Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Ekonom Josua Pardede menilai penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz berpotensi menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah seiring kemungkinan lonjakan harga minyak dunia. Gangguan pada salah satu rute pengiriman energi tersibuk di dunia tersebut dapat mendorong harga minyak global melonjak hingga US$130 per barel atau Rp2,1 juta
Josua mengatakan tekanan terhadap rupiah sangat mungkin meningkat apabila konflik yang berdampak pada Selat Hormuz berlangsung lama. Dalam simulasi yang dilakukan, konflik berkepanjangan dapat mendorong harga minyak ke kisaran US$75–100 per barel.
"Sedangkan gangguan Selat Hormuz dapat mendorongnya ke atas US$100-130 per barel," ujar Josua kepada Media Indonesia, Jumat (6/3).
Menurutnya, dalam kondisi seperti itu tekanan terhadap rupiah biasanya datang dari berbagai arah sekaligus. Kenaikan harga energi akan meningkatkan kebutuhan devisa untuk impor, sementara sentimen pasar yang memburuk dapat memicu keluarnya aliran modal. Dalam situasi tersebut, Bank Indonesia cenderung memprioritaskan stabilitas nilai tukar dengan memanfaatkan cadangan devisa.
Di sisi lain, ruang pelonggaran kebijakan moneter juga diperkirakan menjadi terbatas. Hal ini terutama terjadi ketika rata-rata harga minyak mencapai sekitar US$75 per barel dengan rata-rata nilai tukar rupiah sepanjang 2026 berada di kisaran Rp16.750 per dolar AS.
"Sementara, kebijakan moneter dapat menjadi lebih ketat bila harga minyak mencapai rata-rata US$80 per barel dan rupiah mendekati 17.000 per dollar AS," katanya.
Lebih lanjut, kenaikan harga minyak akibat gangguan jalur energi global juga berpotensi menekan cadangan devisa Indonesia. Saat harga energi meningkat, nilai impor ikut membesar sehingga surplus perdagangan tertekan, defisit transaksi berjalan berpotensi melebar, dan kebutuhan intervensi Bank Indonesia untuk menjaga rupiah juga meningkat.
Josua memperkirakan apabila rata-rata harga minyak dunia mencapai US$85 per barel pada tahun ini akibat konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan, maka defisit transaksi berjalan Indonesia berpotensi melebar sekitar 0,48 poin persentase.
Risiko tersebut menjadi semakin penting mengingat surplus perdagangan pada Januari 2026 sudah turun menjadi US$0,95 miliar, sementara pertumbuhan impor tercatat lebih cepat dibandingkan ekspor.
"Jadi, penurunan cadangan devisa dapat datang sekaligus dari membengkaknya tagihan impor energi dan dari penggunaan devisa untuk menstabilkan nilai tukar," jelas Josua.
Meski demikian, ia berpandangan ketahanan eksternal Indonesia masih relatif kuat. Posisi cadangan devisa per Februari 2026 yang mencapai sekitar US$151,9 miliar dinilai cukup untuk menghadapi gejolak jangka pendek, termasuk dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Cadangan tersebut setara dengan 6,1 bulan impor atau sekitar 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
"Ini jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor," imbuhnya.
Dengan begitu, Indonesia dianggap masih memiliki bantalan yang memadai untuk menjaga kebutuhan impor, memenuhi kewajiban luar negeri pemerintah, serta meredam guncangan awal di pasar keuangan. (H-4)
PERGERAKAN kapal di Selat Hormuz sempat kembali hidup meski hanya sesaat.
KETEGANGAN di jalur energi global kembali meningkat setelah Iran menutup lagi Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah sebelumnya dibuka.
PRESIDEN Prancis, Emmanuel Macron, mengumumkan bahwa Prancis bersama Inggris akan menjadi tuan rumah konferensi internasional dalam beberapa hari ke depan.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Selat Hormuz kembali ditutup, hanya beberapa jam setelah sebelumnya dijanjikan akan dibuka.
PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron menilai wacana membuka Selat Hormuz melalui operasi militer sebagai langkah yang tidak masuk akal.
IHSG masih tertekan akibat konflik Timur Tengah dan risiko kenaikan harga minyak, namun berpotensi ditopang sektor komoditas dan stabilitas ekonomi domestik.
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Nilai tukar rupiah melemah pada Rabu pagi ke level Rp17.275 per dolar AS. Dipicu kebuntuan negosiasi AS-Iran dan keluarnya UAE dari OPEC+.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah dibuka melemah 32 poin ke level Rp17.275 per dolar AS pada Rabu (29/4) pagi akibat tekanan sentimen global.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat ke Rp17.229 per dolar AS. Pengamat menilai sentimen konflik Iran-AS dan kebijakan The Fed masih memengaruhi pasar.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 12 poin ke level Rp17.223 pada Selasa (28/4). Simak analisis pergerakan mata uang rupiah di sini.
Mata Uang Rupiah Senin (27/4) pagi menguat 18 poin ke level Rp17.211 per dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs dan sentimen pasar selengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved