Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Ratusan anak generasi milenial terlihat antusias mengikuti kegiatan Konferensi Milenial Inovasi dan Teknologi (KOMIK) perdana yang diselenggarakan di Aula STMIK Kampus Jatiwaringin di Jalan Raya Jatiwaringin No 18 Jakarta Timur, Selasa (23/7). Kegiatan ini mengangkat isu yang yakni ‘Peluang & Tangtangan Generasi Milenial di Era Inovasi & Teknologi Digital’.
Generasi milenial yang hadir pada ini terdiri dari mahasiswa dan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat serta guru pendamping, dosen, masyarakat umum yang berdomisili di Jakarta Timur dan sekitarnya.
Arfhan, selaku penanggung jawab kegiatan KOMIK memapaparkan bahwa kegiatan dibuka oleh sambutan Dr Dwiza Riana selaku Ketua STMIK Nusa Mandiri dan dilanjutkan oleh sambutan dari Ketua Program Studi Teknik Informatika STMIK Nusa Mandiri.
“Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan kali ini yakni Hiro Wardhana, CEO PT Yeloo Integra Datanet Tbk dan Sukmawati Anggraeni Putri, Ketua Program Studi Sistem Informasi STMIK Nusa Mandiri,” tambah Arfhan.
Dr Dwiza pada sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang sudah hadir pada kegiata KOMIK perdana ini. Pada kesempatan ini Dr Dwiza juga memperkenalkan kampus STMIK Nusa Mandiri beserta program studi yang ada di kampus STMIK Nusa Mandiri.
“Sesuai dengan fokus bahasan pada kegiatan ini mengenai peluang dan tantangan generasi milenial di era inovasi dan teknologi digital, kami harapkan peserta yang hadir pada kegiatan ini pulang dengan wawasan dan target jelas untuk menghadapi era inovasi dan teknologi digital saat ini,” kata Dr Dwiza pada sambutannya.
Hiro, pada pemaparan materinya menjelaskan sikap apa saja yang harus dimiliki oleh generasi milenial saat ini untuk dapat menghadapi era invovasi dan teknologi. Yakni attitude, hard skill, soft skill, dan time hacking.
“Generasi milenial juga tidak boleh memiliki sikap manja dan tidak boleh berfikir untuk menjadi orang yang bisa-biasa saja karena kini Indonesia sudah memasuki tahap negara yang menghargai kegagalan dibandingkan saat era industri 1.0 sampai era 3.0. Apabila tidak, kita akan kalah dalam bersaing seperti beberapa pekerjaan yang sudah mulai tergantikan oleh robot ataupun sistem antara lain kasir, penjaga pintu tol, teller bank,” jelas Hiro.
Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Hiro, Sukmawati yang menjadi pembicara pada acara ini juga mengungkapkan bahwa setiap generasi milenial saat ini harus memhami perubahan era industri mulai dari revolusi industri 1.0 sampai dengan industri 4.0 saat ini.
“Generasi milenial di era revolusi industri 4.0 saat ini haruslah selalu mengembangkan kemampuannya baik hard skill maupun soft skill pada dirinya. Dan tentunya generasi milenial saat ini juga harus mengetahui tujuan hidup dan masa depannya dengan jelas,” papar Sukma.
Selain itu, Rifan, salah seorang peserta yang bekerja di Kementrian Keuangan RI pada kegiatan ini mengatakan bahwa para narasumber yang hadir masih terbilang berusia muda tetapi sudah memiliki pemikiran yang matang mengenai perubahan yang pesat di era inovasi dan teknologi digital saat ini.
“Saya senang bisa berdiskusi dengan narasumber pada kegiatan KOMIK ini dan saya rasa peserta yang hadir ke acara ini juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru mengenai bagaimana menghadapi era inovasi dan teknologi digital saat ini,” tutup Rifan. (RO/OL-10)
Mendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menjaga pelaksanaan TKA agar tetap kredibel, transparan, dan berintegritas di seluruh wilayah Indonesia.
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengatasi kendala tersebut agar tidak terjadi di tahun berikutnya.
Dalam konteks ini, pendidikan vokasi seharusnya menjadi solusi strategis. Namun untuk memahami bagaimana seharusnya vokasi berfungsi, kita perlu melihat praktik terbaik global.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan komitmennya melakukan perbaikan besar-besaran sektor pendidikan, mulai dari renovasi fisik sekolah hingga penguatan kualitas pembelajaran.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Ia menjelaskan, upaya memperkuat kepercayaan publik dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan internal, penguatan kontrol terhadap hakim konstitusi.
Di tingkat nasional, Unika Atma Jaya menempati peringkat #4 PTS terbaik se-Indonesia dan peringkat #22 dari seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia.
Kolaborasi antara lembaga peradilan dan perguruan tinggi dinilai semakin penting dalam memperkuat pemahaman konstitusi di Indonesia.
Bagi mahasiswa internasional, memilih kampus tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga kenyamanan tempat tinggal dan jaminan keamanan.
Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam penyelenggaraan Program Sarjana-Magister Terintegrasi (PSMT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved