Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam upaya mendukung swasembada pangan nasional, Kementerian Pertanian mendorong penggunaan pupuk organik berbasis Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Biogas. Program ini menjadi bagian dari visi besar Astacita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Selain membantu menekan biaya produksi petani, pupuk organik juga memberikan solusi ramah lingkungan terhadap pencemaran yang disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia.
Salah satu teknologi yang diunggulkan dalam pembuatan pupuk organik adalah fermentasi anaerob. Teknologi ini memungkinkan petani untuk memproduksi pupuk secara mandiri dengan kualitas yang baik. Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menjelaskan bahwa pupuk organik memiliki banyak manfaat bagi tanah dan tanaman.
“Penggunaan pupuk organik tidak hanya mendukung keberlanjutan ekosistem, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang merusak lingkungan,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Rabu (11/12).
Fermentasi anaerob, menurut Andi, mampu mematikan bakteri patogen, meningkatkan kualitas nitrogen, dan menghasilkan mikroorganisme baik melalui tambahan Mikroorganisme Lokal (MOL). “Pupuk organik ini mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, sehingga mendukung pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” tambahnya.
Selain itu, teknologi UPPO Biogas juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan. “Kesadaran dan kemampuan menerapkan pertanian berkelanjutan adalah tanggung jawab bersama untuk generasi saat ini dan masa depan bangsa,” tutur Andi.
Dukungan terhadap pertanian organik juga dilakukan oleh pihak swasta, seperti PT FK Medika, distributor alat kesehatan dan pupuk hayati organik. Melalui produk P11 Tani Makmur, perusahaan ini menawarkan pupuk hayati berbentuk cair yang efektif menyuburkan tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman, bunga, dan buah, serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama. Produk ini mengandung mikroorganisme seperti Azospirillum sp, Azotobacter sp, dan Bacillus sp, yang telah terbukti mendukung kesuburan tanah.
Sebagai langkah praktis, PT FK Medika menyarankan penggunaan P11 Tani Makmur dilakukan sesuai kebutuhan lapangan, dengan waktu penyemprotan optimal di sore hari. (Z-11)
Penyerahan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian di Desa Alue Awe, Lhokseumawe, Aceh.
PEMPROV Bengkulu, akan menargetkan potensi peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10 ribu ton per tahun dari total luasan lahan program cetak sawah pada 2026.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
Ancaman kekeringan akibat fenomena iklim global mulai terasa di Aceh, mendorong kalangan akademisi mengingatkan pentingnya strategi adaptasi bagi sektor pertanian.
Guru Besar IPB Prof Hermanu Triwidodo tawarkan solusi preemtif murah hadapi ledakan hama penggerek batang & wereng saat Godzilla El Nino 2026.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana Sumatra saat meninjau langsung lokasi Kabupaten Padang Pariaman.
Sekretaris Perusahaan, Yehezkiel Adiperwira, menyebut keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan saat ini.
Sudaryono menyebutkan bahwa sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama SEAFA.
Harga pupuk jenis Urea non-subsidi kini bertengger di angka Rp450.000 per sak, naik dari harga sebelumnya Rp400.000. Tidak hanya itu, pupuk KCL turut merangkak naik ke Rp430.000 per sak.
Komitmen memperkuat efisiensi industri dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) mengantarkan PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih sejumlah penghargaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved