Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan Rupiah pada pekan ini bisa mendekati Rp 15.800 per dolar AS, apabila indeks dolar AS terus meningkat.
Dalam penutupan pasar sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 54 point dilevel Rp15.636 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp15.580 per dolar AS.
"Untuk perdagangan besok mata uang rupiah fluktuatif namun kemungkinan ditutup melemah di rentang Rp15.620- Rp15.700 per dolar AS," kata Ibrahim, Rabu (4/10).
Baca juga : Data Ketenagakerjaan AS Tekan Sejumlah Bursa Saham
Dari sisi eksternal tekanan rupiah karena investor mengantisipasi kebijakan moneter restriktif dalam jangka waktu yang lebih lama akibat ketahanan ekonomi yang luas, sehingga semakin memperkuat posisi greenback di pasar mata uang global.
"Hal tersebut bersamaan dengan pandangan hawkish dari Bank Sentral AS The Federal Reserve dan imbal hasil obligasi AS US Treasury tertinggi dalam 16 tahun," kata Ibrahim.
Baca juga : Pemilu 2024 Kian Dekat. Begini Strategi Investasi di Tahun Politik
Kekhawatiran kenaikan suku bunga Dolar melonjak pada hari Selasa (3/10) waktu setempat, karena sejumlah pembuat kebijakan di Federal Reserve mengisyaratkan kenaikan suku bunga lagi pada bulan November atau Desember untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan mendekati target bank sentral sebesar 2% per tahun dari posisi saat ini 3,7%.
Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan bersedia mendukung kenaikan suku bunga kebijakan bank sentral pada pertemuan mendatang jika data yang masuk menunjukkan kemajuan inflasi terhenti atau berjalan terlalu lambat.
Michael Barr, wakil ketua pengawasan The Fed, mengatakan bank sentral kemungkinan akan perlu mempertahankan kenaikan suku bunga untuk beberapa waktu.
Meskipun inflasi telah turun secara signifikan dari angka tertinggi dalam empat dekade terakhir yaitu lebih dari 9% per tahun dibandingkan pada bulan Juni 2022, kenaikan harga minyak yang tidak terkendali dalam beberapa bulan terakhir telah menimbulkan kekhawatiran bahwa negara-negara non-penghasil minyak, yang merupakan negara dengan populasi terbesar di dunia.
"Perekonomian akan kembali menghadapi beban yang berat pada akhir tahun ini," kata Ibrahim.
Dari sisi internal, menjelang tahun politik, pelaku pasar tampak cenderung wait and see, menunggu kepastian lebih dulu.
Terlebih, dua dari bakal calon presiden (bacapres) dari kubu Gerindra dan KUBU PDI Perjuangan, Parbowo Subianto dan Ganjar Pranowo belum mengumumkan pasangan yang akan dipilih untuk maju dalam pilpres 2024.
"Sikap wait and see ini berkaitan erat dengan kebijakan di masa depan. Pelaku pasar perlu mengetahui kebijakan seperti apa yang kira-kira terjadi di Indonesia ke depan dengan melihat bacapres ataupun memproyeksi siapa bacapres terkuat," kata Ibrahim.
Seperti biasa, selama gelaran Pemilu 2024 terdapat tren di mana rupiah melemah dan investor asing cenderung enggan masuk ke pasar modal dalam negeri.
"Di lihat dari gelaran Pemilu 2019, Rupiah mengalami pelemahan. Namun, pelemahan hanya terjadi sesaat dan pulih kembali setelah pemenang Pemilu diumumkan," kata Ibrahim.
Selain itu, PMI Manufaktur Indonesia pada September 2023 berada di level 52,3. Angka tersebut turun dibandingkan posisi Agustus 2023 di 53,9. Meski turun, PMI manufaktur bulan lalu diklaim masih berada di zona ekspansi karena munculnya permintaan baru dan ekspor yang meningkat.
Secara keseluruhan sentimen bisnis masih terjaga positif di bulan September dengan masing-masing indeks yang berada di atas level 50. Meski demikian, pemerintah akan terus memonitor dan memitigasi berbagai risiko dan ketidakpastian global yang menunjukkan peningkatan belakangan ini.
"Termasuk potensi perlambatan lebih dalam dari perekonomian global khususnya ekonomi Tiongkok," kata Ibrahim. (Z-4)
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Nilai tukar rupiah melemah pada Rabu pagi ke level Rp17.275 per dolar AS. Dipicu kebuntuan negosiasi AS-Iran dan keluarnya UAE dari OPEC+.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah dibuka melemah 32 poin ke level Rp17.275 per dolar AS pada Rabu (29/4) pagi akibat tekanan sentimen global.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat ke Rp17.229 per dolar AS. Pengamat menilai sentimen konflik Iran-AS dan kebijakan The Fed masih memengaruhi pasar.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 12 poin ke level Rp17.223 pada Selasa (28/4). Simak analisis pergerakan mata uang rupiah di sini.
Mata Uang Rupiah Senin (27/4) pagi menguat 18 poin ke level Rp17.211 per dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs dan sentimen pasar selengkapnya.
Kenaikan harga energi global, penguatan dolar AS, serta ketidakpastian pasar keuangan kembali menekan stabilitas ekonomi domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp17.300 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 108 poin ke level Rp17.289 pada Kamis (23/4/2026) pagi. Simak analisis pergerakan kurs hari ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved