Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA pemerintah untuk membuka sekolah dan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021 disambut baik banyak kalangan. Kendati demikian Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan semua pihak yang terkait menyiapkan dengan sungguh-sungguh indikator yang dibutuhkan agar tidak terjadi penularan covid-19.
Menurut Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi indikator itu mungkin tidak bisa secara nasional tetapi indikator wilayah. "Jadi strateginya adalah strategi kewilayahan,” kata Adib pada konferensi pers tentang Jelang 1 Tahun Pandemi Covid -19 di Indonesia.
Ia menjelaskan pada saat kebijakan mengedepankan indikator wilayah, maka harus ada indikator yang dibuat untuk menjadi pedoman, seperti positivity rate, jumlah kasus, dan lainnya. Dengan begitu, apabila aktivitas masyarakat akan dimulai, semua harus mempertimbangankan hal tersebut.
Hal lain yang perlu diperhatikan dari pembukaan sekolah dan PTM yakni kesiapan sekolah seperti ventilasi udara, durasi yakni berapa lama masa pembelajarannya, tempat cuci tangan, serta hal lainnya yang telah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.
Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, dalam peluncuran vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), mengisyaratkan adanya harapan baru pada sektor pendidikan yang terpuruk akibat pandemi. Menurut Nadiem jika vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan selesai pada akhir Juni 2021, maka tahun ajaran berikutnya, pada Juli 2021, bisa diadakan pembelajaran tatap muka di sekolah.
Kebijakan ini dikeluarkan karena semakin muda peserta didik atau jenjang sekolah, semakin sulit melakukan pendidikan jarak jauh. Siswa jenjang PAUD dan SD misal membutuhkan interaksi fisik dan pembelajaran tatap muka.
Bahkan United Nations Children’s Fund (Unicef) menyatakan dalam laporannya pada Desember 2020, terdapat sekitar 938 anak putus sekolah akibat pandemi covid-19. Faktor utama yang menjadi penyebab putus sekolah dikarenakan masalah ekonomi.
Saat ini kondisi mulai sedikit membaik karena sejumlah daerah mulai menerapkan berbagai inovasi PJJ disesuaikan dengan keadaan infrastruktur daerah seperti bekerja sama dengan stasiun televisi dan radio lokal. Sejumlah guru juga mampu menciptakan inovasi yang membuat PJJ diselingi dengan kunjungan ke rumah siswa pada saat-saat tertentu dengan protokol kesehatan yang ketat.
Kemendikbud juga melakukan pengembangan mutu guru agar dapat mengajar PJJ dengan baik, memberikan bantuan gawai dan pulsa. Perbaikan jaringan internet di daerah juga dikebut untuk memperlancar PJJ.(Ant/H-1)
Spesialis UNICEF Muhammad Zainal menekankan pentingnya sanitasi layak dan edukasi untuk menghapus stigma menstruasi bagi perempuan dan remaja putri.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa terdapat sekitar 500 sekolah yang nanti akan menjadi mitra dalam program ini.
Ia menyebut jumlah tersebut setara dengan “ratusan bus sekolah yang dipenuhi anak-anak yang melarikan diri demi keselamatan mereka setiap 24 jam.”
UNICEF mencatat kematian anak di bawah lima tahun turun drastis sejak 2000, namun laju penurunannya melambat sejak 2015, dengan jutaan kematian yang sebagian besar masih dapat dicegah.
Krisis Libanon 2026: UNICEF laporkan 700.000 pengungsi, termasuk 200.000 anak-anak. Angka kematian anak melonjak 25% dalam sepekan. Baca selengkapnya.
Kazemi mengatakan serangan itu telah menewaskan dan melukai siswa dan guru di beberapa provinsi, termasuk Minab, Fars, Ilam, Azerbaijan Timur, Teheran dan Qazvin.
Kemendikdasmen tahun ini memperluas implementasi PJJ jenjang pendidikan menengah di 34 provinsi.
Kemendikdasmen luncurkan PJJ jenjang menengah untuk tekan angka ATS usia 16-18 tahun. Simak kesiapan sekolah induk di Malaysia, Ternate, dan Padalarang.
Saat ini terdapat perbedaan rekomendasi antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait pola kerja fleksibel.
KETUA PP Muhammadiyah sekaligus pengamat pendidikan dan sosial, Anwar Abbas, mengatakan bahwa proses belajar-mengajar memang sebaiknya dilaksanakan secara tatap muka.
SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dudung Abdul Qodir mengapresiasi keputusan pemerintah untuk tetap menerapkan pembelajaran tatap muka.
KEPUTUSAN pemerintah membatalkan rencana pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada April 2026 dinilai sebagai langkah tepat di tengah kekhawatiran penurunan kualitas pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved