Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANALIS mata uang Lukman Leong meramalkan nilai tukar (kurs) rupiah bisa menembus Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS), jika Bank Indonesia (BI) tidak bisa melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Selama sepekan terakhir kurs rupiah anjlok. Mengutip data Bloomberg, posisi rupiah pada penutupan perdagangan hari Jumat (14/6) senilai Rp16.412 per dolar AS, melemah 0,87% secara harian dan turun 1,33% selama sepekan terakhir.
"Rupiah bisa melemah lebih jauh apabila BI tidak mengintervensi secara intensif. Kemungkinan itu ada (menembus) Rp17.000 per dolar AS," ungkap Lukman kepada Media Indonesia, Selasa (18/6).
Baca juga : Rupiah Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Dia menjelaskan penyebab utama anjloknya kurs rupiah disebabkan faktor eksternal yakni penguatan dolar AS terhadap semua mata uang pada umumnya. Pernyataan pejabat-pejabat bank sentral AS (The Fed) yang hawkish, terutama dari Kepala The Fed Jerome Powell dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) beberapa waktu lalu, mempengaruhi sentimen dolar AS.
"Sikap hawkish ini kembali diulangi oleh kepala The Fed Philadelpia Harker baru-baru ini yang mengatakan bahwa kemungkinan mereka akan menurunkan suku bunga sekali sebesar 25 basis points (bps) pada Desember ini," ujar Lukman.
Senada, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menuturkan dengan semakin menipisnya peluang The Fed menurunkan bunga acuan di tahun ini, yang mana diprediksi hanya satu kali, membuat tren bunga tinggi masih akan berlanjut.
Di sisi lain, ekonomi domestik yang semakin butuh pembiayaan dari utang untuk pembiayaan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), berdampak pada depresiasi nilai tukar rupiah.
"Jika curent account melanjutkan tren defisitnya maka rupiah kemungkinan masih bisa melemah," imbuhnya dihubungi secara terpisah. (Ins/P-5)
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Nilai tukar rupiah melemah pada Rabu pagi ke level Rp17.275 per dolar AS. Dipicu kebuntuan negosiasi AS-Iran dan keluarnya UAE dari OPEC+.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah dibuka melemah 32 poin ke level Rp17.275 per dolar AS pada Rabu (29/4) pagi akibat tekanan sentimen global.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat ke Rp17.229 per dolar AS. Pengamat menilai sentimen konflik Iran-AS dan kebijakan The Fed masih memengaruhi pasar.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 12 poin ke level Rp17.223 pada Selasa (28/4). Simak analisis pergerakan mata uang rupiah di sini.
Mata Uang Rupiah Senin (27/4) pagi menguat 18 poin ke level Rp17.211 per dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs dan sentimen pasar selengkapnya.
Kenaikan harga energi global, penguatan dolar AS, serta ketidakpastian pasar keuangan kembali menekan stabilitas ekonomi domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp17.300 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 108 poin ke level Rp17.289 pada Kamis (23/4/2026) pagi. Simak analisis pergerakan kurs hari ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved