19/3/2023 19:45

Indarung Heritage Society Gelar FGD untuk Cagar Budaya Nasional

Untuk kedua kalinya Indarung Heritage Society (IHS) mengadakan FGD (Forum Group Discussion) pada tahun ini yang berlangsung 19 -21 Maret 2023. Sebelumnya di ujung Januari kemarin, FGD ingin menemukan bentuk yang pas bagaimana menata sebuah pabrik berusia 113 tahun. Sedangkan untuk FGD kali ini ingin mencari formulasi yang pas dalam program festival.

Ketua Indarung Heritage Society (IHS) Aidil Usman mengatakan aktivasi menjadi kata kunci untuk terus membangun Indarung I.  “ Sampai beberapa tahun ke depan, kami akan terus mencari model yang akan menjadikan kegiatan di Indarung I berkelanjutan,” ujar Aidil

 

Untuk program kali ini, IHS mengundang dua pemateri dari Jakarta, Yasmina Zulkarnain dan Agustina Rochyanti.  Yasmina merupakan manajer panggung di berbagai pertunjukan. Baik dalam bentuk opera atau tari. Ia menyandang gelar Master of Arts dari Universitiy if Greenwich, London.

Sedangkan Agustina merupakan Pendiri Aseti (Asosiasi Seniman Tari Indonesia) serta panel ahli platform Kebudayaan INDONESIANA Kemendikbudristek sejak 2018.

Selain itu hadir pula Jefriandi Usman, koreografer internasional  yang  terlibat dalam manajemen program ini. Jefri juga menjadi direktur program untuk kegiatan ini.

Kedua perempuan ini dianggap Aidil mampu memberikan suntikan imajinasi mengenai festival. Sebab,  festival menjadi kunci berikutnya dalam membangun Indarung I.

 

Agustina juga memberikan apresiasi besar terhadap kegiatan IHS yang sudah dimulai sejak 2018. “Saya mengapresiasi kerja keras Indarung Heritage Society dalam memantik upaya sinergitas, konsolidasi, koordinasi dan gotong royong dari semua pihak. IHS telah berhasil mengawal terjadinya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat sebagai fasilitator, komunitas sebagai penggerak serta pihak PT Semen Padang dan jajaran sebagai ‘penguasa’ wilayah,” tutur Agustina.

Agustina merasa IHS akan mampu menwujudkan mimpi ke Unesco. Jalan ke sana sudah tiga perempat. Ini ditentukan dengan dijadikannya Indarung I menjadi Warisan Cagar Budaya Nasional pada 28 Februari 2023 lalu.

 

“Didukung latar belakang sejarah dan lokasi yang mudah dijangkau dari dari kota Padang/bandara, menjadi faktor menguntungkan prospek panjang Indarung 1 sebagai “destinasi wisata industri heritage” yang akan berdampak ekonomi. Tentu untuk keberlangsungannya, semua pihak terkait harus mulai memikirkan aksi keberlangsungan pelindungan, pelestarian, pemanfaatan serta tata kelola kawasannya,” imbuh Agustina.

Di sisi lain, Jefri menginginkan peserta nantinya akan terlibat langsung dalam setiap kegiatan. “Makanya, untuk kali ini, kami hanya mengundang 25 orang. Mereka akan di bagi dalam beberapa kelompok. Dan kemungkinan akan memegang satu program,” ujar Jefri.

 

Aidil juga menceritakan pertemuannya dengan Hilmar Farid beberapa waktu lalu. Dalam perbincangan yang berlangsung hampir dua jam itu, Dirjen Kebudayaan Kemdikbudristek akan ikut menating beberapa program untuk Indarung I.

Mengenai Indarung I yang sudah menjadi warinsan budaya nasional Aidil mengatakan, IHS sejak 2018 sudah menyiapkan empat fase. CBN (Cagar Budaya Nasional)  yang didapat Indarung I baru masuk ke terminal pertama.

“Jadi, saya heran ada orang yang datang kemudian, lalu sudah mengatakan ini-itu. Kalau mau ikut membesarkan Indarung I jangan naik dalam terminal. Mari bersama kami sejak halte pertama,” ungkapnya.

Aidil juga mengungkapkan, akan ada dua kegiatan lagi di Indarung I di tahun ini. “Doa dari, khusunya, warga Indarung I dan Sumbar umumnya, sangat saya harapka,” tutupnya.  MI/Usman Iskandar/pay

Baca Juga