Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKANAN eksternal yang kuat diperkirakan masih akan membebani pergerakan nilai tukar rupiah dalam waktu dekat. Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah berpotensi melemah hingga level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan depan
Menurutnya, berbagai intervensi yang dilakukan Bank Indonesia (BI), serta kebijakan pemerintah sejauh ini belum mampu mendorong penguatan rupiah secara signifikan. Tekanan eksternal yang kuat, kata dia, masih menjadi faktor utama yang menyebabkan pelemahan nilai tukar.
“Mata uang rupiah kemungkinan besar pekan depan berada di kisaran Rp17.100 per dolar AS,” ujar Ibrahim dalam keterangan resmi, Minggu (18/1).
Ia mengingatkan adanya potensi tekanan lanjutan sepanjang tahun ini akibat kondisi geopolitik global, dinamika politik di Amerika Serikat, serta arah kebijakan bank sentral dunia. Faktor-faktor tersebut berpotensi mendorong rupiah melemah hingga Rp17.500 per dolar AS.
“Jika level Rp17.500 terjadi pada kuartal II, maka kemungkinan besar tekanan terhadap rupiah akan berlanjut,” ramalnya.
Ia menilai, meskipun sejumlah indikator ekonomi domestik menunjukkan kinerja yang cukup baik, hal tersebut belum cukup untuk menopang penguatan rupiah. Di sisi lain, pemerintah dinilai perlu kembali menggulirkan berbagai stimulus, khususnya untuk mendorong daya beli masyarakat, agar dapat mendukung stabilitas nilai tukar.
Dalam kondisi tersebut, Ibrahim juga mendorong pemerintah untuk mulai serius mempertimbangkan kebijakan redenominasi rupiah. Ia menyebutkan, Rancangan Undang-Undang (RUU) redenominasi rupiah berpeluang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR pada 2026.
Ia menilai, redenominasi menjadi salah satu opsi kebijakan untuk merespons pelemahan rupiah. Dengan kebijakan tersebut, nilai nominal rupiah yang saat ini berada di atas Rp17.000 per dolar AS nantinya akan disederhanakan, sehingga tidak lagi menggunakan angka belasan ribu dalam transaksi.
"Salah satu cara untuk menahan rupiah melemah itu adalah redenominasi rupiah," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan segera menguat dalam waktu dekat. Keyakinan tersebut didasarkan pada membaiknya fundamental ekonomi nasional serta mulai masuknya kembali aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.
Pada penutupan perdagangan Jumat (16/1), rupiah tercatat melemah 0,05% ke level Rp16.887 per dolar AS.
“Saya melihat fondasi ekonomi kita akan terus membaik. Ini akan menguat dua minggu ke depan,” ucap Purbaya di Jakarta, Rabu (14/1).
Ia menegaskan stabilitas nilai tukar merupakan tanggung jawab utama Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.
Pemerintah, katanya, terus berkoordinasi dengan bank sentral agar kebijakan yang ditempuh tetap sejalan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan kepercayaan pasar terhadap rupiah.
"Rupiah itu memang urusan bank sentral, tugas utama Bank Indonesia adalah menjaga stabilitas nilai tukar," kata Bendahara Negara.
Purbaya menegaskan penguatan nilai tukar rupiah seharusnya terjadi secara alami seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mengarah ke kisaran 6% pada tahun ini, Indonesia dinilai semakin menarik di mata investor global.
Ia juga optimistis aliran dana asing mulai kembali masuk ke pasar modal Indonesia, yang menjadi sinyal positif bagi stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, modal asing cenderung mengalir ke negara yang menawarkan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
“Kalau investor sudah yakin, rupiah akan menguat karena arus modal masuk. Uang orang Indonesia yang selama ini disimpan di luar negeri juga akan kembali karena mereka melihat peluang bisnis di dalam negeri,” ujarnya.
Purbaya menambahkan, dengan pengelolaan yang tepat, penguatan rupiah tidak sulit untuk diwujudkan. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik.
“Kalau dikendalikan dengan benar, tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah. Jadi masyarakat tidak perlu panik, rupiah akan segera menguat dalam waktu dua minggu ke depan,” tegasnya. (H-4)
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.304 per dolar AS akibat kegagalan negosiasi AS-Iran dan lonjakan harga minyak dunia. Simak analisis dampaknya terhadap APBN
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini ambruk ke level Rp17.105 per dolar AS pada 7 April 2026, mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia.
Pemerintah AS akan merilis uang 100 dolar baru dengan tanda tangan Donald Trump, menjadi yang pertama dalam sejarah tanpa tanda tangan Menteri Keuangan.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diprediksi fluktuatif di kisaran Rp16.850-Rp16.950 pada 26 Maret 2026. Simak analisis dan harga emas terbaru.
Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.920 per dolar AS pada Rabu (25/3/2026). Simak analisis penyebab dan perbandingan kurs jual di BCA, BNI, dan BRI.
Nilai tukar mata uang Rupiah hari ini 20 Maret 2026 bergerak di zona merah, mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global.
Nilai tukar rupiah melemah pada Rabu pagi ke level Rp17.275 per dolar AS. Dipicu kebuntuan negosiasi AS-Iran dan keluarnya UAE dari OPEC+.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah dibuka melemah 32 poin ke level Rp17.275 per dolar AS pada Rabu (29/4) pagi akibat tekanan sentimen global.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 12 poin ke level Rp17.223 pada Selasa (28/4). Simak analisis pergerakan mata uang rupiah di sini.
Mata Uang Rupiah Senin (27/4) pagi menguat 18 poin ke level Rp17.211 per dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs dan sentimen pasar selengkapnya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
Di Batam, pergerakan nilai tukar berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, mengingat tingginya ketergantungan pada barang impor dan transaksi lintas negara, khususnya Singapura.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved