BIO FRIENDS Inc. Percepat Bisnis DME dan Biofuel di Indonesia

Sugeng Sumariyadi
07/4/2026 13:15
BIO FRIENDS Inc. Percepat Bisnis DME dan Biofuel di Indonesia
BIO FRIENDS Inc dan mitra lokalnya PT AEI sepakat bekerja sama mengembangkan bisnis energi bahan bakar bersih di Indonesia.(ISTIMEWA)

SALAH satu investor dari luar negeri melirik keberadaan sumber daya hayati lokal di wilayah Jawa Barat. Bahan baku itu akan digunakan untuk memproduksi bio-metanol dan bio-DME.

Adalah BIO FRIENDS Inc, sebuah perusahaan energi multinasional yang  berencana mengembangkan bisnis energi bahan bakar di Indonesia.

Won Jun Cho, CEO BIO FRIENDS Inc. mengatakan, perusahaan akan mengambil langkah resmi pertamanya ke dalam bisnis bahan bakar bersih di Indonesia. Pada 7 April, perusahaan mengadakan pertemuan perdana dengan anak perusahaan yang ada di Indonesia dan mitra lokalnya, yaitu PT AEI (Arasy Energy Indonesia).

Mereka berencana membangun pabrik produksi Dimetil Eter (DME) dengan kapasitas tahunan 10.000 ton.

Secara bersamaan, perusahaan akan meluncurkan Studi Pra-Kelayakan (PFS) untuk memproduksi bio-metanol dan bio-DME. Mereka memanfaatkan sumber daya hayati lokal di wilayah Jawa Barat.

"Proyek ini telah mendapatkan perhatian yang signifikan menyusul perang Iran baru-baru ini, yang telah menyebabkan ketidakstabilan yang parah dalam rantai pasokan energi Timur Tengah," katanya, Selasa (7/4).  


Produksi lokal


Seiring dengan melonjaknya harga minyak internasional akibat meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, lanjutnya, diversifikasi jalur pasokan dan pengamanan bahan bakar alternatif untuk keamanan energi telah menjadi prioritas mendesak bagi negara-negara yang sangat bergantung pada Timur Tengah.

"Dalam konteks ini, bisnis BIO FRIENDS Inc. di Indonesia bertujuan untuk secara proaktif menanggapi era 'Pasca-Timur Tengah dan Pasca-Bahan Bakar Fosil' dengan membangun sistem produksi bahan bakar terbarukan menggunakan sumber daya lokal," jelasnya.

Menurutnya, Indonesia, negara dengan ketergantungan tinggi pada impor LPG, dapat secara signifikan meningkatkan swasembada energi nasionalnya dengan memanfaatkan DME yang diproduksi secara lokal sebagai bahan bakar alternatif atau campuran untuk LPG.

Lebih lanjut, DME muncul sebagai bahan bakar bersih yang praktis dengan potensi pertumbuhan yang tinggi tidak hanya di pasar propelan aerosol tetapi juga di sektor bahan bakar industri dan komersial.  

"Dengan memanfaatkan pengalamannya yang luas dalam komersialisasi DME domestik, BIO FRIENDS Inc. berencana untuk membangun rantai nilai bahan bakar rendah karbon di Indonesia, menciptakan model sinergis yang mengintegrasikan teknologi Korea dengan sumber daya Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut Won Jun Cho mengatakan, proyek Indonesia ini lebih dari sekadar membangun pabrik. Tetapi ini adalah proses pembangunan infrastruktur pasokan bahan bakar terbarukan yang stabil untuk mengatasi kerentanan sistem yang berpusat pada bahan bakar fosil, seperti yang disoroti oleh perang Iran.

"Pada era transisi dari minyak Timur Tengah dan bahan bakar fosil semakin cepat, bio-metanol dan bio-DME akan berfungsi sebagai sarana praktis untuk menjaga keamanan energi, melampaui sekadar alternatif ramah lingkungan” pungkasnya

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner