Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS harga saham gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan sebesar 2,75% ke level 7.302, didorong oleh kombinasi sentimen fiskal domestik yang positif serta masuknya aliran dana asing.
Analis pasar modal sekaligus founder Republik Investor Hendra Wardana mengungkapkan, bursa Asia yang mayoritas menguat menjadi katalis positif, ditambah dengan masih masuknya dana asing meskipun dalam jumlah yang belum terlalu besar.
Dari sisi domestik, wacana pemangkasan anggaran makan bergizi gratis (MBG) menjadi sentimen positif bagi pasar karena memberikan sinyal bahwa pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal sehingga kekhawatiran terhadap pelebaran defisit APBN bisa sedikit mereda.
"Bagi investor, stabilitas fiskal sangat penting karena akan menjaga stabilitas rupiah, imbal hasil obligasi, serta menjaga rating kredit Indonesia tetap stabil, sehingga pada akhirnya mendukung iklim investasi di pasar saham," kata Hendra dalam keterangan resmi, Kamis (26/4).
Namun demikian, di tengah penguatan IHSG, Hendra mengatakan nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS menunjukkan tekanan eksternal masih belum sepenuhnya hilang.
Kenaikan harga emas dan penurunan harga minyak dunia juga mencerminkan bahwa pasar global masih berada dalam fase risk on yang belum sepenuhnya kuat, sehingga aliran dana asing ke emerging market seperti Indonesia masih cenderung selektif.
"Oleh karena itu, pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan dana asing dan nilai tukar rupiah," jelasnya.
Untuk perdagangan besok, secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji area MA10 di kisaran 7.339 serta resistance psikologis di level 7.400.
Jika IHSG mampu menembus area tersebut dengan volume yang meningkat, maka ada peluang IHSG bergerak menuju area 7.450–7.500 dalam jangka pendek. Namun jika gagal menembus 7.400, maka IHSG berpotensi bergerak konsolidasi terlebih dahulu di kisaran 7.200–7.400.
Secara keseluruhan, Hendra menilai strategi yang dapat digunakan investor dalam kondisi pasar saat ini adalah trading mengikuti saham-saham yang sedang mengalami akumulasi asing dan memiliki momentum kenaikan, karena dalam kondisi pasar yang masih dipengaruhi sentimen global, saham-saham dengan likuiditas tinggi dan memiliki katalis sektoral biasanya akan menjadi pilihan utama investor, khususnya investor asing dan institusi. (Z-1)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23 pada Rabu (29/4/2026) berkat aksi bargain hunting dan sentimen global.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
MSCI tunda rebalancing indeks Indonesia ke Juni 2026. Simak analisis dampak potensi outflow dana asing dan urgensi reformasi struktural BEI.
Di saat dunia sudah berpindah ke teknologi kecerdasan buatan (AI) real-time trading, sebagian broker ritel di Indonesia masih bertahan dengan sistem trading saham lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved