Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA Kementerian Keuangan untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun 2026 dinilai sebagai langkah strategis untuk menyelamatkan industri hasil tembakau (IHT). Kebijakan ini mendapat apresiasi dari kalangan petani tembakau hingga dukungan dari para ekonom yang menilai moratorium selama tiga tahun dapat memberikan kepastian regulasi di tengah maraknya peredaran rokok ilegal.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) K. Mudi, menyambut baik keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang tidak menaikkan tarif CHT. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk keberpihakan terhadap keberlangsungan industri tembakau nasional.
“Salah satu upaya menyelamatkan industri tembakau saat ini adalah dengan tidak menaikkan cukai terlebih dahulu. Penjualan rokok kita sedang tidak baik-baik saja dan rokok ilegal merajalela sehingga kebijakan cukai ini perlu diperbaiki,” kata Mudi, melalui keterangannya, Kamis (9/10).
Mudi mengungkapkan bahwa para petani tengah menghadapi tekanan akibat menurunnya serapan tembakau oleh pabrikan. Ia menilai kebijakan Purbaya sebagai upaya menciptakan keseimbangan dalam pengambilan keputusan terkait cukai. “Memang harus didengar semua pihak, baik dari sisi petani dan pengusaha industri tembakau dan juga kesehatan, tidak melihat hanya dari satu sisi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mudi mendukung wacana moratorium kenaikan tarif cukai selama tiga tahun ke depan sebagai solusi jangka menengah. “Usulan stakeholder pertembakauan adalah tidak menaikkan cukai rokok dalam tiga tahun ke depan.”
Sementara itu, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad menilai keputusan Purbaya memberikan kepastian regulasi bagi industri tembakau.
Ia juga menyoroti peredaran rokok ilegal sebagai tantangan utama dalam efektivitas kebijakan fiskal. Tauhid memperkirakan potensi kerugian negara akibat rokok ilegal bisa mencapai triliunan rupiah. “Rokok ilegal itu kan jumlahnya signifikan. Kalau misalnya katakan 5% saja, kemudian dikali 300 miliar batang berarti sekitar 15 miliar batang ya. Bisa 15 triliun kan uang hilang,” tegas Tauhid.
Ia juga mendukung moratorium kenaikan cukai selama tiga tahun ke depan sebagai langkah pemulihan industri. “Saya sepakat untuk sementara, katakanlah, ditinggalkan kebijakan tarif cukainya, karena kenaikan tarif yang terlalu tinggi itu bikin penerimaan negaranya bisa berkurang.”
Menurut Tauhid, moratorium akan memberi ruang bagi industri untuk melakukan penyesuaian dan pemulihan. “Saya kira itu yang harus dialami. Kenapa perlu moratorium? Ya mungkin untuk me-refresh ulang lah," pungkasnya. (H-3)
Keputusan Cukai Rokok (CHT) 2026 tidak naik disambut Apindo dan AMTI
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap memandang masa depan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan optimisme tinggi.
MENTERI Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah masih membahas terkait pengenaan bea keluar batu bara.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah jalankan 'survival mode' untuk jaga ekonomi, fokus pada efisiensi fiskal dan pemberantasan kebocoran negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan insentif motor listrik Rp5 juta per unit mulai tahun ini untuk percepat transisi energi bersih.
Menkeu Purbaya tegaskan ekonomi Indonesia masuk “survival mode”. Tak ada ruang kesalahan, pajak dan program akan diawasi ketat demi cegah krisis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved