Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSEUM Macan mempersembahkan Uma, karya terbaru untuk Ruang Seni Anak, yang dikembangkan oleh Ibu Arsitek, sebuah kolektif arsitek perempuan Indonesia. Mulai 29 November 2025, Uma menyuguhkan pengalaman yang hangat dan menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga, mengajak mereka menjelajahi kembali bentang alam, tradisi budaya, serta kearifan leluhur Nusantara.
Selama berabad-abad, masyarakat di seluruh Nusantara hidup dengan pemahaman bahwa manusia dan alam terhubung secara mendalam. Keyakinan ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari arsitektur tradisional, ritual, budaya pangan, hingga cerita yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun, dalam ritme kehidupan modern yang serba cepat, kearifan ini perlahan terasa menjauh.
Uma hadir mengajak keluarga untuk meluangkan waktu sejenak dan meresapi kembali hubungan mendasar antara manusia dan alam. Kata uma berarti “rumah” dan “ibu” dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia. Terinspirasi dari makna tersebut, instalasi ini menghadirkan sebuah ruang bagi pengunjung untuk merenungkan kembali arti hidup selaras dengan lingkungan di sekitar kita.
"Manusia dan alam tidak terpisahkan. Namun, kehidupan modern telah mengubah hubungan ini dan kita semakin berjarak dengan alam. Proyek ini adalah panggilan untuk terhubung kembali. Saya berharap Uma bisa hadir sebagai jembatan antara manusia dan alam, perkotaan dan pedesaan, leluhur dan penerus, serta tradisi dan kebaruan. Kita semua bisa hidup berdampingan," kata Kurator Edukasi dan Program Publik, Museum Macan, Nin Djani, dalam keterangan pers, Minggi (14/12).
Di dalam ruang Uma anak-anak dapat menjelajahi keberagaman bentang alam Indonesia serta kekayaan hayatinya melalui kartu ilustrasi dan wayang kertas yang interaktif. Mereka juga dapat merancang dan membangun model rumah tradisional menggunakan potongan modul. Seiring semakin banyak rumah ditempatkan pada undakan-undakan di dalam galeri, ruang ini perlahan berubah menjadi dunia mini bersama yang dibangun oleh banyak tangan kecil.
Sebagai ruang interaktif, Uma dirancang untuk mengajak pengunjung merasakan banyak hal melalui berbagai indra, tidak hanya mata. Untuk menghadirkan pengalaman multisensori ini, Ibu Arsitek bekerja bersama enam kolaborator. Begitu memasuki ruang, pengunjung diajak melepas alas kaki dan berjalan tanpa sepatu untuk merasakan sentuhan bumi.
Mereka akan menapaki lantai kaca biru dari Himalaya Abadi, yang tampak seperti riak laut, mengingatkan kita pada luasnya lautan Nusantara. Undakan-undakan di ruang ini dilapisi tanah liat dan karpet dari FIO, yang melalui koleksi broadloom dan handtufted-nya menghadirkan berbagai tekstur yang menggambarkan permukaan bumi.
Wall Panel Mirror Series yang membentuk area reflektif dipasang pada langit-langit di salah satu sudut ruang, menciptakan permainan cahaya dan bayangan layaknya pantulan alam di langit. Di salah satu undakan atas, diffuser menyemburkan kabut lembut beraroma tanah. Sementara itu, audio hasil kolaborasi dengan hara menghadirkan musik tradisional Indonesia yang berpadu dengan suara-suara alam.
Lewat aktivitas ini, anak-anak belajar bahwa masyarakat tradisional membangun rumah mereka dengan memperhatikan alam, cuaca, tanah, dan kebutuhan semua makhluk yang tinggal bersama. Uma mengingatkan kita bagaimana leluhur merawat bumi dengan penuh perhatian, serta mengajak anak-anak membayangkan bagaimana mereka bisa ikut menjaganya di masa depan.
“Arsitektur sejatinya bertumpu pada koneksi. Keilmuan ini lahir dari kesadaran dan pemahaman akan konteks geografis, iklim, dan budaya masyarakat. Artinya, arsitektur senantiasa adalah proses untuk mencapai keselarasan dan keberlanjutan melalui kolaborasi—yang juga merupakan esensi dari praktik kami sebagai kolektif Ibu Arsitek.” ujar para Ibu Arsitek.
Uma hadir melalui komitmen dan karya delapan arsitek perempuan berbakat yakni Osrithalita Gabriela, Anissa Santoso, Fauzia Evanindya, Arsheila Kinan, Gita Mustika Sumitra, Dania Siska Octaviani, Kanza Rizqi Fachriza, dan Anggita Paramita. Uma menjadi ajakan untuk kembali ke rumah—kepada tanah, kisah, dan pengetahuan yang menghubungkan kita semua. Instalasi ini mengundang keluarga untuk menikmati keindahan serta keberagaman Nusantara, sekaligus mendorong refleksi tentang bagaimana kita dapat membangun masa depan yang lebih peduli dan berkelanjutan.
Uma dapat dikunjungi di Ruang Seni Anak Museum Macan mulai 29 November 2025 hingga 12 April 2026. (H-3)
Pameran ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana titik awal pergerakan kebangsaan dimulai dari Kota Bandung
Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Australia mendorong hadirnya pameran wisata yang menawarkan beragam kemudahan, promo menarik, dan inspirasi perjalanan.
Di tengah dinamika dan ketidakpastian industri, kolaborasi dengan mitra global menjadi faktor krusial dalam memperkuat daya saing industri garmen dan tekstil.
FHTB 2026 hadir kembali di BNDCC Bali pada 28-30 April 2026. Menampilkan 200+ perusahaan global, kompetisi kuliner, dan tren pariwisata berkelanjutan.
ARCH:ID kembali hadir sebagai salah satu agenda paling dinantikan oleh pelaku industri arsitektur, interior hingga material bangunan di Indonesia.
Seluruh karya diseleksi melalui proses kuratorial yang cermat oleh dewan juri yang terdiri dari Wiyu Wahono (kolektor seni), Heri Pemad (Founder ArtJog) dan Angga Aditya (CEO Grey Art Gallery).
WTC Jakarta dan WTCA mengintegrasikan seni dalam ekosistem bisnis untuk memperkuat hubungan internasional dan mendorong ekonomi kreatif Indonesia.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Melalui kolaborasi strategis, karya-karya Caleb diimplementasikan menjadi produk merchandise eksklusif yang dipasarkan melalui Beehive Store.
Fadli Zon menilai, pemetaan sumber daya manusia (SDM) yang objektif sangat krusial agar pengembangan kebudayaan nasional memiliki landasan kebijakan yang kuat dan tepat sasaran.
Pertunjukan ini membangun kesadaran bahwa manusia berdampingan dengan alam. Alamlah yang menghidupi kita
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved