Beeswax Rilis Album Self-Titled: Refleksi 12 Tahun Perjalanan Midwest Emo

Basuki Eka Purnama
28/4/2026 19:00
Beeswax Rilis Album Self-Titled: Refleksi 12 Tahun Perjalanan Midwest Emo
Beeswax(MI/HO)

SETELAH sekian lama menyapa pendengar melalui rangkaian single pascaalbum ketiga, unit midwest emo asal Jawa Timur, Beeswax, akhirnya resmi merilis album penuh bertajuk self-titled, Beeswax. Diluncurkan pada 10 April 2026, album ini bukan sekadar koleksi lagu baru, melainkan sebuah monumen refleksi atas perjalanan 12 tahun mereka di industri musik independen.

Trio yang kini digawangi oleh Bagas Yudhiswa (vokal/gitar), Putra Vibrananda (vokal/bass), dan R. Yanuar Ade Laksono (drum) ini menghadirkan 16 lagu yang merupakan aransemen ulang dari materi-materi awal mereka. Mengambil basis dari EP First Step dan LP Growing Up Late, Beeswax mencoba meninjau kembali karya masa muda mereka dengan perspektif yang lebih dewasa dan matang.

Evolusi dari One-Man Band Menjadi Trio Matang

Perjalanan Beeswax dimulai pada 2014 sebagai proyek one-man band. Seiring berjalannya waktu, mereka sempat bertransformasi menjadi kuartet sebelum akhirnya menetap dengan format trio saat ini. Identitas musikal mereka yang kental dengan pengaruh midwest emo era 90-an dan emo revival 2010-an tetap terjaga, namun kini dibalut dengan kedalaman emosional yang lebih kuat.

“Album Beeswax ini kami hadirkan untuk mengingatkan kembali pada kami terutama kenapa dan bagaimana Beeswax lahir, di mana nggak terasa kami sudah berjalan 12 tahun,” ungkap Bagas Yudhiswa mengenai esensi dari rilisan terbaru ini.

Detail Produksi Album Beeswax (2026)
Aspek Keterangan
Tanggal Rilis 10 April 2026
Jumlah Lagu 16 Lagu (Aransemen Ulang)
Durasi Produksi 3 Bulan
Lokasi Rekaman Studio Pelikan & Rotary (Surabaya), Creatorix (Malang)
Produser & Mixing Bagas Yudhiswa, Putra Vibrananda, Yanuar Ade Laksono

Kolaborasi Spesial dengan Dochi Sadega

Salah satu kejutan dalam album ini adalah hadirnya focus track berjudul THE MOST PATHETIC ONE ON PLANET. Dalam lagu ini, Beeswax berkolaborasi dengan sosok ikonik skena pop-punk/emo tanah air, Alditsa Decca Nugraha alias Dochi Sadega dari Pee Wee Gaskins.

Kolaborasi ini lahir dari hubungan personal yang panjang dan kesamaan visi terhadap genre midwest emo. Secara tematis, lagu ini memotret dilema seseorang saat menyaksikan rasa sakit orang lain dari jarak dekat—sebuah posisi yang penuh ketidakberdayaan namun menuntut komitmen untuk tetap bertahan di sana.

Rangkaian Perilisan Menuju Album Penuh

Sebelum album utuh dilepas ke publik, Beeswax telah membangun momentum melalui dua single pembuka yang dirilis secara berkala sejak awal tahun 2026:

Waktu Rilis Judul Single / Fokus Track
Februari 2026 THE BRIDGE OF THE EMPTYNESS
Maret 2026 TAKE ME HOME (Bertepatan dengan Idulfitri)
10 April 2026 THE MOST PATHETIC ONE ON PLANET (feat. Dochi Sadega)

Prinsip "Alon-Alon Asal Kelakon"

Proses pengerjaan album yang memakan waktu tiga bulan ini dilakukan secara mandiri oleh para personel. Yanuar Ade Laksono menceritakan bahwa kendala jarak dan waktu menjadi tantangan tersendiri, namun mereka menyikapinya dengan santai namun pasti.

“Kami kerjakan dengan prinsip alon-alon asal kelakon. Untuk rencana setelah album ini, kami mohon kepada para teman-teman fans, doain aja. Tour boleh, single boleh, pokok doanya aja,” tutup Yanuar.

Dengan hadirnya album self-titled ini, Beeswax membuktikan bahwa pertumbuhan bukan berarti meninggalkan masa lalu, melainkan merangkulnya kembali dengan kejujuran yang lebih dalam. Album ini menjadi jembatan emosional bagi pendengar lama untuk bernostalgia dan bagi pendengar baru untuk mengenal akar musikal salah satu pionir midwest emo di Indonesia. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya