Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PANAS bumi merupakan sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia. Untuk memaksimalkan potensi ini, kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan sangat penting.
Kolaborasi yang efektif antara ESDM - EBTKE (pemerintah), pengembang (IPP), PLN (offtaker) dan Asosiasi Panas Bumi Indonesia (asosiasi profesional) akan memastikan perkembangan yang berkelanjutan dan inovasi dalam sektor ini, yang mana setiap pemangku kepentingan memiliki peran yang krusial.
Perkembangan industri panas bumi menuntut adanya tindakan yang cepat dan terukur untuk memaksimalkan peluang sekaligus mengatasi tantangan yang muncul disepanjang proses pengembangan. Dalam beberapa tahun terakhir terdapat tambahan kapasitas terpasang yang telah dicapai dan beberapa WKP yang telah dilelang, yaitu WKP Way Ratai (Chevron-PGE), Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi Panas Bumi (WPSPE) Cipanas (Sinar Mas Group - Daya Mas Geopatra Pangrango) dan WPSPE Rongkong (Ormat Geothermal Indonesia).
Baca juga : Baru 0,3% Potensi Energi Terbarukan Dimanfaatkan, Indonesia bisa Jadi Pelopor Transisi Energi
Selain itu, penyelesaian eksplorasi dibeberapa Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) di WPSPE Hu'u Daha (Nusa Tenggara Barat), WPSPE Klabat Wineru (Sulawesi Utara) dan WPSPE Wapsalit (Maluku) menunjukkan perkembangan kegiatan panas bumi.
Adapun beberapa model kerja sama yang dilakukan dalam mempercepat inovasi dan pengembangan energi panas bumi di Indonesia di antaranya Pengembangan Binary Power Plant untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya panas bumi, terutama untuk sumber daya dengan suhu rendah hingga menengah.
Selanjutnya Akuisisi Kepemilikan Saham yang memungkinkan pengembang untuk memperluas operasi mereka dan meningkatkan kapasitas produksi dengan lebih cepat.
Baca juga : Hitay Daya Energy Siap Dorong Pemanfataan Energi Panas Bumi Indonesia
Diperlukan pula Pembentukan Joint Venture antara BUMN dan antara perusahaan lokal dan asing yang telah membawa teknologi baru dan investasi yang diperlukan untuk mengembangkan WKP secara optimal.
Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API/INAGA), Julfi Hadi menekankan pentingnya kolaborasi dalam industri ini. “Kolaborasi adalah kunci untuk memaksimalkan potensi panas bumi di Indonesia. Tidak hanya kolaborasi tetapi inovasi juga diperlukan, baik dari sisi teknologi maupun birokrasi, inovasi birokrasi juga sangat dibutuhkan untuk membuat industri ini terus berkembang,” ungkapnya, Senin (19/8).
Kolaborasi ini menjadi katalisator yang akan mempercepat pengembangan dan implementasi panas bumi sehingga dapat menciptakan Center of Excellence Geothermal di Indonesia.
Baca juga : Potensi Energi Geotermal Jadi Salah Satu Pembahasan di IREIS 2023
Untuk itu, peran Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) sangat penting dalam memfasilitasi kolaborasi multi-stakeholder. IIGCE menjadi wadah dimana berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pengembang, investor, hingga akademisi dapat bertemu dan berdiskusi.
Kegiatan ini menciptakan peluang untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan teknologi baru dan menjalin kemitraan strategis yang dapat mempercepat pengembangan proyek-proyek panas bumi.
Dengan menghadirkan para ahli dan praktisi dari seluruh dunia, IIGCE juga membantu memperkenalkan inovasi terbaru dan best practices yang dapat diadopsi di Indonesia.
Baca juga : Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin 'Kaktus' Tingkatkan Suplai Energi Terbarukan
“Kolaborasi yang efektif antara berbagai pemangku kepentingan adalah kunci untuk mengakselerasi pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Kami optimis bahwa melalui sinergi ini, kita dapat mencapai target energi terbarukan nasional. IIGCE 2024 akan menjadi momen penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berkumpul dan berbagi pengetahuan serta pengalaman,” ungkap Boyke Bratakusuma, Ketua Pelaksana The 10th IIGCE 2024.
IIGCE adalah salah satu bentuk implementasi nyata dari komitmen API-INAGA bersama dengan On Us Asia secara bersama-sama berkolaborasi dan menjadikan IIGCE menjadi wadah untuk ikut mendukung perkembangan panas bumi di Indonesia serta diharapkan dapat bermanfaat, relevan dan lebih inovatif bagi pengetahuan yang akan menghasilkan tindakan yang lebih nyata.
“Sebagai penyelenggara kegiatan IIGCE, On Us Asia bersama API-INAGA mengundang seluruh pemangku kepentingan dalam industri panas bumi untuk menghadiri The 10th IIGCE 2024. Acara ini akan menjadi platform penting untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan inovasi terbaru dalam industri panas bumi. Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat mendorong perkembangan yang lebih pesat dan berkelanjutan dalam sektor ini," ungkap Project Director IIGCE 2024, Junior Kainama.
Ke depan, API-INAGA akan terus berperan aktif dalam perkembangan panas bumi di Indonesia melalui kegiatan IIGCE, yang mana kegiatan ini untuk memfasilitasi dialog dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, Indonesia dapat terus maju sebagai pemimpin global dalam pemanfaatan energi panas bumi yang berkelanjutan. (Z-8)
Indonesia tancap gas dalam mendorong transisi menuju energi hijau dengan menjadikan teknologi HVDC dan pengembangan PLTS berkapasitas 100 GW sebagai pilar utama.
Penemuan lithium dalam mineral pirit (emas palsu) pada batuan serpih kuno bisa merevolusi industri baterai kendaraan listrik dan energi bersih.
Penerapan biodiesel B40 telah menurunkan impor solar dari 8,3 juta kiloliter pada tahun 2024 menjadi 5 juta kiloliter pada 2025, atau berkurang 3,3 juta kiloliter.
Arief mencontohkan keberhasilan pengelolaan sampah menjadi listrik di TPA Benowo, Surabaya. Sekitar 1.600–1.800 ton sampah per hari mampu menghasilkan listrik hingga 12 megawatt.
Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) atau Indonesian Geothermal Association (Inaga) berupaya mengakselerasi pemanfaatan energi panas bumi melalui penyelenggaraan The 12th IIGCE 2026.
Mereka berencana membangun pabrik produksi Dimetil Eter (DME) dengan kapasitas tahunan 10.000 ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved