Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EROS Djarot, seniman dan politisi yang dikenal luas lewat karya album Badai Pasti Berlalu, merilis dua lagu terbaru bertema kritik sosial. Penciptaan lagu ini berangkat dari kegelisahan Eros atas perpecahan masyarakat akibat persaingan kampanye politik Pilpres 2019.
Lagu pertama berjudul 1 & 2 Bukan Angka Sempurna dibungkus dengan iringan pop akustik. Liriknya mengungkap pandangan Eros, bahwa perbedaan pilihan kubu Paslon presiden dan wakil presiden, seharusnya tidak membuat masyarakat berbagai lini terpecah.
Bagi Eros, angka terpenting untuk bangsa adalah 17-8-1945, merujuk kepada tanggal proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Eros sebetulnya sudah gelisah merasakan perpecahan itu sejak bulan pertama rangkaian Pilpres 2019 dimulai. Namun kala itu, belum ada bukti nyata ada perpecahan karena perbedaan pilihan politik.
"Dari awal, tidak ada bukti empirisnya bahwa perpecahan itu ada. Kalau sekarang ada," kata Eros dalam jumpa pers di kawasan Gelora, Jakarta, Senin (25/3).
"Kok baru (merilis lagu) sekarang? Ya karena situasinya memang mendesak," imbuhnya.
Baca juga: Maudy Ayunda Percaya Intuisi Pilih Stanford
Lagu kedua berjudul Politisi Zaman Edan dengan balutan musik rock yang lebih kencang. Liriknya memuat kemarahan terhadap anggota legislatif alias wakil rakyat yang justru memakan uang rakyat. Kegelisahan ini sudah dirasakan Eros sejak lama.
"Itu adalah keresahan lama. Teman-teman saya ini gimana sih? Yang dipercaya untuk mengurusi rakyat, kok malah makan uang rakyat. Itu kan aneh," ujarnya.
Kedua lagu itu digarap Eros bersama empat musisi baru yang ditemuinya sedang bermain di suatu pub Jakarta. Eros sendiri menjadi vokalis. Mereka menamakan grup kolaborasi ini Old and Now. Eros juga menjadi produser bersama Yuyun Wardhana dan Anwar Fauzi.
1 & 2 Bukan Angka Sempurna dan Politisi Zaman Edan telah dirilis sebagai video musik di kanal YouTube iF3 Production. Kedua singel ini menjadi karya pertama Eros yang dirilis sejak album musik Nabiku Cintaku pada 2016.
Sejak awal, Eros tidak berniat merilis lagu ini secara komersial. Bahkan dalam jumpa pers kepada wartawan, dia membagi flashdisk-pulpen yang memuat berkas audio kedua lagu. (Medcom/OL-2)
Nanda Prima kembali dengan single Monolog Dengan Bayangan. Lagu pop ballad R&B ciptaan Roby Geisha ini angkat dilema hubungan yang mulai mendingin.
Winaldy Senna kembali ke industri musik dengan membentuk WAIT. Simak profil personel dan makna mendalam di balik single perdana mereka, Beautiful Lie.
Merayakan 12 tahun berkarya, Beeswax merilis album self-titled yang merangkum evolusi musikal mereka, termasuk kolaborasi apik bersama Dochi Sadega.
Pusakata dan Haddad Alwi merilis lagu kolaborasi berjudul Menghitung. Sebuah karya yang mengajak pendengar merasakan cinta Allah yang melampaui dosa manusia.
Band Asmara merilis single terbaru Belajar Romantis pada 28 April 2026. Sebuah karya matang tentang arti cinta yang jujur dan sederhana.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved