Astra Soroti Nilai Tukar Rupiah yang Melemah, Sebut Berdampak ke Ongkos Produksi

Naufal Zuhdi
23/4/2026 19:35
Astra Soroti Nilai Tukar Rupiah yang Melemah, Sebut Berdampak ke Ongkos Produksi
RUPST Astra International(MI/Naufal Zuhdi)

PRESIDEN Direktur PT Astra Internasional Tbk (ASII), Rudy, turut berkomentar terkait dengan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap Dolar AS. Rudy mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS berimplikasi terhadap ongkos produksi produksi otomotif.

“Pelemahan rupiah tentu akan berdampak ke ongkos produksi kita. Karena kita bahwa kalau di mobil kita produksi local content, (namun) raw material-nya terpengaruh juga,” ucap Rudy di Menara Astra, Jakarta, Kamis (23/4).

Meski pelemahan nilai tukar rupiah mempengaruhi raw material yang dibutuhkan Astra dalam produksi otomotif, Rudy menyebut bahwa Astra sendiri memiliki ekosistem yang lengkap sehingga ketahanan perusahaan menjadi lebih tinggi.

“Tapi untungnya adalah kita mempunyai m ekosistem yang lengkap mulai dari manufactury, distribution, ritel dan sebagainya sehingga ketahanan kita lebih tinggi karena kita bisa mem-balance satu sama yang lain,” tutur Rudy.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat menyentuh level Rp17.300 per Dolar AS, sebelum pada pukul 12.30 WIB terindikasi di kisaran Rp17.293 per Dolar AS, mengacu pada harga spot global. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya