05/5/2023 17:05

Sarat "Mantra" Pada Pameran Lukisan Tantra I Ketut Adi Candra

Belasan lukisan abstrak berukuran besar tanpa bingkai tersusun sangat rapi pada dinding galeri Balai Budaya, Jakarta. Lukisan-lukisan  tersebut milik I Ketut Adi Candra yang dibuat sejak 2018 hingga 2023 sebagai refleksi diri dari perjalanan kehidupan spiritualnya.

 

Karya- karya yang terpasang di Galeri Balai  Budaya pada 7 – 15 April 2023 itu merupakan bagian dari pameran tunggalnya yang bertajuk “Tantra”. Ia mengatakan karya-karya yang ditampilkan bukan hanya mengeksplorasi keindahan secara visual belaka, namun juga merupakan ungkapan kepekaan rasa, pergulatan batin, perjalanan spiritual, juga ungkapan rasa syukurnya serta pengormatan tinggi kepada Ibu Semesta.

 

“ Semua karya lukisan yang saya hasilkan,  tidak pernah terencana akan melukis apa dan bertema apa, semacam mengalir begitu saja.” Ungkap I Ketut Adi Candra yang akrab disapa Candra. Dia mengungkapkan melukis merupakan bagian dari doa, harapan dan pengabdiannya kepada Sang Pencipta.

 

“ Setiap pagi sebelum memulai aktivitas, saya selalu melakukan ritual berdoa dan bermeditasi. Kebetulan selain melukis, juga sebagai pelayan “healing” atau membantu penyembuhan bagi saudara kita yang tengah mengalami gangguan jiwa. Jadi, praktis Tantra itu kekuatan sanubari, kekuatan pikiran yang berberjalan apa adanya, dan yang terpenting ialah menenteramkan jiwa saya,” imbuh perupa asli Bali saat memandu Media Indonesia melihat pameran tunggalnya beberapa waktu lalu.

 

Dalam beberapa catatan Merwan Yusuf selaku kurator pameran, menyebutkan bahwa  Karya-karya Ketut Adi Candra dibangun oleh beberapa unsur yang paling kental, yaitu proses perjalanan pribadinya semenjak kecil hingga dewasa, dan sebagai kepala keluarga rumah tangga, seniman sekaligus pemangku.

 

Dari berbagai proses panjang pembentukan dirinya , Ketut Adi Candra berupaya mengenyampingkan sikap ego yang berlebihan, namun tetap menjaga sikap kritis, serta kesediaan melayani untuk sesama. Dengan kesadaran seperti itulah ia meyakini telah memberi makna dalam menjalankan hidup ini buat dirinya dan orang lain.

 

“ Maka Tantra  dalam pemeran tunggal Ketut Candra di setiap karya lukisan yang ditampilkan bukan hanya mengeksplorasi keindahan secara visual belaka, namun sarat dengan nilai-nilai mantra. Puisi-puisi mantra dan tantra tersebut kemudian dihadirkan dalam visualisasi  abstrak yang memiliki kekuatan estetika dan kekuatan spiritual.” ujar perupa William Robert sahabat Ketut Candra.  

 

Menurut William, sosok perupa Ketut Candra tampil  tidak hanya bermodalkan kekuatan visual belaka, karyanya mampu menghadirkan jiwa serta muatan spiritual yang memang empirik dalam perjalanan seni serta kehidupannya saat ini. Apa yang dihadirkan Ketut Adi Candra di era berkembang pesatnya seni rupa kontomporer dan dahsyatnya perkembangan seni rupa di era digital  diharapkan ikut mendorong maraknya berbagai kegiatan seni rupa akhir-akhir ini di Jakarta khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

 

Ketut Adi Candra merupakan salah satu perupa otodidak Tanah Air yang dikenal sebagai pelayan terhadap sesama. Selain melukis, ia juga membantu sesama yang tengah mengalami gangguan jiwa untuk bisa sembuh melalui pengalaman serta kekuatan spiritualnya yang dimilikinya secara natural sejak kecil.  Karya-karya dalam pameran ini merupakan buah perenungan, pemikiran, harapan, pengalaman spritual, dan perasaan Ketut Canda dari proses perjalanan kehidupannya.

 

Maka pada pameran ini ia persembahkan sebagai bentuk penghormatan nyata kepada semesta dan Tuhan yang telah memberkati dirinya mencapai usia 50 tahun saat ini. Dan berharap semoga akan semakin banyak memberi arti dalam perjalanan berikutnya.

 

I Ketut Adi Candra telah berkarya sejak 25 tahun lalu, dan aktif berpameran baik bersama ataupun tunggal.. Pelukis yang bermukim di daerah Sukawati, Gianyar ini sebelumnya telah menggelar enam kali pameran tunggal, juga puluhan kali berpameran bersama di dalam dan luar negeri, di antaranya Jakarta, Bali, Semarang, Yogyakarta, Madiun, Australia, Denmark dll. Tercatat ia pun pernah menjadi finalis kompetisi seni lukis Nasional, Phillip Morris Art Award. MI/Usman Iskandar/pay

Baca Juga