Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA penyederhanaan kurikulum oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang antara lain menjadikan sejarah bukan lagi pelajaran wajib bagi siswa SMA, bahkan dihilangkan di SMK, ditentang banyak kalangan. Pelajaran sejarah harus dipertahankan karena menjadi instrumen strategis untuk membentuk karakter siswa.
Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Sejarawan Indonesia (PP-MSI) Hilmar Farid meminta Kemendikbud tetap mempertahankan pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran wajib di setiap jenjang. “Pasalnya, pelajaran sejarah menjadi salah satu instrumen strategis untuk membentuk identitas dan karakter siswa,” katanya, kemarin.
Selain itu, Hilmar juga meminta Kemendikbud agar siswa di setiap tingkat pendidikan, baik yang bersifat umum maupun kejuruan, mendapatkan pendidikan sejarah dengan kualitas yang sama. Dia mengingatkan, penyederhanaan kurikulum hendaknya dilakukan dengan orientasi peningkatan mutu pelajaran dan disertai peningkatan kompetensi guru.
Sepaham, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriawan Salim mempertanyakan alasan Kemendikbud untuk meng-
hapus sejarah dari pelajaran wajib di sekolah menengah atas. “Menghilangkan mata pelajaran sejarah di SMK itu juga kami pertanyakan. Kenapa? Karena itu sama saja menjadikan anak-anak hanya siap kerja seperti robot tanpa memahami sejarah bangsanya,” cetusnya.
Satriawan menilai, sejarah harus tetap masuk kurikulum di setiap tingkatan sekolah serta menjadi mata pelajaran wajib umum, seperti bahasa Indonesia, agama, dan pendidikan kewarganegaraan. Pembuatan kurikulum baru, imbuhnya, semestinya membutuhkan waktu panjang dan diskusi yang melibatkan berbagai pihak.
“Bagaimana Kemedikbud bisa mengoordinasikan kurikulum baru bagi guru, sekolah, siswa yang jumlahnya puluhan juta, sedangkan berkoordinasi di internal sendiri saja gagal.”
Satriawan menegaskan, perubahan kurikulum memang sebuah keniscayaan. Namun begitu, saat ini perubahan belum urgent dilakukan. Bagaimanapun kurikulum harus dibuat berdasarkan aspirasi yang muncul di publik. “Ini terlalu terburu-buru, dipaksakan, dan menutup ruang dialog,” tandasnya.
Tahap awal
Belakangan mencuat kabar bahwa Kemendikbud tengah mengkaji penyederhanaan kurikulum guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Wacana mereposisi pelajaran sejarah dalam penyederhanaan kurikulum itu pun sempat mencuat dan menimbulkan pro-kontra.
Rencana perubahan pendidikan sejarah di SMA/SMK tertuang dalam draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tertanggal 25 Agustus 2020. Draf ini beredar di kalangan akademisi dan para guru.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan penyederhanaan kurikulum masih tahapan awal karena membutuhkan proses dan pembahasan yang panjang. “Rencana penyederhanaan kurikulum masih berada dalam tahap kajian akademis” jelasnya.
Totok juga membantah kabar bahwa pelajaran sejarah akan dihapus. Menurutnya, penggodokan penyederhanaan kurikulum dilakukan dengan prinsip kehati-hatian serta akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Dalam proses perencanaan dan diskusi ini, tentunya Kemendikbud sangat mengharapkan dan mengapresiasi masukan dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan, termasuk organisasi, pakar, dan pengamat pendidikan yang merupakan bagian penting dalam pengambilan kebijakan pendidikan,” terang Totok. (X-8)
Mendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menjaga pelaksanaan TKA agar tetap kredibel, transparan, dan berintegritas di seluruh wilayah Indonesia.
Kemendikdasmen luncurkan PJJ jenjang menengah untuk tekan angka ATS usia 16-18 tahun. Simak kesiapan sekolah induk di Malaysia, Ternate, dan Padalarang.
Pendekatan STEM tidak hanya berfokus pada teknologi sebagai alat, juga sebagai sarana untuk membentuk pola pikir kritis dan inovatif dalam memecahkan tantangan dunia nyata.
Karya bertajuk “Penulisan Kaligrafi Mandarin pada Media Payung Terbanyak” tersebut sekaligus mengantarkan sekolah tiga bahasa itu mencatatkan rekor MURI.
APCA Indonesia meluluskan siswa Culinary dan Pastry Arts melalui pendidikan intensif 9 bulan. Fokus pada kesiapan kerja dan standar global industri F&B.
Siswa di daerah itu terpaksa berangkat dan pulang sekolah dengan melintasi pipa air karena jembatan yang biasa mereka lalui ambruk dan tak kunjung dibangun kembali.
Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung bukan sekadar nostalgia sejarah. Menurutnya, semangat tersebut merupakan agenda nyata yang tetap relevan untuk menjawab krisis global
Belanda mengembalikan tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Ketiganya meliputi arca Dewa Siwa abad ke-13, batu berprasasti yang dikenal sebagai Prasasti Damalung, serta mushaf Al-Qur’an
PERAYAAN Imlek kini tidak lagi sembunyi-sembunyi. Imlek bahkan sudah menjadi bagian dari perayaan hari besar dan tradisi budaya masyarakat Indonesia yang multipluralis.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved