Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA grosir Amerika Serikat (AS) meningkat pada Juli karena lonjakan biaya layanan. Namun angka inflasi keseluruhan tidak diketahui.
Kenaikan indeks harga produsen (producer price index/PPI) pada Juli yang lebih besar dari perkiraan menunjukkan bahwa harga jasa masih tinggi, meskipun kenaikan harga barang tidak terlalu tinggi. Harga grosir naik 0,3% dari Juni hingga Juli, setelah pembacaan datar di bulan sebelumnya, menurut data Departemen Tenaga Kerja, Jumat (11/8/2023).
"Inflasi PPI naik mengejutkan pada Juli," tulis kepala ekonomi High Frequency Economics AS Rubeela Farooqi dalam catatan kepada klien. Namun harga produsen utama jauh di bawah dua persen.
Baca juga: Inflasi AS Naik Sedikit pada Juli, Apa Artinya?
Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan angka sedikit lebih rendah sebesar 0,2%. Harga jasa naik 0,5% dari Juni hingga Juli, kenaikan bulanan terbesar sejak Agustus 2022, didorong oleh lonjakan jasa perdagangan serta jasa transportasi dan pergudangan.
Sementara itu, harga barang naik 0,1% dari bulan sebelumnya, sebagian besar disebabkan oleh kenaikan biaya makanan.
Baca juga: Pilot Lufthansa Terima Kenaikan Gaji 18% Sesuai Inflasi
Federal Reserve menimbang prospek penaikan suku bunga lain pada September untuk mengurangi inflasi. Sementara harga produsen turun dengan cepat sejak tahun lalu, kemajuan lebih lambat terjadi dalam inflasi konsumen.
Banyak analis dan pedagang saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil pada keputusan berikutnya. Ini karena efek dari penaikan itu menyaring ekonomi yang lebih luas. (AFP/Z-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved