Transisi Rendah Karbon Didorong untuk Jaga Produksi Pupuk di Tengah Tekanan Global

Naufal Zuhdi
16/4/2026 18:27
Transisi Rendah Karbon Didorong untuk Jaga Produksi Pupuk di Tengah Tekanan Global
Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Perser), Yehezkiel Adiperwira,(Dok Istimewa )

PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya menjaga ketahanan produksi sekaligus mempercepat transformasi menuju industri rendah karbon di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan transisi energi. Sekretaris Perusahaan, Yehezkiel Adiperwira, menyebut keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan saat ini.

“Transformasi menuju ekonomi rendah karbon itu bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keniscayaan. Karena itu, industri harus tetap berjalan, namun di saat yang sama target-target iklim juga harus tetap dicapai,” ujarnya dalam forum IDE Katadata Future Forum 2026 di Jakarta dikutip Kamis (16/4).

Ketahanan Produksi dan Pasokan Domestik

Dari sisi operasional, perusahaan mengandalkan ketersediaan bahan baku dalam negeri untuk menjaga stabilitas produksi, terutama pasokan gas alam. Strategi ini dinilai mampu meredam dampak gangguan rantai pasok global.

Yehezkiel mencontohkan potensi gangguan di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi sekitar 30 persen pasokan urea dunia, namun tidak berdampak signifikan terhadap Indonesia.

Produksi urea tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik berada di kisaran 6,3 juta ton. Surplus tersebut dinilai memberi ruang bagi perusahaan untuk berperan dalam menjaga stabilitas pasokan global.

“Namun perlu kami tekankan, bahwa komitmen kami adalah memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu,” kata Yehezkiel.

Dorong Dekarbonisasi Industri

Di sisi lain, perusahaan mulai memperkuat strategi dekarbonisasi melalui pengembangan energi bersih, khususnya clean ammonia. Inisiatif ini mencakup pengembangan green ammonia berbasis energi terbarukan serta blue ammonia yang memanfaatkan teknologi penangkapan karbon.

“Kami secara bertahap menyiapkan strategi untuk mengurangi ketergantungan pada gas alam, di antaranya melalui pengembangan green ammonia berbasis energi terbarukan dan blue ammonia dengan dukungan teknologi CCUS,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan juga merencanakan pembangunan pabrik metanol di Aceh dan Kalimantan Timur sebagai bagian dari dukungan terhadap program energi nasional, termasuk implementasi bahan bakar B50.

Pendekatan Berbasis Alam

Upaya transisi energi juga diperkuat melalui program berbasis alam atau nature-based solutions (NBS), seperti pemanfaatan lahan tidak produktif dan pemberdayaan kelompok tani. Program ini diarahkan untuk mendukung penyerapan emisi sekaligus memperkuat sektor pertanian.

Melalui kombinasi strategi tersebut, perusahaan berupaya menjaga stabilitas produksi pupuk nasional sekaligus memenuhi tuntutan transisi menuju ekonomi rendah karbon di tengah dinamika global. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya