Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS muda Zendaya berbagi cerita soal kesehatan mental hingga cita-citanya menjadi seorang sineas, khususnya sutradara.
Zendaya, yang kini berusia 25 tahun, mengatakan, di tengah kesibukannya sebagai seorang pemain film, ia meluangkan waktu untuk pergi ke terapi untuk menjaga kesehatan mentalnya.
"Ya, tentu saja saya pergi ke terapi. Maksud saya, jika Anda mampu, memiliki sarana keuangan untuk pergi ke terapi, saya akan merekomendasikan melakukan itu," kata Zendaya dikutip dari Vogue, Rabu (8/9).
Baca juga: Demi Peran, Simon Helberg Berganti Kewarganegaraan
"Saya pikir, berbagi melalui terapi/konseling adalah hal yang indah. Tidak ada yang salah dengan bekerja dan menerima diri sendiri, serta membicarakan hal-hal itu dengan seseorang yang dapat membantu Anda, seseorang yang dapat berbicara dengan Anda, seseorang yang tidak memiliki bias," imbuhnya.
Aktris yang membintangi film Dune (2021) itu mengatakan pandemi juga ikut membuatnya merasa sedih dan tidak enak sepanjang hari.
"Apa yang terjadi? Rasanya awan gelap apa yang melayang di atasku dan aku tidak tahu bagaimana cara menghilangkannya, kau tahu?" katanya.
Zendaya, yang memenangkan Emmy Awards atas perannya sebagai Rue di serial Euphoria, membagi ceritanya untuk menyalurkan beberapa momen depresif ke dalam perannya sebagai Rue yang sering mati rasa di serial tersebut.
Euphoria sendiri banyak menyinggung isu-isu sensitif seperti depresi, adiksi, seks, dan kekerasan. Namun, Zendaya mengatakan dirinya mencoba memahami karakter-karakter dan isu tersebut sampai batas tertentu, dan mencoba mencari secercah harapan dari sana.
"Ketika kita memiliki semua masalah yang sangat gelap ini -- terutama (Euphoria) musim ini yang menghancurkan hati saya untuk Rue -- ada secercah harapan karena saya tahu bahwa dia adalah versi terbaik dari dirinya sendiri," katanya.
Hal lain yang Zendaya singgung adalah bagaimana ia membagi perannya antara pekerjaan dengan kesenangannya.
"Saya suka berada di lokasi syuting. Ini adalah kehidupan sosial saya," kata dia.
Itu adalah sesuatu yang dia bicarakan dengan terapisnya.
"Harapannya adalah memiliki karier di mana kita dapat berada dalam posisi, secara finansial, hanya melakukan hal-hal yang ingin kita lakukankarena kita menikmati pekerjaan itu dan tidak perlu khawatir tentang hal-hal lain," ujar Zendaya.
Dia belum yakin dirinya sudah berada di tingkatan itu, mengungkapkan beban tugas di balik perjalanannya.
"Tapi saya selalu merasa seperti, 'Saya akan selalu perlu bekerja.' Karena jika saya tidak bekerja maka semuanya bisa hilang besok," ujar pemeran MJ di film Spider-Man: No Way Home (2021) itu.
Zendaya lalu membagikan cita-citanya untuk bekerja dari balik layar. Ia berharap, film yang ia buat nantinya mampu menyinggung isu sosial, terutama tentang 'bagaimana rasanya menjadi orang kulit hitam di Amerika saat ini' kepada anak-cucunya kelak.
"Seni, adalah katalisator besar untuk perubahan. Jika saya menjadi seorang pembuat film, saya yakin bahwa pemeran utama film saya akan selalu menjadi perempuan kulit hitam," kata Zendaya.
"Aku harus cepat dan mencari cara bagaimana menjadi seorang sutradara. Saya mencoba, saya belajar setiap hari, sungguh. Ada banyak hal yang ingin saya lakukan," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, Aruma mulai disiplin menjaga waktu tidur dan menyisakan ruang jeda di tengah kesibukan.
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Psikolog Ratih Ibrahim memperingatkan risiko PTSD pada korban kecelakaan kereta api. Simak gejala, faktor risiko, dan pentingnya penanganan dini di sini.
Penelitian terbaru mengungkap konsep 'affective tactile memory'. Ternyata, tubuh kita merekam sentuhan bermakna sebagai sensasi fisik yang membentuk rasa aman seumur hidup.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan pentingnya resiliensi dan dukungan keluarga bagi korban kecelakaan kereta api untuk pulih dari trauma psikologis.
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Masalah emosi dan perilaku pada anak usia dini kerap kali dipersepsikan sebagai fase perkembangan yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved