Kemendikdasmen Gandeng Tanoto Foundation, UNICEF, dan Global Gate Foundation untuk Tingkatkan Literasi dan Numerasi Anak Indonesia

Despian Nurhidayat
09/4/2026 19:15
Kemendikdasmen Gandeng Tanoto Foundation, UNICEF, dan Global Gate Foundation untuk Tingkatkan Literasi dan Numerasi Anak Indonesia
Ilustrasi(MI/DESPIAN NURHIDAYAT)

KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menegah (Kemendikdasmen) bersama Tanoto Foundation, UNICEF Indonesia, Global Gate Foundation, meluncurkan program Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu dalam rangka peningkatan literasi dan numerasi di tingkat pendidikan dasar. 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa program ini melibatkan 6 pemerintah daerah di antaranya Kota Medan, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Tegal, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Sikka. 

“Program ini merupakan kerja sama yang berkelanjutan yang InsyaAllah nanti akan kita laksanakan sampai tahun 2029. Ini juga memang merupakan usaha kita bersama untuk mengatasi permasalahan yang masih kita hadapi sekarang ini yang belum sepenuhnya recovery, menyangkut learning loss, learning poverty, berbagai capaian skor PISA, dan berbagai capaian akademik yang memang belum sebagaimana yang kita harapkan,” ungkapnya di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (9/4). 

Lebih lanjut, menurutnya berbagai permasalahan ini bukanlah menjadi halangan bagi Indonesia untuk maju, tapi justru menjadi momentum untuk berbuat lebih baik lagi dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak Indonesia khususnya di jenjang pendidikan dasar, lebih khusus lagi yaitu di jenjang SD. 

“Sehingga kami harapkan dengan kerja sama ini kita dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak sekolah dasar di enam kabupaten kota ini sebagai piloting,” tegas Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti menekankan bahwa terdapat sekitar 500 sekolah yang nanti akan menjadi mitra dalam program ini dan Kemendikdasmen akan melakukan tidak hanya pelatihan guru, tapi juga penerapan program dan penyesuaian pembelajarannya agar sejalan dengan kebijakan deep learning atau pembelajaran mendalam. 

“Sehingga pendekatan belajarnya, kemudian buku-buku teksnya dan berbagai hal yang menyangkut peningkatan literasi dan numerasi ini dapat berjalan dengan sukses,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Head of Learning Environment Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mewujudkan pendekatan pembelajaran mendalam di satuan pendidikan. 

“Jadi di dalam kolaborasi ini yang akan didukung oleh 6 kabupaten yang akan bersama-sama menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam itu kalau diwujudkan di dalam kegiatan belajar dan mengajar. Jadi mudah-mudahan ini bisa betul-betul mendukung apa yang memang sudah dicanangkan oleh pemerintah, perlu banyak inovasi, ini adalah salah satu caranya,” ucap Inge. 

Sementara itu, Country Representative UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, mengatakan bahwa dalam program kolaboratif ini, pihaknya akan membawa pengetahuan global yang akan digabungkan dengan konteks penempatan di Indonesia. 

“Kami sudah bekerja di sini selama 75 tahun dan kami rasa penting untuk mendukung prioritas pemerintah, selalu mendukung prioritas nasional dan bagaimana menghubungkannya dengan pemerintah daerah. Kami benar-benar menantikan untuk bekerja dengan semua pemerintah daerah, karena pada akhirnya akan tercipta ekosistem pendidikan di daerah dan bagaimana kita bisa memperkuatnya. Hal itu akan mempengaruhi peningkatan kemampuan anak-anak khususnya peningkatan numerasi dan literasi,” pungkasnya. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya