14/1/2023 22:24

Ancaman Sampah Plastik di Perairan Laut RI

Benda putih transparan melayang-layang saat penyelam mengeksplor kedalaman laut Pulau Weh, Aceh. Benda putih serupa ubur-ubur tersebut adalh sebuah kantong plastik, sementara di timur di indonesia di  kepualuan wakatobi, tepatnya di pulau Tomia,  wadah kemasan minum dijumpai hingga kedalaman 20 meter diantara karang dan ikan-ikan, tak hanya Wakatobi dan Sabang, di pulau dewata Bali sampah plastik dijumpai di kedalaman laut Nusa Penida, menurut riset Jambeck pada tahun 2015, sampah plastik di laut Indonesia menempati urutan ke dua dunia setelah Tiongkok. Atau, nomor satu bila dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah kebawah dengan kuantitas mencapai 187,2 juta ton. Kontribusi sampah plastik laut berasal dari daratan dan juga kiriman dari wilayah lain. Di tingkat global, sampah plastik yang dibuang ke laut mencapai 8 juta metrik ton. Ini tak dapat dihindari, mengingat sifat konektivitas area laut. Secara nasional, Badan Pusat Statistik [BPS] menyebutkan dari 64 juta ton sampah plastik per tahun, sekitar 3,2 juta ton dibuang ke laut.

Setidaknya sekitar 80 persen sampah di laut adalah sampah-sampah dari daratan. Angka ini didapatkan dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) per 16 Juni 2022, yang dikumpulkan dari 207 kabupaten dan kota pada 2021. Pemerintah Indonesia memiliki target mengurangi sampah plastik masuk ke laut hingga 70 persen pada 2025 nanti. Namun, dari pelaksanaan target sejak 2018 hingga 2021 lalu dilaporkan tercatat baru tercapai pengurangan sebanyak 28,5 persen. MI/SUMARYANTO BRONTO/Bro

Baca Juga