia.
Bayu sependapat dengan yang dilakukan pemerintah, yaitu dengan menggenjot program vaksinasi. Pasalnya, masih banyak warga yang enggan melakukan vaksin.
Di sisi lain, vaksinasi harus terus digalakkan karena masih melonjaknya kasus Covid-19 dan kamar khusus Covid-19 di rumah sakit yang penuh. "Saya setuju dengan langkah mempercepat vaksinasi yang seharusnya juga didukung dengan edukasi dan langkah pemberantasan info hoaks agar orang semakin
yakin untuk vaksin," jelas dia.
Menutur Bayu, info hoaks tentang vaksin ternyata lebih masif sehingga hal itu menghambat proses peningkatan angka vaksinasi.
Menurut Bayu, virus SARS-CoV-2 tetap terus bermutasi sehingga perlu vaksin yang lebih baru lagi. Bahkan, semua vaksin yang ada saat ini dapat diperbarui sesuai dengan hasil penelitian yang ada.
"Apabila dinilai varian yang baru benar-benar dapat mengurangi signifikan kemampuan vaksin terhadap virus SARS-CoV-2 maka akan dibuat semacam booster untuk vaksin tersebut," kata dia. Namun, booster itu bisa diberikan jika memang ada alokasi khusus dan tidak mengganggu vaksinasi secara umum. (OL-13)
Baca Juga: Angka Kematian Kasus Covid-19 di Klaten Tembus 1.000 Orang
UniRanks merilis daftar 15 universitas terbaik di Indonesia 2026. UI memimpin di posisi pertama, disusul UGM dan Unair. Cek daftar lengkapnya di sini.
Akademisi UGM Ahmad Athoillah menekankan revitalisasi cagar budaya seperti keraton harus mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.
Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) pertimbangkan langkah hukum usai dilaporkan atas dugaan penistaan agama dalam ceramahnya di Masjid UGM.
Pakar UGM menilai pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun melalui PP Tunas berdampak positif pada kemampuan literasi dan prestasi akademik.
Penelitian kolaboratif antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) membuktikan ekstrak daun kenanga memiliki aktivitas antidiabetes dan antioksidan.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved