Jemaah Haji Kulon Progo Jadi Kloter Pertama Embarkasi YIA

Agus Utantoro
21/4/2026 23:09
Jemaah Haji Kulon Progo Jadi Kloter Pertama Embarkasi YIA
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan (tengah) didampingi Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim (kiri) mengecek fasilitas yang ada di pesawat Garuda Indonesia yang akan digunakan untuk armada angkutan haji 1447 H/2026 di hanggar GMF B(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz)

SEBANYAK 354 jemaah haji 2026 asal Kabupaten Kulon Progo yang terdiri atas 155 laki-laki dan 199 perempuan menjadi kelompok terbang (kloter) pertama yang diberangkatkan dari Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA), Selasa (21/4).

Lebih dari separuh jemaah merupakan lanjut usia, yakni sebanyak 181 orang (51,12%), sementara jemaah berusia di bawah 60 tahun berjumlah 173 orang (48,87%).

Bersama mereka  6 petugas daerah, yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter kloter, tenaga kesehatan perawat, serta petugas haji daerah untuk layanan umum dan kesehatan. Para petugas ini akan mendampingi jemaah sejak keberangkatan dari Kulon Progo, menuju embarkasi YIA, hingga menjalankan ibadah di tanah suci, sampai kembali lagi ke DIY.

Para jemaah haji 2026 itu diberangkatkan menuju embarkasi YIA dari Masjid Agung Wates, keberangkatan para jemaah diiringi doa dan lambaian tangan dari keluarga yang mengantar. Untuk mengangkut jemaah haji dari Masjid Agung Wates menuju YIA, merekan diangkut dengan 9 unit bus.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan berpesan agar seluruh jemaah menjaga niat, kesehatan, serta kekompakan selama menjalankan ibadah. Ia pun berharap semluruh jamaah dan petugas diberi kelancaran dan kembali sebagai haji mabrur. 

“Hari ini kita berkumpul untuk melepas jemaah calon haji Kabupaten Kulon Progo. Ini adalah kesempatan yang sangat baik karena kita masuk dalam kloter pertama. Pesan saya, jaga niat, laksanakan seluruh rukun, wajib, dan sunnah haji dengan baik. Jaga kesehatan, saling tolong-menolong, karena kondisi fisik sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Tak butuh waktu yang lama, rombongan kloter pertama jamaah haji Kulon Progo inipun sampai di embarkasi YIA. Pada embarkasi berbasis hotel pertama di Indonesia, para calon jamaah haji disambut hangat oleh para petugas dengan sistem pelayanan yang sangat memanusiakan dan ramah lansia.

Bagi warga Kulon Progo, kemudahan fasilitas ini bukan sekadar soal efisiensi waktu, melainkan juga kebanggaan daerah. Hal ini dirasakan betul oleh Siti Musfiroh, jemaah haji asal Kapanewon Temon. Kulon Progo. Penantian panjangnya sejak mendaftar di bulan Juni 2012, kini terbayar lunas dengan pengalaman yang luar biasa.

"Saya sangat bangga sekali dengan pelayanan di embarkasi hotel ini. Sebagai warga Kulon Progo, saya merasa ikut memiliki fasilitas ini. Menginap di sini, dan besok bisa terbang lewat kampung halaman sendiri, rasanya sungguh luar biasa," tutur Siti dengan senyum bahagia.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Kantor Wilayah Kementerian Haji DIY dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memastikan kenyamanan jemaah. Plt. Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY, Jauhar Mustofa, yang turut memantau langsung di lokasi, memastikan alur kedatangan dibuat senyaman mungkin agar jemaah tidak kelelahan.

“Jemaah yang turun dari bus langsung dipandu ke sisi timur hotel dengan sistem jalur ganjil-genap untuk mencegah penumpukan. Prioritas utama kami berikan kepada jemaah yang membutuhkan pendampingan, mereka didahulukan,” kata Jauhar. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya