Rupiah Hari Ini Menguat berkat Sentimen Damai Iran-AS

Andhika Prasetyo
21/4/2026 11:02
Rupiah Hari Ini Menguat berkat Sentimen Damai Iran-AS
ilustrasi(Antara)

Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa pagi menguat sebesar 42 poin atau 0,24 persen menjadi Rp17.126 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.168 per dolar AS. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah dan harga minyak mentah dunia yang turun oleh optimisme apabila kesepakatan damai akan tercapai setelah Iran mempertimbangkan untuk menghadiri pembicaraan damai dengan AS,” ujar Lukman di Jakarta, Selasa.

Laporan Sputnik menyebutkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa perwakilannya tengah menuju Islamabad, Pakistan, untuk mengikuti proses negosiasi terkait Iran.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyampaikan bahwa pembicaraan antara kedua negara akan berlanjut dalam 24 jam ke depan. Ia juga mengindikasikan kemungkinan perpanjangan perjanjian gencatan senjata dengan Iran yang dijadwalkan berakhir pada 22 April.

Namun demikian, menurut laporan Anadolu Agency, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa pihaknya belum memiliki rencana untuk melanjutkan putaran negosiasi dengan Amerika Serikat, serta tidak menerima batas waktu maupun ultimatum dalam memperjuangkan kepentingan nasional.

Pernyataan tersebut muncul di tengah informasi dari dua sumber di Pakistan yang mengetahui proses mediasi, yang menyebutkan bahwa delegasi Iran kemungkinan akan menghadiri putaran kedua perundingan dengan AS.

“Investor hanya optimistis akan perundingan damai, sedangkan kesediaan berunding Iran masih simpang siur sebenarnya. Ada laporan yang menyebutkan Iran akan mempertimbangkan, ada laporan yang menyebutkan Iran masih menolak. Pasar hanya lebih yakin akan terjadinya perundingan tersebut,” tandas Lukman.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya