Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KUNCI menurunkan angka prevalensi stunting atau tengkes yang masih tinggi di Indonesia yakni melalui pencegahan dari hulu.
Oleh karena itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan untuk menurukan angka prevalensi stunting dibutuhkan keluarga yang matang, kesiapan mental, dan kemampuan ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Menko PMK pada ajang Scaling Up Nutrition (SUN) Annual Meeting 2019 di Jakarta, Jumat (21/12).
Muhadjir mengutip hasil hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019, angka stunting Indonesia sebesar 27,67%. "Dapat dikatakan setiap 10 anak ada 3 di antaranya yang mengalami stunting,"sebutnya.
Menurut Muhadjir, masyarakat perlu memahami bahwa penyebab stunting sangat bisa terjadi dimulai pada fase pranatal atau sebelum kelahiran.
Untuk menanggulanginya, kata Muhadjir, dengan membekali calon pengantin melalui bimbingan pranikah juga salah satu bentuk untuk mencegah lahirnya keluarga miskin baru terkait pentingnya gizi pada anak sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.
Pada dalam kandungan hingga usia dua tahun, anak berada pada periode emas pertumbuhan yang mana otak dan fungsi kognitifnya berkembang sangat pesat. Ia juga menyebut bahwa faktor kemiskinan menjadi salah satu penyebab stunting.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah keluarga di Indonesia per-Maret 2019 sebanyak 47.116.000 dengan jumlah keluarga berstatus sangat miskin dan miskin mencapai 9,4% atau sekitar 9.600.000, pun jika ditambah dengan keluarga hampir miskin menjadi 16,82% atau sekitar 14 juta keluarga.
Sementara itu, pernikahan yang ditangani Kantor Urusan Agama sekitar 1.900.000 pertahun dan jika ditambah dengan yang ada di luar yaitu catatan sipil sekitar 2.500.000.
"Dari jumlah itulah diperkirakan ada sekitar 10% yang berpotensi menjadi keluarga miskin baru atau sekitar 250.000 keluarga per tahunnya," ucapnya.
Muhadjir meyakini, dengan mengikuti program bimbingan pranikah, jumlah calon pasangan pengantin yang berpotensi menjadi keluarga miskin baru itu akan menjadi keluarga yang lebih berkualitas.
"Tidak saja mandiri secara ekonomi, tetapi mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing," tuturnya.
Pemerintah juga akan menyediakan kartu prakerja khususnya bagi calon pasangan pengantin yang belum memiliki pekerjaan.
Nantinya, calon pasangan tersebut akan dibekali kursus keterampilan melalui lembaga pelatihan yang siap menyalurkan lapangan pekerjaan. Termasuk adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pengantin. Terkait ini, Presiden menurutnya sangat mendukungnya.
Dalam Musrenbangnas 2019 di Istana Negara, Presiden juga telah mengarahkan untuk segera diselenggarakan kegiatan Sarapan Bersama di seluruh Indonesia. Kegiatan itu, menurut Muhadjir, juga merupakan salah satu bentuk intervensi permasalahan gizi kurang yang baik.
“Makanannya tidak perlu mahal-mahal. Makanannya dapat berasal dari kearifan lokal setempat,” sebut Muhadjir.
Nantinya, Kementerian Desa dan PDT dapat menganggarkannya untuk kegiatan tersebut. Dari Kementerian Kesehatan juga dapat menyediakan makanan dengan suplemen atau vitamin.
Seperti diketahui, saat ini angka stunting di Indonesia berada pada angka 27,67% (SSGBI 2019) dan pemerintah harus mampu menurunkan angka stunting menjadi 14% di tahun 2024 sesuai dengan arahan Presiden dalam Musrenbangnas pada 16 Desember 2019.
Intervensi yang dilakukan secara terus menerus menjadi bukti nyata dan bermanfaat untuk masyarakat, sehingga percepatan penurunan stunting segera terwujud. (Ind/OL-09)
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat prevalensi stunting di wilayah tersebut berada di kisaran 26,1 persen dan ditargetkan turun sebesar lima persen pada 2026.
Studi IHDC mengungkap hubungan signifikan antara stunting, anemia, dan rendahnya kemampuan working memory pada anak usia sekolah di Indonesia.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan targetkan angka stunting turun ke 7% pada 2026 melalui kolaborasi stakeholder dan penguatan peran SPPG.
IDAI ingatkan orangtua mengenai pentingnya kurva pertumbuhan untuk pantau tumbuh kembang anak secara akurat dan cegah salah diagnosis stunting.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved