Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SOLUSI mengatasi masuknya skrap kertas dan plastik yang bercampur sampah dan limbah berbahan bahaya dan beracun (B3) hingga saat ini masih menggunakan metode re-ekspor atau dikirim kembali ke negara pengekspor.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan, hal itu dilakukan karena pihaknya masih menunggyu revisi Peraturan menteri Perdagangan nomor 31 tahun 2016 yang mengatur limbah non B3 yang bisa diimpor ke Indonesia.
Re-ekspor, tegas Siti merupakan upaya urgensi yang dilakukan Indonesia agar sampah yang tercampur dengan limbah B3 tidak menumpuk di Indoneisa.
Baca juga : Pakaian dari Sampah Meriahkan Karnaval Hut RI 74 di Nagekeo
"Kalau sekarang kita re-ekspor, gak ada cara lain, memang Indonesia mau jadi bank sampah?" kata Siti, ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/8).
Ia mengatakan hingga saat ini, hanya itulah upaya yang bisa dilakukan pemerintah. Namun, tak menutup kemungkinan jika nantinya importir yang memuat limbah berbahaya akan diproses melalui jalur hukum atau pidana.
"Ya, nanti arahnya ke situ," kata Siti. (OL-7)
Menurut Jumhur, tantangan lingkungan hidup di Indonesia cukup kompleks dan membutuhkan penanganan bertahap.
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Pemerintah melangkah lebih jauh dalam mewujudkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.
Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan CitraRaya, Tangerang, tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis metode controlled landfill.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang mencatat produksi sampah di kota itu mencapai 700 ton per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved